World Voice 4 USA.

Hacker4Cheater

New member
WASHINGTON (Berita SuaraMedia)

Pidato Presiden AS Barack Obama adalah sebuah perjudian ringan dari seorang pria yang memiliki pembawaan tenang. Rencana Obama untuk mengirimkan 30.000 orang tambahan pasukan bertujuan untuk menundukkan Taliban, sementara pasukan Afghanistan diperkuat sehingga Amerika pada akhirnya dapat menarik diri sebelum keadaan berubah menjadi buruk. Hal itu boleh jadi merupakan hal yang cukup baik bagi para pemilih AS untuk tahun 2012 mendatang. Jika menilik ulang pidato Presiden Bush untuk mengirimkan tambahan kekuatan ke Irak pada bulan Januari 2007, terlihat jelas betapa pidato tersebut benar-benar diucapkan dengan hati. Obama tidak mampu melakukan hal semacam itu ketika diharuskan berhadapan dengan konflik bersenjata. Obama jelas tidak menyukai peperangan, namun dia diharuskan untuk meyakinkan orang-orang bahwa perang tersebut dapat dimenangkan AS. Pidatonya di West Point juga tidak mendekati hal itu. Pidato tersebut licin dan dipoles dengan baik, serta menggambarkan nilai-nilai Amerika, namun pidato tersebut tidak mampu membakar semangat para pendengarnya dan menegaskan bahwa AS telah melakukan hal yang benar.
Kesalahan-kesalahan Bush berpengaruh besar terhadap masalah di Afghanistan, ketika segenap sumber daya dan perhatian AS dialihkan ke Irak. Setelah itu, kredibilitas Bush hancur berkeping-keping, namun ketika seluruh dunia dan bahkan negaranya sendiri menentang tindakannya, Bush terus menggenggam erat senjatanya, dan hal itu bekerja dengan cukup baik, meski ada faktor keberuntungan dengan bantuan suku di Anbar. Sementara Obama terus saja bimbang diantara dua pilihan.
Dalam beberapa pekan ke depan, Obama dan para penasehatnya harus meyakinkan AS, para keluarga pasukan Inggris yang bertempur dan kehilangan nyawa di provinsi Helmand, serta para sekutu NATO yang masih menahan langkah, bahwa mereka harus meyakini perang yang mereka kumandangkan sendiri.
Keputusan penambahan pasukan ke Afghanistan tentu sulit mendapatkan pembenaran, khususnya dengan asumsi biaya satu juta dollar per tahun yang harus dikeluarkan untuk satu orang prajurit.


AS tengah berada dalam keadaan bangkrut.

Tanpa meminjam uang setiap hari dari China dan negara-negara lain, AS tidak akan mampu bertahan. Jika keadaan terus berlanjut, AS mungkin harus meminjam uang ke Dubai. California adalah contoh pertama negara bagian yang gagal di AS.
Dapat disimpulkan bahwa satu-satunya alasan pengiriman pasukan tersebut adalah untuk menghamburkan uang. Tidak ada alasan jelas mengapa Presiden Obama dan pemerintahannya ingin menghamburkan miliaran dollar untuk Halliburton, Xe (dulunya Blackwater), KBR dan seluruh tukang keruk laba yang bukan hanya masih beroperasi di Irak, namun juga siap untuk mengeruk miliaran dollar lagi di Afghanistan dan Pakistan.
Obama mencoba mengesankan bahwa pengiriman tersebut memiliki sebab moral dan bahwa AS harus mempraktikkan moralitas mereka sendiri untuk meraih kemenangan. Obama memperlihatkan sikap yang mirip dengan pendahulunya (Bush) ketika ia menyatakan, "Dan kami harus menjelaskan kepada setiap pria, wanita, dan anak-anak di seluruh dunia yang masih hidup di bawah awan gelap tirani, bahwa AS akan berbicara atas nama hak asasi manusia, dan akan menghadirkan kebebasan, keadilan dan peluang, serta menghormati harkat martabat semua orang. Itulah kami."
Obama telah meneruskan banyak taktik mata-mata era Bush, ditambah dengan berbagai kebijakan lainnya, Obama juga tidak memiliki kebijakan imigrasi yang efektif dan adil. Ditambah lagi dengan perkataan, "Kami tidak hendak menjajah negara lain. Kami tidak akan mengklaim sumber daya negara lain atau menarget orang-orang atas dasar keyakinan atau etnis," dengan mimik muka serius, semakin menunjukkan sikap yang meniru Bush.
Karena, diusut atau tidak, AS memang telah menjajah negara-negara lain selama hampir satu dekade, tanpa menunjukkan tanda-tanda akhir peperangan.
Perang tersebut kini menjadi perang Partai Demokrat dan Perang Presiden Obama. Perang tersebut dapat diakhiri dengan mudah, semudah mengawalinya, jika memang ada kemauan untuk melakukan hal tersebut.
Pengiriman 30.000 orang tambahan pasukan ke Timur Tengah tampaknya amat kontraproduktif. Dengan jenderal lapangan yang sama, medan tempur yang sama, gurun yang berbeda, tujuan yang sama-sama kabur.
Satu-satunya cara untuk mendapatkan kemajuan di Afghanistan dan Pakistan adalah jalan pulang bagi pasukan AS. :finger:.
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

