jainudin
New member
JAKARTA — Polisi menembak seorang pengedar sabu yang dipergoki sedang bertransaksi di pelataran parkir pusat belanja Cempaka Mas, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. “Tersangka terpaksa kami lumpuhkan karena berusaha melawan,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba BareskrimPolri,BrigadirJenderal Arman Depari, kemarin.
Arman mengatakan tersangka yang ditembak itu adalah Hafais Falery, 44 tahun. Lelaki tersebut sudah lama diintai polisi karena dilaporkan sebagai pengedar narkoba. Pada 17 Juni lalu, polisi memergoki Hafais tengah bersama tiga orang yang diduga sebagai pembeli. Saat disergap, lelaki asal Aceh itu memberi perlawanan. Polisi terpaksa mengeluarkan pistol dan menembak kakinya. Sementara
tiga tersangka lagi lolos dari sergapan. “Mereka masih dikejar,” katanya.
Menurut Arman, awal bulan ini jajarannya juga menangkap seorang warga negara asing bernama Majid Hosseini Sabzevari, 59 tahun, di Hotel Bengawan 2, Tangerang, Banten. “Tersangka memiliki dua paspor, yang satu Kanada dan satunya lagi Iran,” kata Arman. Dari tangan tersangka, disita barang bukti berupa sabu seberat 600 gram.
Menurut Arman, tersangka membawa sabu itu dari Malaysia. Dia menyembunyikan barang haram tersebut di dalam komputer jinjing. “Laptop itu tidak ada mesinnya,” katanya. “Ruang yang kosong digunakan untuk menyembunyikan sabu.”
Berdasarkan catatan perjalanan dalam paspol Majid sudah
sering keluar-masuk Indonesia. Polisi menduga lelaki itu bagian dari jaringan pengedar narkoba internasional.
Sementara itu, di Pondok Gede, Bekasi, Direktorat Tindak Pidana Narkoba menyita 104,7 kilogram ganja dan seorang pengedar bernama Indra Fahmi, 32 tahun. “Tersangka ditangkap di rumahnya, Jalan Raya Hankam, Pondok Gede,” kata Arman.
Arman menjelaskan, penangkapan Indra itu berawal dari penangkapan dua tersangka, yaitu Rayendra Pratama, 31 tahun, dan Irmayanthi Muis, 29 tahun. Dari merekalah polisi mendapatkan identitas Indra. “Kami masih memburu dua tersangka yang diduga sebagai pemasok ganja kepada Indra,” tuturnya.
• AFRILIA SURYANIS
Sumber : republika/tangsel pos
Arman mengatakan tersangka yang ditembak itu adalah Hafais Falery, 44 tahun. Lelaki tersebut sudah lama diintai polisi karena dilaporkan sebagai pengedar narkoba. Pada 17 Juni lalu, polisi memergoki Hafais tengah bersama tiga orang yang diduga sebagai pembeli. Saat disergap, lelaki asal Aceh itu memberi perlawanan. Polisi terpaksa mengeluarkan pistol dan menembak kakinya. Sementara
tiga tersangka lagi lolos dari sergapan. “Mereka masih dikejar,” katanya.
Menurut Arman, awal bulan ini jajarannya juga menangkap seorang warga negara asing bernama Majid Hosseini Sabzevari, 59 tahun, di Hotel Bengawan 2, Tangerang, Banten. “Tersangka memiliki dua paspor, yang satu Kanada dan satunya lagi Iran,” kata Arman. Dari tangan tersangka, disita barang bukti berupa sabu seberat 600 gram.
Menurut Arman, tersangka membawa sabu itu dari Malaysia. Dia menyembunyikan barang haram tersebut di dalam komputer jinjing. “Laptop itu tidak ada mesinnya,” katanya. “Ruang yang kosong digunakan untuk menyembunyikan sabu.”
Berdasarkan catatan perjalanan dalam paspol Majid sudah
sering keluar-masuk Indonesia. Polisi menduga lelaki itu bagian dari jaringan pengedar narkoba internasional.
Sementara itu, di Pondok Gede, Bekasi, Direktorat Tindak Pidana Narkoba menyita 104,7 kilogram ganja dan seorang pengedar bernama Indra Fahmi, 32 tahun. “Tersangka ditangkap di rumahnya, Jalan Raya Hankam, Pondok Gede,” kata Arman.
Arman menjelaskan, penangkapan Indra itu berawal dari penangkapan dua tersangka, yaitu Rayendra Pratama, 31 tahun, dan Irmayanthi Muis, 29 tahun. Dari merekalah polisi mendapatkan identitas Indra. “Kami masih memburu dua tersangka yang diduga sebagai pemasok ganja kepada Indra,” tuturnya.
• AFRILIA SURYANIS
Sumber : republika/tangsel pos