Gantung Diri Tinggalkan Surat

Dewa

New member
Bogor, Warta Kota
SS (37) mantan karyawan sebuah perusahaan swasta di Jakarta ditemukan tewas dengan leher tergantung di rurnahnya di perumahan Pajajaran Regency, Wok P723, Kelurahan Baranangsiang. Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (2/5) siang sekitar pukul 11.00.
Belum diketahul secara pasti, apa motifnya. Namun dan surat wasiat yang sempat ditulis dan terdapat tanda tangan SS tertulis bahwa korban sudah mengaku tidak kuat dengan cobaan hidup yang sedang dthadapinya.
Dalam surat wasiat yang ditulis di sebuah buku dengan menggunakan pensil, korban merninta maaf kepada istrinya karena sering membohongi dan menyakiti perasaan sang istri. Selain itu, korban juga meminta maaf karena uang yang disimpannya di Bank telah habis. Selain permintaan maaf kepada sang istrl, SS juga berpesan agar sang istri merawat kedua anaknya.
Kepala Unit Reskrim Polsek Bogor Timur AKP Suharto mengatakan, peristiwa tersebut pertamakali diketaJiui sekitar pukul 11.15 oleh Sandfla Pernanda (16) anak pertama korban. Saat kejadian, rumah tersebut dalam kondisi kosong karena istri korban Erna Ratnasaii sedang mengajar dl SD. “saat kejadian, istrl korban sedang mengajar dan analcnya sedang keluar dan kembali jam 11 slang,” ujar AKP Suharto saat dlitemui di lokasi kejadlan.
Suharto menjelaskan, tubuh korban ditemukan Sandila tergantung dl teralis besi tempat menjemur pakalan di bagian belakang rumah yang ditempati korban.Saat ditemukan tewas, leher korban menjulur keluar dan dan alat kelammnya keluar sperma . Korban diduga gantung din dengan naik ke meja setinggi 45 sentimeter, menggunakan tambang warna biru,” katanya.
Anak korban yang kaget melihat bapaknya tewas gantiing diii kemudian membenitahukan hal itu ke petugas satpain dan tukang kebun di perumahan tersebut. Oleh mereka, tubuh SS kemudian diturunkan ke lantal rumah.
Kapolsek Bogor Timur, Kompol Syahroni Suwandi, mengatakan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), tewasnya korban mumi akibat bunuh dlii. Hal itu kata Syahronl terlihat dan ciri-cini fisik korban saat ditemukan tewas. “Keluarga korban menolakjenazah diotopsi atau di visum, makanya kemudian langsung akan dikebumikan,’ katanya.
Dan Jokasi kejadian pthaknya mengamankan barang bukti berupa sebuah surat wasiat, tambang warna biru, dan meja kecil berukuran 45 sentimeter yang diduga digunakan korban dalam melakukan alcsinya. ‘Untuk motifnya kami belum mengetahui dengan pasti, tapi kami juga temukan surt wasiat di sekitar korban,” katanya.
Sementara itu, Dadang, kakak ipar konban, mèngatakan, sebelum ditemukan tewas menggantung, korban sempat mengantar tempat istninya, Erna Ratnasani mengajar. ‘Istninya ngajar di SD Empang, kalau korban saat ini tidak bekerja,5 kata Dadang. (wit)


Sumber : republika
 
Back
Top