KABUL (Berita SuaraMedia)

Sebuah kesepakatan Departemen Luar Negeri dapat membantu kontraktor "keamanan" AS, Blackwater, kembali menjadi perusahaan keamanan terdepan, sebuah laporan menyebutkan. Kontraktor yang kini beroperasi dengan nama "Xe Services LLC" kemungkinan akan memperoleh sebuah kontrak bernilai satu miliar dolar dari Departemen Luar Negeri AS untuk melatih pasukan polisi nasional Afghanistan.
"Ada proses kontrak yang terlibat di sini dan perusahaan yang memenuhi kualifikasi untuk melakukannya, untuk menyediakan jasa tersebut, bebas untuk melakukannya," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri, PJ Crowly.
Perusahaan keamanan itu terkenal melakukan pembunuhan atas lusinan warga sipil Irak di bulan September 2007. Perusahaan yang dipimpin oleh seorang evangelis Kristen terkemuka dan dicurigai terlibat dalam sejumlah pembunuhan dan pengeboman di Irak, Pakistan, dan Afghanistan ini kemudian mengubah namanya menjadi "Xe Services LLC".
Meskipun beberapa personel keamanannya didakwa melakukan pembunuhan massal, Hakim Distrik AS Ricardo Urbina baru-baru ini membatalkan semua dakwaan. Ricardo berdalih bahwa para personel Blackwater dijanjikan kekebalan penuh untuk aksi-aksi mereka di Irak oleh pemerintah AS dan karena itu testimoni mereka yang mengkonfirmasi pembunuhan tidak dapat digunakan melawan mereka secara hukum.
Dua mantan personel Blackwater tahun lalu juga telah didakwa membunuh dua warga sipil Afghan di Kabul.
Sejak insiden Irak, Blackwater telah menggeser operasinya ke pelatihan, penerbangan, dan logistik.
Laporan dari The Associated Press menyebutkan bahwa Blacwater juga memberikan dukungan logistik di pangkalan pesawat tanpa awak AS di Pakistan, yang digunakan untuk melakukan serangan rudal ke wilayah perbatasan negara tersebut. Soal ini, dikonfirmasi oleh seorang agen CIA dan mantan pimpinan intelijen Pakistan Asad Durani, disiapkan untuk memicu kemarahan di dalam negeri Pakistan yang telah kehilangan ratusan warga sipil dalam operasi tersebut.
"Blackwater berhasil meloloskan diri dengan pembunuhan yang dilakukannya selama bertahun-tahun," ujar Edward Spannaus dari majalah berita mingguan AS, Executive Intelligence Review. "Sebuah penyelidikan kongresional beberapa tahun lalu menemukan bahwa terdapat 200 insiden di mana Blackwater melepaskan tembakan dalam perilaku yang tidak dapat dibenarkan."
Departemen Luar Negeri yang memutuskan tidak menyewa perusahaan itu lagi setelah kontraknya habis tahun 2009, tampaknya mengakui kecaman keras dari dalam dan luar negeri terhadap perusahaan itu. Namun, Blackwater telah diberi kontrak sementara yang dapat berlaku hingga setahun lagi sampai diperoleh kontraktor baru.
Bagaimanapun, militer AS sangat bergantung pada bantuan perusahaan itu di lapangan. Badan Penelitian Kongresional melaporkan bahwa kontraktor itu membentuk 53% dari total angkatan kerja Pentagon di Irak dan Afghanistan.
"Orang-orang tidak menyadari. Ketika kita berbicara tentang peningkatan jumlah tentara hingga 40.000 di Afghanistan, bersama dengan itu terjadi penambahan kontraktor swasta sebanyak 40-50.000 orang," ujar Spannaus.
Sementara itu, majalah kiri AS, The Nation, melaporkan bulan lalu bahwa terlepas dari kritik tajam Senator Obama dan Clinton terhadap penggunaan personel Blackwater oleh pemerintahan Bush, pemerintahan presiden Obama dan Menteri Luar Negeri Clinton kini lebih banyak memakai jasa personel Blackwater, yang kini berganti nama menjadi Xe Services LLC, di Afghanistan dan Pakistan, memberikan mereka sejumlah kontrak keamanan. :finger:[COLOR=#000000 ! important][/COLOR]
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

