Dipi76
New member
Mahasiswi IPB Dikabarkan Hilang
Senin, 18 April 2011 | 10:33 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang - Melinda Fitriana, mahasiswi program pascasarjana jurusan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, menghilang sejak Jumat (15/4). "Sudah kami laporkan ke polisi (Kepolisian Resor Bogor)," kata ayah Melinda, Sapto Hartoyo, saat dihubungi Senin (18/4).
Sapto mengatakan putrinya diketahui hilang ketika keluarga akan menjemputnya di kamar kos Melinda pada Jumat pekan lalu di Wisma Fio, Jalan Dramaga IPB nomor 47 Bogor, Jawa Barat. Seperti biasa, setiap Jumat orang tua Melinda menjemput untuk dibawa ke rumah orang tuanya di Villa Bintaro Regency Blok A/IV nomor 6 Jalan Irian II, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Saat itu, kata Sapto, kamar kos Melinda sudah kosong dan pintu dalam keadaan terkunci. Pihak keluarga tidak bisa menghubungi Melinda karena telepon selulernya tidak aktif.
Hingga hari ini keluarga masih mencari dan belum ada kontak dengan Melinda, yang pendiam, berrambut lurus, dan berkulit kuning langsat itu.
==========
Inilah Pesan Terakhir Melinda
Senin, 18 April 2011 | 13:17 WIB
TEMPO Interaktif, tangerang - Melinda Fitriana, mahasiswi Pascasarjana Jurusan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dilaporkan hilang sejak Jumat (15/4) pekan lalu, ternyata sudah melakukan kontak dengan orang tuanya melalui pesan pendek.
Pesan pendek perempuan yang akrab disapa Fitri itu diterima ayahnya, Sapto Hartoyo, pada Sabtu (16/4) pukul 01.00. Inilah pesan yang ditulis Melinda, yang dikirim ke telepon seluler Sapto. ”Aku baik-baik saja, tolong jangan khawatir. Maaf – Fitri.”
Menurut Sri Andiani, ibunya, kalimat yang ditulis putri bungsunya itu benar kalimat yang dibuat putrinya sendiri. ”Saya kenal kata per kata dan ejaan yang sering ditulisnya. Gaya tulisannya memang benar-benar dari Fitri,” kata Sri saat ditemui di rumahnya di Villa Bintaro Regency, Senin (18/4) siang.
Menurut Sri, selain memberikan pesan, telepon seluler milik Fitri sejak Jumat hingga Senin pagi ini terlihat aktif. Hal itu diketahui dari pelacakan sinyal GPS. Sabtu lalu, ia terdeteksi di wilayah Senen, Jakarta Pusat, dan beberapa tempat di Jakarta.
Bahkan, kata Sri, Sabtu malam hingga Minggu pagi telepon seluler Fitri juga aktif. Saat Sri menghubungi telepon Fitri, terdengar nada aktif dan tersambung. Tapi, Fitri tidak pernah mengangkat telepon selulernya. Pesan pendek pun tidak dibalas.
==============
Orang Tua Melinda Emoh Kasus Amanda Terulang
Senin, 18 April 2011 | 14:05 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang - Orang tua dan keluarga Melinda, mahasiswi Sekolah Pascasarjana IPB Bogor yang dilaporkan hilang sejak Jumat lalu, mengaku trauma dengan peristiwa hilangnya Amanda. Kakak sulung Melinda itu pernah hilang pada 2004 selama 3 hari sebelum kemudian ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.
Saat itu, Amanda tercatat sebagai mahasiswi Universitas Trisakti. “Jangan sampai kejadian serupa terjadi lagi,” kata Sapto Hartoyo, sang ayah, Senin (18/4).
Sri Andiani, sang ibu, cemas kalau putri bungsunya kali itu terjerumus dalam aktivitas kelompok tertentu yang saat ini sedang marak diperbincangkan. “Kami khawatir terjadi sesuatu dengannya,” kata Sri, Senin (18/4).
Sepengetahuan Sri, selama ini Melinda sama sekali tidak menunjukkan gelagat ikut dalam kegiatan apa pun. Kegiatan Melinda, kata Sri, murni kuliah. “Khawatir saja, karena yang sedang ramai dibicarakan saat ini seperti Negara Islam Indonesia (NII),” katanya.
