He..he.. Iklan Polisi Langgar Perda Reklame Rek!

samoyi

New member
img.php


LENSAINDONESIA.COM : Pemasangan reklame yang menggangu tata ruang kota dan ruang milik jalan (Rumija) sudah seharusnya ditertibkan karena melanggar Perda 10/2009.

Meski begitu, saat ini masih banyak reklame yang berdiri dengan melanggar peraturan Rumija.

Diantaranya di sepanjang Jl Kusuma Bangsa tepatnya di belakang Mall Grand City.

Bahkan, beberapa reklame yang memuat iklan rumah makan dan pesan layanan kepolisian ini telah diberi tanda silang oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya dengan tulisan berbunyi “Pelanggaran Perda 10/2009″.

“Saya kira tanda pelanggaran itu membantu kita sebagai pemetaan untuk melakukan pembongkaran yang kita lakukan,” kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto, Jumat (13/04).

Untuk itu, dirinya mengatakan sebagai tindak lanjut pembongkaran, Satpol PP menunggu surat rekom dari Dinas Cipta Karya untuk di eksekusi.

“Kalau rekom sudah turun kita akan mengirim surat peringatan kepada pihak yang bersangkutan untuk membongkar sendiri,” kata Irvan yang juga mantan camat Rungkut ini.

Sebagai toleransi, pihaknya memberi waktu selama tiga hari agar pemilik reklame untuk membongkar sendiri sebelum dieksekusi.

“Kalau hari ini turun surat dari Dinas Cipta Karya kita akan langsung kirimkan surat teguran. Dengan begitu, Senin (15/04) depan kita bisa bongkar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Agus Sonhaji, dikonfirmansi mengatakan bagi reklame yang melanggar memang akan diperiksa dan akan diserahkan Satpol PP untuk membongkar.

“Untuk jumlahnya saya lupa. Tapi kalau memang sudah ditanda pelanggaran ya berarti akan kita rekom ke Satpol PP. Untuk jumlahnya saya lupa,” ujar Agus.@iwan

SUMBER
 
Back
Top