BEIJING (Berita SuaraMedia)

Pada hari Senin, pemerintah China menuding lembaga laporan kongres AS telah menyusun laporan yang bias, mengatakan bahwa pemerintah China diduga kuat sengaja membobol jaringan komputer AS untuk mengumpulkan data yang berguna bagi militer negara tirai bambu tersebut. Dalam laporan tahun 2011 yang disampaikan kepada kongres minggu lalu, komisi peninjau ulang kebijakan keamanan dan ekonomi AS - China mengatakan bahwa ada banyak bukti kuat yang mengindikasikan keterlibatan pemerintah China dalam kegiatan mata-mata cyber tersebut.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang, mengatakan bahwa laporan tersebut hanyalah sebuah pemelintiran fakta yang ditujukan untuk menyerang China.
"Laporan ini benar-benar mengabaikan fakta, penuh bias dan mengandung motif tersembunyi," kata Qin dalam sebuah pernyataan singkat yang dipajang di situs Kementerian Luar Negeri China, tidak sampai satu minggu setelah Presiden Barack Obama merampungkan kunjungan resmi pertamanya ke China.
"Kami menyarankan kepada komisi semacam ini untuk tidak selalu memandang buruk China, dan tidak lagi mencampuri kebijakan internal China dan merusak hubungan China dan AS," tambahnya.
Pemerintah China membantah tudingan-tudingan tersebut.
Komisi AS yang memiliki 12 orang anggota tersebut didirikan pada tahun 2000 untuk menganalisis implikasi dari perdagangan dengan China yang terus tumbuh.
Beijing telah mulai memperluas kekhawatiran keamanan nasional terhadap kemungkinan bentrokan di Selat Taiwan, serta berbagai permasalahan di sekitar perbatasannya, demikian disebutkan dalam laporan setebal 367 halaman tersebut.
China merupakan negara yang paling agresif dalam melancarkan kegiatan spionase terhadap AS, kegiatan mata-mata tersebut difokuskan pada pengumpulan data dan cara untuk membantu perkembangan ekonomi dan modernisasi militer, tambah laporan tersebut.
Harian Independent Inggris beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa pemerintah China berada di bawah tekanan untuk menjawab tudingan bahwa pihaknya telah menjalankan jaringan besar mata-mata dunia maya yang meretas data-data rahasia yang tersimpan dalam komputer di 104 negara dan memonitor korespondensi yang dikirimkan oleh Dalai Lama.
Para peneliti di Inggris dan Kanada mengungkapkan keberadaan jaringan GhostNet yang bertugas mengumpulkan informasi dari pemerintah dan organisasi-organisasi swasta. Sejumlah peneliti mengatakan bahwa meski tidak ada bukti meyakinkan mengenai keterlibatan pemerintah China, namun banyak pihak lain yang secara langsung menuding pemerintah China.
Para pakar mengatakan bahwa besarnya jaringan tersebut benar-benar mengejutkan. Para peneliti mengatakan bahwa jaringan tersebut telah memata-matai isi komputer milik pemerintah-pemerintah di Eropa dan Asia Selatan, mempergunakan perangkat lunak yang canggih, jaringan tersebut mampu menyalakan fungsi kamera dan perekam suara dari sebuah komputer yang telah diretas, membuat mereka dapat melihat dan mendengar apa saja yang terjadi di sebuah ruangan.
Sekitar 1.300 unit komputer ditemukan telah berhasil dibobol. Komputer-komputer tersebut adalah milik kementerian luar negeri Iran, Bangladesh, Latvia, Indonesia, Filipina, Brunei, Barbados, dan Bhutan. Sistem komputer yang telah dibobol juga ditemukan di kedutaan besar India, Korea Selatan, Indonesia, Rumania, Thailand, Taiwan dan Pakistan.
Bukti yang paling banyak ditemukan adalah pada komputer-komputer yang dipergunakan oleh kantor Dalai Lama dan pemerintah Tibet yang terasing, yang berada di kota Dharamsala, Himalaya.
Kantor Dalai Lama awalnya mengontak para peneliti untuk membantu mereka di tengah kekhawatiran mengenai komputer-komputer mereka. Setelah memeriksa komputer-komputer tersebut, para peneliti menemukan bukti dari sebuah jaringan mata-mata yang lebih luas.
Pada tahun 2007, Inggris menuding China telah melakukan tindak mata-mata cyber terhadap perusahaan-perusahaan dan bank-bank besar.:finger:[COLOR=#000000 ! important][/COLOR]
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