Melinda juga belum punya teman dekat. "Anaknya logis dan tidak mudah percaya dengan hal-hal yang di luar logika,” kata Sri mencoba tetap kuat.
sumber: kompas
-dipi-
Senin, 18 April 2011 | 10:33 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang - Melinda Fitriana, mahasiswi program pascasarjana jurusan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, menghilang sejak Jumat (15/4). "Sudah kami laporkan ke polisi (Kepolisian Resor Bogor)," kata ayah Melinda, Sapto Hartoyo, saat dihubungi Senin (18/4).
Sapto mengatakan putrinya diketahui hilang ketika keluarga akan menjemputnya di kamar kos Melinda pada Jumat pekan lalu di Wisma Fio, Jalan Dramaga IPB nomor 47 Bogor, Jawa Barat. Seperti biasa, setiap Jumat orang tua Melinda menjemput untuk dibawa ke rumah orang tuanya di Villa Bintaro Regency Blok A/IV nomor 6 Jalan Irian II, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Saat itu, kata Sapto, kamar kos Melinda sudah kosong dan pintu dalam keadaan terkunci. Pihak keluarga tidak bisa menghubungi Melinda karena telepon selulernya tidak aktif.
Hingga hari ini keluarga masih mencari dan belum ada kontak dengan Melinda, yang pendiam, berrambut lurus, dan berkulit kuning langsat itu.
==========
Inilah Pesan Terakhir Melinda
Senin, 18 April 2011 | 13:17 WIB
TEMPO Interaktif, tangerang - Melinda Fitriana, mahasiswi Pascasarjana Jurusan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dilaporkan hilang sejak Jumat (15/4) pekan lalu, ternyata sudah melakukan kontak dengan orang tuanya melalui pesan pendek.
Pesan pendek perempuan yang akrab disapa Fitri itu diterima ayahnya, Sapto Hartoyo, pada Sabtu (16/4) pukul 01.00. Inilah pesan yang ditulis Melinda, yang dikirim ke telepon seluler Sapto. ”Aku baik-baik saja, tolong jangan khawatir. Maaf – Fitri.”
Menurut Sri Andiani, ibunya, kalimat yang ditulis putri bungsunya itu benar kalimat yang dibuat putrinya sendiri. ”Saya kenal kata per kata dan ejaan yang sering ditulisnya. Gaya tulisannya memang benar-benar dari Fitri,” kata Sri saat ditemui di rumahnya di Villa Bintaro Regency, Senin (18/4) siang.
Menurut Sri, selain memberikan pesan, telepon seluler milik Fitri sejak Jumat hingga Senin pagi ini terlihat aktif. Hal itu diketahui dari pelacakan sinyal GPS. Sabtu lalu, ia terdeteksi di wilayah Senen, Jakarta Pusat, dan beberapa tempat di Jakarta.
Bahkan, kata Sri, Sabtu malam hingga Minggu pagi telepon seluler Fitri juga aktif. Saat Sri menghubungi telepon Fitri, terdengar nada aktif dan tersambung. Tapi, Fitri tidak pernah mengangkat telepon selulernya. Pesan pendek pun tidak dibalas.
==============
Orang Tua Melinda Emoh Kasus Amanda Terulang
Senin, 18 April 2011 | 14:05 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang - Orang tua dan keluarga Melinda, mahasiswi Sekolah Pascasarjana IPB Bogor yang dilaporkan hilang sejak Jumat lalu, mengaku trauma dengan peristiwa hilangnya Amanda. Kakak sulung Melinda itu pernah hilang pada 2004 selama 3 hari sebelum kemudian ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.
Saat itu, Amanda tercatat sebagai mahasiswi Universitas Trisakti. “Jangan sampai kejadian serupa terjadi lagi,” kata Sapto Hartoyo, sang ayah, Senin (18/4).
Sri Andiani, sang ibu, cemas kalau putri bungsunya kali itu terjerumus dalam aktivitas kelompok tertentu yang saat ini sedang marak diperbincangkan. “Kami khawatir terjadi sesuatu dengannya,” kata Sri, Senin (18/4).
Sepengetahuan Sri, selama ini Melinda sama sekali tidak menunjukkan gelagat ikut dalam kegiatan apa pun. Kegiatan Melinda, kata Sri, murni kuliah. “Khawatir saja, karena yang sedang ramai dibicarakan saat ini seperti Negara Islam Indonesia (NII),” katanya.
Melinda juga belum punya teman dekat. "Anaknya logis dan tidak mudah percaya dengan hal-hal yang di luar logika,” kata Sri mencoba tetap kuat.
sumber: kompas
-dipi-