Roma, SunduL – Rudi Garcia menyatakan bahwa dia bekerja di Roma seperti saya akan mengakhiri karir saya di sini dan merasa kritikan yang ditujukan kepadanya tidak adil.
Presiden Giallorossi James Palotta sudah menyatakan bahwa dirinya menginginkan pelatih untuk meniru Sir Alex Ferguson yang melatih dengan jangka waktu yang lama di Manchester United.
“Dapatkah saya di sini selama 25 tahun?” ujar Garcia dalam sebuah wawancara kepada media.
“Saya sudah memikirkan akan hal itu, namun ini terlalu rumit dalam sepakbola. Saya bekerja seperti saya akan mengakhiri karir saya di sini, 24 jam dalam satu hari. Saya berada di Roma, saya tidak dapat membayangkan diri saya berada di klub yang lain.
“Menjadi pelatih tim nasional Prancis? Saya berbincang dengan Didier Deschamps ketika dia menjadi pelatih Prancis, dan itu adala sebuah pekerjaan yang berbeda. Saya perlu melihat pemain saya setiap hari, saya masih belum siap.
“Namun pekerjaan seperti ini cukup menguras fisik Anda, seingga jika suatu hari nanti saya ingin menjalani karir yang lebihj ringan kemudian mengapa saya tidak memilih itu?”
Garcia sudah memimpin Lupi berada di posisi kedua secara beruntun, namun mendapatkan kritikan di musim lalu setelah diprediksi akan menjadi peraih Scudetto, kemudian pada akhirnya terpaut 17 poin dari Juventus.
“10 kemenangan secara berturut-turut dan rekor poin pada musim pertama adalah hal yang luar biasa, namun mereka datang dari serpihan. Membangun sesuatu bukanlah pekerjaan yang mudah, ini lebih sulit dari mempertahankan, dan bagi saya itu bernilai lebih.
“Musim lalu kami harus beradaptasi karena banyak pemain yang cidera dan terpaksa harus absen yang berakibat pada permainan kami di bulan Januari sampai Maret. Musim ini strategi transfer kami sudah mengembalikan kami menjadi tim yang bermain dengan gaya yang menyerang.
“Kritikan yang terjadi musim lalu? Saya pikir itu tidak adil, namun saya tidak peduli, saya dapat melanjutkan karir saya. Selama direktur dan para pemain bersama saya, saya dapat bekerja sesuai dengan yang saya sukai.
“Ini sulit, Roma baru memenangkan tiga Scudetto dalam 90 tahun terakhir, itu memusingkan. Saya pikir kami akan lebih kuat ketika kami bergerak ke arah yang sama.
“Reaksinya begitu berlebihan, kalian dengan cepat menyimpulkan jika hasilnya tidak baik. Itu tidak baik bagi kami, namun mimpi saya adalah meyakinkan semua orang terukur, objektif dan penuh rasa hormat.”
Sumber :
http://www.sundul.com/berita-bola/liga-italia/2015/11/garcia-roma-untuk-selama-lamanya-kenapa-tidak/
https://lorrianebreuer.wordpress.com/2015/11/26/garcia-roma-untuk-selama-lamanya-kenapa-tidak/