BEIJING (Berita SuaraMedia)

Pemerintahan Obama akan tetap pada pendiriannya dan melanjutkan penjualan senjata kepada Taiwan, meski baru-baru ini menerima gelombang protes kemarahan dari para pejabat pemerintahan China, demikian kata seorang pejabat AS pada hari Selasa waktu setempat.
Raymond Burghardt, nama pejabat tersebut, adalah ketua Institut Amerika di Taipei, kedutaan de facto AS di Taiwan.
Berbicara dari kediamannya di Hawaii, Burghardt mengatakan bahwa penjualan senjata ke Taiwan merupakan hal yang sejalan dengan kebijakan Presiden Obama, seperti yang selama ini dikatakan oleh para staf Gedung Putih. "Tidak ada orang yang harus dikejutkan ketika kami melakukannya," kata Burghardt.
Burghardt menolak mengungkapkan apakah Presiden Obama akan memberitahu Kongres mengenai penjualan senjata tersebut. Hubungan antara AS dengan Taiwan, negara yang dianggap oleh China sebagai provinsi pembelot, menjadi salah satu isu diplomatis yang paling rentan dalam hubungan Beijing dan Washington. AS selama ini tidak menentukan posisi mengenai status kedaulatan Taiwan, AS hanya mengakui bahwa Beijing mengklaim bahwa hanya ada satu China.
Dalam sepekan terakhir, para pejabat pemerintahan China dan organisasi pemberitaan merasa marah terhadap laporan yang menyebutkan bahwa pemerintahan Obama mungkin saja memberitahu Kongres AS mengenai penjualan senjata ke Taiwan.
Pemberitahuan merupakan langkah terakhir dalam proses penjualan senjata. Para perwakilan AS yang berada di China mengatakan bahwa negeri tirai bambu tersebut bisa sajamemutuskan hubungan militer dengan ASjika pemerintah AS memutuskan untuk menyampaikan pemberitahuan kepada Kongres.
Ketika Pentagon, dalam masa pemerintahan Bush, pada bulan Oktober 2008 silam mengumumkan bahwa pihaknya akan menjual persenjataan senilai $6,5 miliar kepada Taiwan, China langsung membekukan hubungan militer negaranya dengan AS. Hubungan tersebut tetap dibekukan dan baru mencair ketika Menteri Luar Negeri AS, Hillary Rodham Clinton, mengunjungi Beijing pada bulan Februari silam.
Kemungkinan penjualan jet tempur canggih F-16 kepada Taiwan menjadi sebuah tanda tanya yang paling besar. Para pejabat pemerintahan Presiden Ma Ying-jeou menyampaikan keinginan untuk membeli pesawat tempur tersebut. Taiwan memiliki model pesawat yang lebih tua yang dibeli pada tahun 1992 lalu. Pada tahun 2008, AS membatalkan kesepakatan penjualan 66 pesawat F-16 kepada Taiwan setelah China menentang keras penjualan tersebut. Burghardt mengatakan bahwa penjualan F-16 tengah dipelajari.
Pada tanggal 9 Mie lalu, Robert Kovac, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Gedung Putih tengah bersiap menyampaikan pemberitahuan kepada Kongres mengenai paket penjualan senjata, termasuk diantaranya desain kapal selam diesel dan helikopter Black Hawk UH-60.
Di situs internetnya, majalah Foreign Policy, memberitakan bahwa proses penjualan senjata kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat.
Pada hari Rabu (22/06), para pejabat pemerintahan China mengecam kemungkinan adanya penjualan senjata. "China menentang keras penjualan senjata AS ke Taiwan," kata Jiang Yu, juru bicara wanita Kementerian Luar Negeri China.
Edisi bahasa Inggris dari surat kabar Global Times memajang tajuk utama yang membuat gerah para pejabat AS di Beijing pasca Presiden Obama menerima anugerah Nobel Perdamaian. Tajuk Utama Global Times berbunyi: "Pemenang Nobel Perdamaian Akan Menjadi Pedagang Senjata."
Bulan lalu, sebelum Obama melakukan kunjungan ke China, pejabat senior Gedung Putih mulai menjabarkan rencana pemerintah AS terhadap Taiwan. Jeffrey Bader, direktur senior urusan Asia Timur dalam Dewan Keamanan Nasional, dalam sebuah pidato di Brookings Institution pada awal bulan November lalu mengatakan bahwa penjualan senjata ke Taiwan akan dilanjutkan.
Penjualan senjata AS ke Taiwan diatur dalam undang-undang hubungan dengan Taiwan pada tahun 1979. Undang-undang tersebut diloloskan setelah AS menjalin hubungan diplomatis dengan Republik Rakyat China. Dalam undang-undang tersebut, dinyatakan bahwa pemerintah AS bersedia menjual persenjataan kepada Taiwan untuk dipergunakan dalam upaya membela diri.
Burghardt mengatakan bahwa dalam paket penjualan tersebut, akan disertakan peluru kendali Patriot, yang sebenarnya turut disertakan dalam paket penjualan tahun 2008.
Sebagian besar persenjataan dalam paket tersebut telah disetujui penjualannya pada bulan April 2001. Namun, karena alasan politik dalam negeri, pemerintah Taiwan membutuhkan waktu lama untuk menghimpun dana, kata Burghardt.:finger:[COLOR=#000000 ! important][/COLOR]
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

