Medali emas dipersembahkan oleh Evan Syatia To dari SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten.
2 medali perak diraih Ackhava Adam Malonda dari SMA Wardaya, DKI Jakarta
Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMA Kesatuan Bangsa, DI Yogyakarta.
2 medali perunggu disumbangkan
Arrow Dunatos Pascha Kristian dari SMA Negeri Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta
Juan Richie dari SMAS Kristen Immanuel, Pontianak, Kalimantan barat.
IPhO 2026 diikuti 381 peserta dari 93 negara yang berkompetisi dalam kemampuan teori dan eksperimen fisika.
Peraih medali emas, Evan mengaku bangga dapat mempersembahkan hasil terbaik untuk Indonesia setelah melalui proses panjang sejak Olimpiade Sains Nasional (OSN).
"Perjalanannya sangat panjang mulai dari Olimpiade Sains Nasional. Saya sangat bangga bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia," ujar Evan.
Sementara itu, peraih medali perak Gusti Komang Abhika Atmaja mengaku mengalami peningkatan prestasi dibanding tahun sebelumnya. Pada IPhO 2025, ia meraih Honorable Mention, sedangkan tahun ini berhasil membawa pulang medali perak.
"Tahun lalu saya dapat Honorable Mention di IPhO dan tahun ini dapat medali perak. Sungguh jadi pengalaman yang berharga untuk saya ke depannya. Terima kasih Kemendikd
Materi yang diujikan meliputi
Mekanika
Termodinamika
Fsika statistika
Medan elektromagnetik
Optik
Fisika modern dan kuantum
sumber detik
Tapi kata masyarakat dari dulu Indo udah sering juara, tapi manfaat/prestasinya selanjutnya kurang kedengeran lagi.
Paling2 jadi pns kantoran atau keluar negeri
2 medali perak diraih Ackhava Adam Malonda dari SMA Wardaya, DKI Jakarta
Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMA Kesatuan Bangsa, DI Yogyakarta.
2 medali perunggu disumbangkan
Arrow Dunatos Pascha Kristian dari SMA Negeri Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta
Juan Richie dari SMAS Kristen Immanuel, Pontianak, Kalimantan barat.
IPhO 2026 diikuti 381 peserta dari 93 negara yang berkompetisi dalam kemampuan teori dan eksperimen fisika.
Peraih medali emas, Evan mengaku bangga dapat mempersembahkan hasil terbaik untuk Indonesia setelah melalui proses panjang sejak Olimpiade Sains Nasional (OSN).
"Perjalanannya sangat panjang mulai dari Olimpiade Sains Nasional. Saya sangat bangga bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia," ujar Evan.
Sementara itu, peraih medali perak Gusti Komang Abhika Atmaja mengaku mengalami peningkatan prestasi dibanding tahun sebelumnya. Pada IPhO 2025, ia meraih Honorable Mention, sedangkan tahun ini berhasil membawa pulang medali perak.
"Tahun lalu saya dapat Honorable Mention di IPhO dan tahun ini dapat medali perak. Sungguh jadi pengalaman yang berharga untuk saya ke depannya. Terima kasih Kemendikd
Materi yang diujikan meliputi
Mekanika
Termodinamika
Fsika statistika
Medan elektromagnetik
Optik
Fisika modern dan kuantum
sumber detik
Tapi kata masyarakat dari dulu Indo udah sering juara, tapi manfaat/prestasinya selanjutnya kurang kedengeran lagi.
Paling2 jadi pns kantoran atau keluar negeri