SERPONG TAPOS. Sejumlah warga Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan diduga banyak yang mengidap penyakit inveksi sahiran pemafasan akut (IS- PA). Data yang diperoleh Tangse/ Pos di lapangan saat digelarnya pengobatan gratis di RT 08/02 oleh Forum Muslimah Masjid Al Hakim BSD, Kamis (2/6), dan ratusan peserta yang hadir, 20 persen diantaranya mengalami ISPA mi.
Menurut Kepala Ptokesmas Rawabuntu, Endang Sumara, selain mengidap ISPA, dalam pengobatan gratis itu juga diketahui banyak warga yang mengalami penyakit darab tinggi dan kejang otot. “70 persen dan 200 warga Kampung Rawa Buntu, yang inengikuti pengobatan gratis berpenyakit darah tinggi serta pegal sendi, serta 20 persen warga mengidap penyakit Inveksi Saluran Pernafasan (Ispa),” katanya.
Mas?h menurut Endang, selain warga berusie lanjut, sebagian besar
• yang mengidap ISPA tersebut juga orang dewasa, dan bahkan tidak sedikit juga ada anak-anak. Dikatakan Endang, penyebab utama ISPA mi bisa karena pola makan yang tidak benar, dan bisa juga karena kondisi cuaca yang tidak menentu. “Ispa mi bisa disebabkan pola hidup yang kurang sehat serta faktor udara pada lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja,” katanya.
Di temui di tempat sarna, dokter umum Puskesmas Rawabuntu, Herlina lede menegaskan, untuk gejalanya sendiri bermula demam. Gejala dernam muncul jika anak sudah mencapai usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Dan seringkali demam muncul sebagai tanda pertama terjadinya infeksi. Selain itu, subu tubuh bisa mencapai 39,50C-40,50C. Gejala lainnya adalah batuk,” ungkap Herlina.
Terlepas dan hal itu, sosiawati dan FM-Al Hakim Pristi mengatakan, selain pengobatan gratis, pihak medis dan KlinikALhakirn, Puskesmas Rawabuntu dan para dokter dan Mannir Cilandak juga melakukan sowan ke rumah warga yang menderita sakit parah, seperti lumpuh, ambeien, stroke dan darah tinggi akut
untuk segera diberi pengobatan.
Cara seperti itu menurutnya sebagai bentuk perhatian mereka terhadap warga yang kurapg mampu untuk mengobati penyakit yang diderita mereka. “FM Athakim melalui Klinilc dhuafanya bersarna Puskesmas Rawabuntu dan tim medis dafi Marinir Cilandak berusaha untuk melakukan yang terbaik dengan melakukan pengobatan gratis yang dioptimalkan. dapat menyentuh seluruh elemen masyarakatnya,” tuntasnya.
Menurut Kepala Ptokesmas Rawabuntu, Endang Sumara, selain mengidap ISPA, dalam pengobatan gratis itu juga diketahui banyak warga yang mengalami penyakit darab tinggi dan kejang otot. “70 persen dan 200 warga Kampung Rawa Buntu, yang inengikuti pengobatan gratis berpenyakit darah tinggi serta pegal sendi, serta 20 persen warga mengidap penyakit Inveksi Saluran Pernafasan (Ispa),” katanya.
Mas?h menurut Endang, selain warga berusie lanjut, sebagian besar
• yang mengidap ISPA tersebut juga orang dewasa, dan bahkan tidak sedikit juga ada anak-anak. Dikatakan Endang, penyebab utama ISPA mi bisa karena pola makan yang tidak benar, dan bisa juga karena kondisi cuaca yang tidak menentu. “Ispa mi bisa disebabkan pola hidup yang kurang sehat serta faktor udara pada lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja,” katanya.
Di temui di tempat sarna, dokter umum Puskesmas Rawabuntu, Herlina lede menegaskan, untuk gejalanya sendiri bermula demam. Gejala dernam muncul jika anak sudah mencapai usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Dan seringkali demam muncul sebagai tanda pertama terjadinya infeksi. Selain itu, subu tubuh bisa mencapai 39,50C-40,50C. Gejala lainnya adalah batuk,” ungkap Herlina.
Terlepas dan hal itu, sosiawati dan FM-Al Hakim Pristi mengatakan, selain pengobatan gratis, pihak medis dan KlinikALhakirn, Puskesmas Rawabuntu dan para dokter dan Mannir Cilandak juga melakukan sowan ke rumah warga yang menderita sakit parah, seperti lumpuh, ambeien, stroke dan darah tinggi akut
untuk segera diberi pengobatan.
Cara seperti itu menurutnya sebagai bentuk perhatian mereka terhadap warga yang kurapg mampu untuk mengobati penyakit yang diderita mereka. “FM Athakim melalui Klinilc dhuafanya bersarna Puskesmas Rawabuntu dan tim medis dafi Marinir Cilandak berusaha untuk melakukan yang terbaik dengan melakukan pengobatan gratis yang dioptimalkan. dapat menyentuh seluruh elemen masyarakatnya,” tuntasnya.