Jadilah muslim berprestasi

naruto

New member
Jadilah muslim berprestasi




Rasulullah adalah teladan kaum muslim yang sangat menyukai dan mencintai prestasi. Hampir setiap perbuatan yang dilakukan Rasulullah, selalu terjaga mutu dan kualitasnya.

Salatnya adalah salat yang bermutu tinggi, yakni salat khusyuk. Amal-amal yang dilakukan senantiasa terpelihara kualitasnya, bermutu tinggi dan dilakukan dengan ikhlas. Demikian juga keberaniannya, tafakurnya dan aneka kiprah hidupnya. Seluruhnya senantiasa dijaga untuk memperoleh mutu yang tertinggi.
Oleh karena itu, tak mengherankan jika Allah SWT memuji Rasulullah dalam salah satu ayat Alquran. Allah SWT berfirman, ?Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,? (QS Al Ahzab:21). Demikian penjelasan awal yang akan disampaikan Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Solo Heri Sucitro SPd dalam khotbahnya di Mesjid Al-Mukarrom, Pajang, Laweyan, Solo, Jumat (2/2) siang ini.
Sayangnya, sambung Heri, saat ini umat Islam belum meneladani Rasulullah secara menyeluruh. ?Umat Islam saat ini kebanyakan belum terbiasa dengan kata prestasi. Orang Islam masih terasa asing dengan kata kualitas. Dan kita pun kerap kali terperangah manakala mendengar kata unggul. Padahal, hal itu merupakan bagian yang sangat penting dari peninggalan Rasulullah yang diwariskan untuk umatnya hingga akhir zaman.?
Karena tidak terbiasa dengan istilah tersebut, Heri mengatakan, orang Islam pun akhirnya tidak merasa bersalah andaikata tidak menjadi orang yang berprestasi. ?Seorang muslim tidak merasa kecewa ketika tidak bisa memberikan yang terbaik dari apa yang bisa dilakukan,? tandasnya.

Hal ini, katanya, bisa dilihat dari pelaksanaan salat dan puasa yang merupakan amalan pokok dalam menjalankan syariat Islam. ?Banyak orang Islam jarang merasa kecewa manakala bacaan salatnya kurang indah dan mengena. Mereka pun jarang merasa kecewa sekiranya puasa Ramadan yang baru saja dilaksanakan berlalu tanpa dievaluasi mutunya,?katanya.
Padahal, tandas Heri, sudah merupakan sunatullah bahwa yang mendapatkan predikat terbaik hanyalah orang-orang yang paling berkualitas dalam setiap sisi yang Allah SWT takdirkan selama hidup ini. Baik urusan duniawi maupun ukhrawi, Allah SWT senantiasa mementingkan penilaian terbaik dari mutu yang bisa dilakukan. Allah SWT berfirman, ?Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,? (QS Al Mukminun: 1-2).
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman, ?Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,? (QS Al Maa?un: 4-5). ?Artinya, siapapun yang ingin memahami Islam secara lebih baik sesuai tuntunan Rasul, maka muslim tersebut harus memiliki amal dan karya terbaik. Prestasi dan keunggulan adalah bagian yang harus menyatu dalam perilakunya sehari-hari,? ungkap dia. - ewt
 
Back
Top