spektruder
New member
Ikhwan dan Akhwat, Warga Depok yang dirahmati Allah,
Mari kita bicara jujur. Selain persiapan manasik dan packing baju ihram, ada satu hal yang sering bikin kepala cenat-cenut bahkan sebelum kita berangkat: Oleh-oleh.
Budaya kita di Indonesia, khususnya di lingkungan masyarakat yang guyub seperti Depok, memang unik. Ada rasa "berdosa" atau sungkan yang luar biasa jika kita pulang dari bepergian jauh apalagi dari Tanah Suci dengan tangan kosong.Tetangga sudah ikut mendoakan saat walimatussafar, saudara sudah titip salam buat Nabi, masa iya pulangnya cuma bawa cerita? Rasanya ada beban moral untuk membagikan keberkahan (tabarrukan) lewat buah tangan, sekecil apa pun itu.
Namun, di sinilah drama sering terjadi.Niat hati ingin menyenangkan semua orang (tetangga satu RT, teman kantor satu divisi, keluarga besar), tapi realitanya terbentur aturan penerbangan yang makin ketat dan jatah bagasi yang terbatas.
Akhirnya, di hari-hari terakhir di Mekkah yang harusnya dipakai untuk itikaf perpisahan, kita malah sibuk tawaf di pasar, tawar-menawar sajadah, dan pusing memikirkan cara memasukkan 10 liter air zamzam ke dalam koper tanpa ketahuan.
Stop dulu, Ikhwan dan Akhwat. Mari kita hitung ulang untung ruginya dengan kepala dingin. Apakah benar semua harus dibeli di Arab? Atau sebenarnya Tanah Abang dan Thamrin City adalah solusi cerdas yang selama ini kita gengsi untuk akui?
1. Jangan Kucing-kucingan dengan Petugas Bandara Karena Zamzam
Ini adalah poin paling krusial. Mohon dibaca baik-baik agar tidak ada penyesalan di Bandara Jeddah atau Madinah nanti.Dulu, mungkin kita masih bisa menyelipkan satu atau dua botol air zamzam ukuran 1 liter di sela-sela tumpukan baju koper bagasi.Tapi sekarang? Jangan harap.
Pihak otoritas penerbangan Saudi dan maskapai sangat ketat soal ini. Alasannya murni keselamatan penerbangan. Air dalam kemasan botol plastik yang tidak standar, jika terkena tekanan udara tinggi di bagasi pesawat, bisa meledak atau bocor.Bayangkan skenarionya: Air zamzam bocor, membasahi koper orang lain, merusak sistem kelistrikan pesawat, atau minimal membuat baju kotor Ikhwan basah kuyup dan bau apek saat sampai di Jakarta.
Pihak bandara sekarang menggunakan pemindai canggih. Jika terdeteksi ada cairan mencurigakan:
- Koper Ikhwan akan dibongkar paksa (kadang kuncinya dirusak).
- Air zamzam akan dibuang di tempat.
- Koper ditinggal atau tertahan, sehingga Ikhwan sampai Jakarta, koper Ikhwan entah di mana.
Solusinya: Terima jatah resmi 5 Liter per jamaah yang diberikan maskapai (biasanya dibagikan saat tiba di Bandara Soetta atau diurus oleh travel).Jika tetangga Ikhwan ada 100 orang dan 5 liter tidak cukup? Beli tambahan di Tanah Air.Banyak distributor kurma dan zamzam terpercaya di Jakarta/Depok yang mengimpor zamzam asli via kargo resmi. Rasanya sama, khasiatnya sama, tapi Ikhwan bebas dari risiko koper dibongkar.
2. Rahasia Umum: Sajadah "Made in China"
Pernahkah Ikhwan membeli sajadah cantik di pertokoan sekitar Masjidil Haram, lalu sesampainya di rumah di Depok, Ikhwan membalik labelnya dan menemukan tulisan kecil: "Made in China" atau "Made in Turkey"?Ini adalah ironi yang lucu tapi nyata.Sebagian besar barang non-makanan (tekstil, tasbih, peci, mainan onta) yang dijual di Mekkah adalah barang impor. Pedagang Arab mengimpornya dari China atau Turki, lalu menjualnya kepada jamaah Indonesia dengan harga Riyal.
Mari kita berhitung matematika sederhana:Ikhwan membeli sajadah di Mekkah seharga 15 Riyal (sekitar Rp 65.000). Ikhwan harus memanggulnya ke hotel, memaksanya masuk koper, dan membayar risiko kelebihan bagasi (excess baggage) yang harganya bisa ratusan ribu per kilo.Padahal, sajadah yang sama persis (karena pabriknya sama) dijual grosiran di Tanah Abang atau Thamrin City seharga Rp 50.000 saja.