SEOUL (Berita SuaraMedia)

Tawaran Washington baru-baru ini untuk merayu Korea Utara untuk kembali ke perundingan pelucutan senjata nuklir termasuk sebuah surat pribadi kepada pemimpin Kim Jong Il yang ditulis oleh Presiden Barack Obama, ujar seorang pejabat senior AS.
Utusan Stephen Bosworth membawa surat tersebut ke Pyongyang pekan lalu, menyerahkannya kepada para pejabat Korea Utara selama pembicaraan bilateral pertama pemerintahan Obama sejak menjabat sebagai presiden AS, kata pejabat di Washington.
Pejabat, yang pada hari Selasa berbicara dengan syarat anonimitas karena sifat diplomasi yang sensitif, tidak akan menjelaskan isi surat itu, tetapi mengatakan itu akan sesuai dengan pesan umum Bosworth.
"Korea Utara punya pilihan: meneruskan dan isolasi yang lebih jauh atau mengambil manfaat untuk kembali ke pembicaraan enam pihak dan pembongkaran program senjata nuklir mereka," kata pejabat itu. Pejabat tersebut tidak tahu apakah Kim telah menjawab surat itu.
Bosworth tidak bertemu Kim selama perjalanan tiga hari itu. Tapi setelah meninggalkan Pyongyang, dia mengatakan ia menyampaikan pesan Obama bahwa AS siap bekerja sama dengan sekutu-sekutunya untuk menawarkan "masa depan yang berbeda" bagi Korea Utara jika Pyongyang memilih untuk bergabung kembali dengan perundingan pelucutan senjata dan mengambil langkah-langkah menuju pembongkaran program atom mereka.
Baik Washington maupun Pyongyang setuju pada kebutuhan untuk melanjutkan perundingan yang terhenti itu namun Utara tidak membuat komitmen yang kuat pada saat itu untuk akan bergabung kembali ke dalam perundingan.
Di tengah kesibukan diplomasi pelucutan senjata, China, wapres Xi Jinping dijadwalkan untuk mengunjungi Korea Selatan pada hari Rabu untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Lee Myung-bak dan pejabat Korea Selatan. Xi dan Lee diperkirakan akan membahas Korea Utara pada hari Kamis.
Secara terpisah, Utusan kepala nuklir Korea Selatan, Wi Sung-lac, berencana untuk berangkat ke Moskow hari Rabu ini untuk berkonsultasi dengan pejabat Rusia mengenai program nuklir Korea Utara, Menteri Luar Negeri Yu Myung-hwan kepada para wartawan pada hari Rabu.
Kesibukan perjalanan menyusul adanya laporan bahwa Kim menderita laringitis kronis - mungkin karena merokok dan minum berlebihan - dan ia tidak dapat bekerja tanpa istirahat setiap dua hari.
