Dipi76
New member
Somalia Bajak Kapal RI, Para ABK Kritis
K20-11 | yuli | Senin, 11 April 2011 | 06:06 WIB
KOMPAS.com — Kondisi kesehatan 20 anak buah kapal MV Sinar Kudus dari Indonesia yang dibajak di Somalia, Afrika, terus melemah. Bahkan, 14 awak kapal dikabarkan drop dan seorang di antaranya perlu perawatan.
Kabar perkembangan terakhir ini didapat setelah Masbukhin, salah satu anak buah kapal (ABK) yang disandera, menghubungi keluarganya di Kediri, Jawa Timur, Minggu (10/4/2011) petang.
Dari percakapan itu, Masbukhin yang merupakan Muallim 1 menginformasikan bahwa kondisi kapal dan awak kapal semakin kritis. "Rata-rata karena tekanan psikis serta minimnya makanan dan bahan bakar," tutur Feby Susilo, adik ipar Masbukhin yang menerima telepon tersebut.
Bahkan, seorang di antaranya, yaitu Slamet Riyadi (58), harus mendapatkan perawatan lebih karena sudah tidak mampu lagi berjalan.
"Karena kondisinya itu, Pak Slamet dirawat di dek kapal paling bawah," imbuh Feby. Oleh sebab itu, di akhir percakapan, Masbukhin berkeinginan agar kesepakatan dari negosiasi dipercepat.
Selain itu, ia juga berharap pemerintah tidak menggunakan aksi militer demi keselamatan para awak. "Harapannya, ini segera berakhir tanpa ada aksi militer," ujar Feby.
Seperti diberitakan, pada 16 Maret lalu, kapal bermuatan nikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dengan tujuan Rotterdam, Belanda, dibajak perompak di perairan Arab. Awalnya, para perompak meminta tebusan 2,6 juta dollar AS. Tebusan kemudian bertambah menjadi 3,5 juta dollar AS.
===================
Warga Indonesia Disandera
Perompak Somalia Menaikkan Nilai Tebusan
K20-11 | Nasru Alam Aziz | Sabtu, 9 April 2011 | 15:09 WIB
KEDIRI, KOMPAS.com - Perompak Kapal MV Sinar Kudus menaikkan permintaan tebusan kepada pemilik kapal, PT Samudera Indonesia, untuk membebaskan 20 awak kapal yang disandera. Nilai tebusan dinaikkan karena pemilik kapal tak kunjung membayar sesuai permintaan perompak.
Semula, perompak meminta tebusan 2,6 juta dollar AS, yang kemudian dinaikkan menjadi 3,5 juta dollar AS. "Sementara pihak perusahaan hanya kuat membayar 1,070 dollar," ujar Yunita (35), istri Masbukhin (37), awak MV SinarKudus asal Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/4/2011).
Yunita mengetahui hal tersebut dari kabar yang ia peroleh dari perusahaan yang telah mengontak suaminya tiga kali. Menurut ibu dua anak itu, beberapa kali suaminya menjalin kontak.
Dari kontak yang dilakukan sembunyi-sembunyi itu, Masbukhin mengabarkan situasi selama ditawan sejak 16 Maret 2011 pukul 14.27 WIB."Di sana ada 20 awak kapal yang kesemuanya dari Indonesia. Saat ini situasinya semakin kritis karena ketersediaan air bersih, makanan, dan bahan bakar sudah menipis," kata Yunita, menceritakan kabar terakhir dari suaminya, Kamis (7/4/2011).
MV Sinar Kudus yang mengakut kargo berisi ferronikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menuju Rotterdam, Belanda. Kapal dibajak di semenanjung Somalia.
Sumber: Kompas
-dipi-
K20-11 | yuli | Senin, 11 April 2011 | 06:06 WIB
KOMPAS.com — Kondisi kesehatan 20 anak buah kapal MV Sinar Kudus dari Indonesia yang dibajak di Somalia, Afrika, terus melemah. Bahkan, 14 awak kapal dikabarkan drop dan seorang di antaranya perlu perawatan.
Kabar perkembangan terakhir ini didapat setelah Masbukhin, salah satu anak buah kapal (ABK) yang disandera, menghubungi keluarganya di Kediri, Jawa Timur, Minggu (10/4/2011) petang.
Dari percakapan itu, Masbukhin yang merupakan Muallim 1 menginformasikan bahwa kondisi kapal dan awak kapal semakin kritis. "Rata-rata karena tekanan psikis serta minimnya makanan dan bahan bakar," tutur Feby Susilo, adik ipar Masbukhin yang menerima telepon tersebut.
Bahkan, seorang di antaranya, yaitu Slamet Riyadi (58), harus mendapatkan perawatan lebih karena sudah tidak mampu lagi berjalan.
"Karena kondisinya itu, Pak Slamet dirawat di dek kapal paling bawah," imbuh Feby. Oleh sebab itu, di akhir percakapan, Masbukhin berkeinginan agar kesepakatan dari negosiasi dipercepat.
Selain itu, ia juga berharap pemerintah tidak menggunakan aksi militer demi keselamatan para awak. "Harapannya, ini segera berakhir tanpa ada aksi militer," ujar Feby.
Seperti diberitakan, pada 16 Maret lalu, kapal bermuatan nikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dengan tujuan Rotterdam, Belanda, dibajak perompak di perairan Arab. Awalnya, para perompak meminta tebusan 2,6 juta dollar AS. Tebusan kemudian bertambah menjadi 3,5 juta dollar AS.
===================
Warga Indonesia Disandera
Perompak Somalia Menaikkan Nilai Tebusan
K20-11 | Nasru Alam Aziz | Sabtu, 9 April 2011 | 15:09 WIB
KEDIRI, KOMPAS.com - Perompak Kapal MV Sinar Kudus menaikkan permintaan tebusan kepada pemilik kapal, PT Samudera Indonesia, untuk membebaskan 20 awak kapal yang disandera. Nilai tebusan dinaikkan karena pemilik kapal tak kunjung membayar sesuai permintaan perompak.
Semula, perompak meminta tebusan 2,6 juta dollar AS, yang kemudian dinaikkan menjadi 3,5 juta dollar AS. "Sementara pihak perusahaan hanya kuat membayar 1,070 dollar," ujar Yunita (35), istri Masbukhin (37), awak MV SinarKudus asal Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/4/2011).
Yunita mengetahui hal tersebut dari kabar yang ia peroleh dari perusahaan yang telah mengontak suaminya tiga kali. Menurut ibu dua anak itu, beberapa kali suaminya menjalin kontak.
Dari kontak yang dilakukan sembunyi-sembunyi itu, Masbukhin mengabarkan situasi selama ditawan sejak 16 Maret 2011 pukul 14.27 WIB."Di sana ada 20 awak kapal yang kesemuanya dari Indonesia. Saat ini situasinya semakin kritis karena ketersediaan air bersih, makanan, dan bahan bakar sudah menipis," kata Yunita, menceritakan kabar terakhir dari suaminya, Kamis (7/4/2011).
MV Sinar Kudus yang mengakut kargo berisi ferronikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menuju Rotterdam, Belanda. Kapal dibajak di semenanjung Somalia.
Sumber: Kompas
-dipi-
