logicb0x
Member
Lombok Tengah – Penyaluran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, kembali menjadi sorotan. Orang tua murid mengeluhkan kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa, yang diduga tidak layak konsumsi.
Keluhan tersebut muncul setelah ditemukan buah yang sudah membusuk serta roti berjamur dalam paket MBG yang diterima siswa di SDN 03 Pejanggik dan RA Pemban Adjie Pejanggik. Temuan ini disampaikan oleh salah satu orang tua murid melalui rekaman video yang beredar dan diterima Media Korancepat.com pada Selasa (30/12/2025).
Dalam pernyataannya, orang tua murid tersebut meminta pihak sekolah agar lebih aktif melakukan pengecekan terhadap makanan sebelum diberikan kepada anak-anak. Ia menilai pengawasan dari guru sangat diperlukan untuk memastikan makanan yang dibagikan benar-benar layak dan aman dikonsumsi.
Ia juga berharap pihak sekolah dapat menyampaikan teguran kepada pihak dapur atau penyedia MBG agar lebih memperhatikan kualitas dan kebersihan makanan yang disalurkan. Menurutnya, kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Keluhan ini disampaikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian orang tua terhadap kesehatan anak-anak, agar program MBG dapat berjalan sesuai tujuan tanpa menimbulkan risiko bagi penerima manfaat.
Sumber: https://www.wartamataram.com/sppg-desa-pejanggik-loteng-salurkan-makanan-yang-tidak-layak/
Keluhan tersebut muncul setelah ditemukan buah yang sudah membusuk serta roti berjamur dalam paket MBG yang diterima siswa di SDN 03 Pejanggik dan RA Pemban Adjie Pejanggik. Temuan ini disampaikan oleh salah satu orang tua murid melalui rekaman video yang beredar dan diterima Media Korancepat.com pada Selasa (30/12/2025).
Dalam pernyataannya, orang tua murid tersebut meminta pihak sekolah agar lebih aktif melakukan pengecekan terhadap makanan sebelum diberikan kepada anak-anak. Ia menilai pengawasan dari guru sangat diperlukan untuk memastikan makanan yang dibagikan benar-benar layak dan aman dikonsumsi.
Ia juga berharap pihak sekolah dapat menyampaikan teguran kepada pihak dapur atau penyedia MBG agar lebih memperhatikan kualitas dan kebersihan makanan yang disalurkan. Menurutnya, kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Keluhan ini disampaikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian orang tua terhadap kesehatan anak-anak, agar program MBG dapat berjalan sesuai tujuan tanpa menimbulkan risiko bagi penerima manfaat.
Sumber: https://www.wartamataram.com/sppg-desa-pejanggik-loteng-salurkan-makanan-yang-tidak-layak/