Penyakit itu memburuk bulan lalu, meskipun pemimpin berusia 67 tahun itu semakin pulih dari dugaan stroke dan penyakit ginjal tahun lalu, menurut laporan Radio Terbuka yang berbasis Seoul untuk Korea Utara, stasiun radio yang mengkhususkan diri dalam berita Korea Utara.
Stasiun itu mengutip "sumber tingkat tinggi" tak dikenal di Utara. Para pejabat Korea Selatan tidak bisa mengkonfirmasi laporan itu.
Kesehatan Kim mempunyai implikasi keamanan di luar Semenanjung Korea karena kekhawatiran perebutan kekuasaan yang mungkin jika ia wafat tanpa menyebut nama seorang pengganti, sebuah skenario yang dapat mempengaruhi program-program nuklir Utara dan proses perlucutan senjata.
Proses perlucutan senjata telah menghasilkan pakta yang menjanjikan Korea Utara bantuan sangat dibutuhkan dan konsesi lainnya sebagai imbalan bagi langkah-demi-langkah perlucutan senjata. Namun, Pyongyang berjalan menjauh dari perundingan tahun ini dalam kemarahan atas Dewan Keamanan PBB yang mengutuk peluncuran roket secara luas dianggap sebagai uji coba dari teknologi rudal jarak jauh.
Dewan Keamanan PBB memperketat sanksi pada bulan Juni setelah Korea Utara melakukan uji coba nuklir bawah tanah, yang kedua, yang menyimpang dari larangan sebelumnya. Sanksi, yang ditujukan bagi Korea Utara untuk merombak program senjata nuklir, melarang negara dari mengembangkan program nuklir dan menjual senjata konvensional.
Utara mengatakan kepada Bosworth bahwa sanksi PBB dikenakan pada rezim komunis untuk menantang nuklir harus ditinggikan, Yonhap melaporkan hari Rabu.
Yu, menteri luar negeri, menegaskan bahwa sanksi akan tetap di tempatnya, sementara melakukan upaya-upaya diplomatik untuk menghidupkan kembali pembicaraan yang terhenti, mencatat kekuatan Amerika Serikat dan regional tidak akan memberikan imbalan Pyongyang hanya untuk kembali ke meja perundingan.
Utara melaporkan permintaan datang sementara pihak berwenang Thailand memeriksa 35 ton senjata yang disita dari pesawat kargo dimuat di Korea Utara, pada kasus perdagangan senjata ilegal terbaru Pyongyang yang melanggar sanksi PBB.
Pejabat Thailand menyita pesawat transport Ilyushin IL-76 pada hari Sabtu setelah pihak berwenang menemukan bahan peledak, granat roket dan komponen untuk rudal permukaan-ke-udara.
Korea Utara dipercaya untuk memperoleh penghasilan ratusan juta dolar setiap tahun dengan menjual rudal, bagian rudal dan senjata kepada negara-negara lain seperti Iran, Syiriah dan Myanmar. :finger:[COLOR=#000000 ! important][/COLOR]
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

SEOUL (Berita SuaraMedia)