Jadi, untuk barang-barang seperti sajadah, tasbih, kerudung, atau peci, saran kami: Beli di Tanah Air saja.Ikhwan bisa beli sebelum berangkat atau sesudah pulang. Kemas rapi dalam kantong oleh-oleh. Saat membagikan ke tetangga, niatkan untuk berbagi kebahagiaan. Tetangga tidak akan bertanya: "Ini bon belinya di Bin Dawood atau di Blok A Tanah Abang?" Yang mereka hargai adalah perhatian Ikhwan.
3. Lalu, Apa yang Harus Dibeli di Arab? (The Authentic Goods)
Apakah berarti tidak usah belanja sama sekali? Tentu tidak.Belanjalah barang yang Otentik dan Punya Nilai Rasa. Fokus pada sesuatu yang tumbuh atau diproduksi asli di sana:- Kurma Muda & Sukari Basah: Meskipun di Indonesia ada, tapi kurma yang dibeli langsung di Pasar Kurma Madinah kesegarannya beda. Harganya pun jauh lebih miring untuk kualitas premium.
- Cokelat Arab: Cokelat merek Al-Baik atau cokelat kerikil punya rasa khas yang ngangenin.
- Kacang Arab & Kismis: Ini camilan wajib yang ringan dibawa tapi isinya banyak.
- Parfum/Oud: Wewangian minyak gaharu asli Arab itu sulit dicari tandingannya di Indonesia. Wanginya awet dan mengingatkan kita pada aroma Kiswah Ka'bah.
4. Jangan Tukar Waktu Tawaf dengan Waktu Tawar-Menawar
Ikhwan dan Akhwat yang dirahmati Allah,Ingatlah kembali tujuan kita mengeluarkan uang puluhan juta dan terbang 9 jam dari Jakarta. Tujuannya adalah Ibadah.Waktu kita di Tanah Suci sangat terbatas. Sayang sekali jika waktu antara Ashar dan Maghrib yang mustajab untuk berdoa, malah kita habiskan untuk berdebat harga gantungan kunci dengan pedagang di pasar.
Jangan sampai saat pulang nanti, koper Ikhwan penuh sesak, tapi hati Ikhwan kosong.Lebih baik pulang bawa koper ringan, tapi bawa hati yang penuh dengan cahaya iman.
Di AsarTour, tim pembimbing kami biasanya akan mengarahkan waktu khusus untuk belanja (biasanya saat City Tour). Kami akan tunjukkan tempat belanja yang harganya pas (grosir) dan kualitasnya bagus, supaya Ikhwan tidak perlu buang waktu survei sana-sini. Sekali jalan, borong secukupnya, lalu kembali fokus ke Masjid.
Kami Siap Fasilitasi Umroh ke Baitullah
Ikhwan dan Akhwat, Warga Depok dan sekitarnya,Alhamdulillah, kita sudah membahas tuntas berbagai serba-serbi persiapan umroh. Mulai dari memilih travel yang amanah, menyiasati budget, tips kesehatan, hingga strategi oleh-oleh agar tidak boncos.
Semua tulisan ini kami buat bukan sekadar sebagai konten, tapi sebagai bentuk kepedulian kami. Kami di travel umroh AsarTour.com memposisikan diri bukan hanya sebagai biro jasa, tapi sebagai tetangga, sahabat, dan saudara seiman Ikhwan dan Akhwat.
Kami paham, keputusan untuk berangkat umroh adalah keputusan besar. Ada tabungan yang dipertaruhkan, ada fisik yang disiapkan, dan ada rindu yang dititipkan.Oleh karena itu, kami tidak ingin Ikhwan salah langkah. Kami ingin setiap Rupiah yang Ikhwan keluarkan kembali dalam bentuk kenyamanan, keamanan, dan kekhusyukan.
Pintu kantor kami di Depok selalu terbuka lebar untuk Ikhwan dan Akhwat.Entah itu sekadar mampir untuk bertanya jadwal, konsultasi cara menabung, atau sekadar minum kopi sambil diskusi kerinduan pada Rasulullah. Website kami juga selalu siap menyajikan informasi transparan 24 jam.
Jangan sungkan. Kapan pun hati Ikhwan tergerak, kapan pun "panggilan" itu terasa makin kuat, kami ada di sini untuk menggandeng tangan Ikhwan.
Mari kita luruskan niat, bulatkan tekad, dan pasrahkan hasil.Semoga Allah mudahkan langkah kita semua untuk segera bersujud di rumah-Nya.