Perpecahan Ketua KPK

spirit

Mod
Akbar Faisal: Informasi Itu dari Dalam

1558211620X310.jpg

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Hanura, Akbar Faisal, menyatakan, informasi soal perpecahan di tubuh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ada benarnya. Informasi itu menyebutkan, perpecahan terjadi akibat perdebatan untuk menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng sebagai tersangka.

Akbar mendapatkan informasi soal perpecahan pimpinan KPK dari dalam lembaga tersebut. Akbar mengenal dekat Ketua KPK Abraham Samad karena sama-sama berasal dari Makassar dan pekerjaannya sebelumnya sebagai wartawan.

Menurut Akbar, masuk akal jika Abraham marah sehingga membanting kursi dan meja karena ada pimpinan KPK lain yang mencoba menghalangi keputusan KPK menjadikan Anas dan Andi sebagai tersangka.

”Saya mengenal Abraham sebagai orang paling keras kepala yang saya kenal,” kata Akbar yang menjadi pembicara Forum Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah, di Jakarta, Kamis (26/1/2012).

Akbar enggan mengungkap siapa sumber informasinya dari dalam KPK. Namun, sebagai mantan wartawan, Akbar yakin informasi yang dia peroleh benar.

Apalagi, lanjut Akbar, dia juga pernah mendapat informasi soal perpecahan serupa di kalangan pimpinan KPK terkait kasus skandal Bank Century.

”Waktu itu ada pimpinan KPK yang bilang kepada Abraham agar jangan mengikuti kemauan politikus DPR dalam kasus Century karena menganggap DPR punya agenda,” kata Akbar.


kompas
 
Penasehat KPK Sarankan Abraham Umumkan Tersangka Bersama Pimpinan lain

Abraham-Samad-luar.jpg

Sejak pertama kali menjabat sebagai Ketua KPK, Abraham Samad selalu mengumumkan tersangka baru dengan gaya 'solonya'. Penasehat KPK Said Zainal Abidin menyarankan Abraham agar berbicara ke publik bersama pimpinan lainnya, mengingat pimpinan bersifat kolektif kolegial.

"Saya akan sarankan kepada pak Abraham agar nanti, dalam mengumumkan tersangka, bersama dengan pimpinan lainnya," papar Said dalam perbincangan kepada detikcom, Sabtu (4/2/2012).

Penetapan tersangka baru, merupakan hasil keputusan bersama dalam gelar perkara antara pimpinan KPK dengan satgas penyidik/penyelidik yang menangani kasus terkait. Said akan mengirimkan surat kepada Abraham dan pimpinan lain, agar tampil bersama di depan publik, karena penetapan tersangka baru juga merupakan hasil keputusan bersama.

"Nanti saya akan kirimkan melalui email," ujar Said.

Meski begitu, Said tidak menilai sikap Abraham yang turun sendirian untuk mengungkapkan tersangka baru sebagai sesuatu yang perlu disorot. Menurutnya, pada saat mengumumkan Miranda Gultom sebagai tersangka dan juga Angelina Sondakh pada Jumat (3/2) kemarin, empat pimpinan lain sedang berhalangan.

"Para pimpinan lain sedang memiliki tugas di luar. Bahkan pak Bambang masih di Moscow bersama pak Johan (Johan Budi SP, Jubir KPK-red)," terang Said.

Ketua KPK Abraham Samad tampil seorang diri saat mengumumkan status Angelina Sondakh sebagai tersangka dalam kasus wisma atlet. Hal serupa terjadi pada saat dia mengumumkan Miranda S Gultom sebagai tersangka kasus cek pelawat.

Bahkan, pada Kamis (3/2) kemarin, dia tak segan mendatangi langsung ruang wartawan sekadar hanya untuk memberi tahu bakal ada konferensi pers soal kasus wisma atlet..

Meski begitu, dia menegaskan bahwa aksi 'solo' nya tidak berhubungan perpecahan. Setiap keputusan yang diambil merupakan keputusan bersama. "Kita tetap menjalankan fungsi kolektif kolegial dalam pengambilan keputusan," tegasnya.


detik.com
 
Semoga isu perpecahan ini hanya sebatas isu saja, mau jadi apa negara ini kalau di KPK saja sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi sudah mulai ada gap dan perpecahan yang mungkin dilatarbelakangi oleh agenda dan kepentingan-2 lain selain kepentingan utama yaitu memberantas korupsi...
 
Salut untuk Pak Abraham Samad, sebagai sesama orang Makasar, beliau merasa wajib memperjuangkan harga diri sebagai perantau yang tangguh dan berani menantang ombak perpolitikan yang lumayan ganas ini.
 
Last edited by a moderator:
Salut untuk Pak Abraham Samad, sebagai sesama orang Makasar, beliau merasa wajib memperjuangkan harga diri sebagai perantau yang tangguh dan berani menantang ombak perpolitikan yang lumayan ganas ini.

benar den tapi Phinisi Nusantara saja diawaki oleh beberapa orang khan saat menembus samudera...
 
Back
Top