Penguasa militer Korea Selatan sedang mencari tahu ke dalam tuduhan peretasan ke dalam rencana perang dan beberapa data militer yang diklasifikasikan pada hari Jumat, Yonhap News Agency Seoul melaporkan.
Insiden itu terjadi pada akhir bulan November ketika data di Rencana Operasional 5.027 Korea Selatan, sebuah kontingensi rencana perang yang dibuat oleh Korea Selatan dan AS dalam peristiwa invasi yang diasumsikan oleh Republik Rakyat Demokrat Korea (DPRK) atau yang dikenal dengan Korea Utara. OPLAN 5.027 memungkinkan untuk pengiriman hampir 700.000 pasukan AS ke semenanjung jika perang skala penuh pecah.
OPLAN diambil melalui Internet dari perangkat penyimpanan portabel yang digunakan seorang perwira militer untuk mentransfer data ke komputer dengan kabel, kata laporan itu mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya.
"Sebelas halaman slide Powerpoint menjelaskan rencana perang untuk mengunjungi perwira militer telah diretas, namun bukan seluruh isi dari rencana," kata seorang pejabat militer Korea Selatan seperti dikutip oleh Yonhap.
Dia menambahkan bahwa itu masih harus dikonfirmasi jika diperkirakan berasal dari DPRK.
Pada bulan Juli lalu, sejumlah website Korea Selatan dan Amerika adalah diretas oleh serangkaian serangan denial-of-service yang merata, yang oleh pihak intelijen berwenang di Seoul telah dihubungkan dengan personil militer khusus peretasan DPRK. Kepala mata-mata Korea Selatan menyalahkan pelayanan telekomunikasi Korea Utara untuk kejadian tersebut.
Namun, klaim ini diperdebatkan oleh banyak anggota parlemen partai oposisi, yang mengatakan tuduhan ini tidak didasarkan pada bukti yang kuat dan dengan demikian tidak bertanggung jawab.
Perwira militer itu akan dikenakan peringatan karena insiden seperti yang ditentukan oleh peraturan disiplin militer, kata Yonhap.
"Sebuah penyelidikan sedang berjalan untuk mengetahui seberapa banyak kebocoran itu akan mempengaruhi rencana militer kami," kata juru bicara Korsel kepada AFP. "Petugas yang bersangkutan akan didisiplinkan."
Para hacker menggunakan Internet Protocol di China untuk mengakses beberapa data militer terkait dengan Rencana Operasi 5.027, seorang juru bicara Korsel kepada AFP. "Pihak berwenang berusaha untuk mengetahui apakah Korea Utara terlibat," katanya, menambahkan.
Rencana itu juga menetapkan panduan masa perang pasukan dari kedua negara. Korea Selatan secara teknis masih berperang dengan Utara sejak perang 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.
Harian Chosun Ilbo mengatakan petugas dengan Komando Pasukan Gabungan telah menggunakan USB memory stick yang tidak aman untuk men-download rencana.
Korea Selatan percaya Korea Utara memiliki personil militer yang berspesialisasi di peretasan luar negeri dan akan mendirikan komando cyber militer sendiri pada 1 Januari.
Berdasarkan Pusat Penelitian No 110 di bawah Reconnaissance Bureau Staf Umum Angkatan Darat Korea Utara, unit hacking Korea Utara memiliki staf yang mengesankan, berbagai operasi, teknologi, dan cabang-cabang di luar negeri. Ada spekulasi bahwa 500-600 peretas bekerja di Korea Utara, termasuk Departemen Keamanan Negara.
Kim Heung-Kwang, mantan profesor di Universitas Teknologi Komputer Pyongyang, mengatakan, "Kami memiliki informasi bahwa unit hacking Korea Utara akan segera menyerang jaringan komputer di Korea Selatan, yang bisa menyebabkan database lembaga keuangan, Administrasi Tenaga Kerja Militer dan rumah sakit dan lembaga lain masuk ke dalam kekacauan. " :finger:
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

ISLAMABAD (Berita SuaraMedia)

AS pernah dijuluki sebagai setan besar oleh Ayatollah Khomeini. Menilik tren tersebut, tidak terlalu lama lagi AS akan mendapatkan sebutan yang serupa di Pakistan. Sejak AS memutuskan untuk melancarkan serangan mematikan melalui teror pesawat tanpa awak di Pakistan, ada banyak kecaman keras terhadap AS, dan kecaman tersebut semakin meluas.
Letupan amarah terhadap rancangan undang-undang bantuan luar negeri Kerry-Lugar memunculkan masalah tersebut ke permukaan.
Pada saat tancangan undang-undang tersebut dikeluarkan, hal tersebut merupakan penghinaan terhadap kedaulatan nasional, demikian kata seorang komandan korps. Kehormatan nasional Pakistan telah diserang. Tidak peduli apakah yang memberikan adalah satu-satunya negara superpower di dunia. Apapun tujuannya, hal tersebut telah meresahkan masyarakat sipil.
Kekalahan terhadap kekuatan-kekuatan anti-AS menjadi fakta bahwa AS tidak berkewajiban mengucurkan dana $7,5 miliar untuk Pakistan dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Seperti yang dikatakan oleh Senator Kerry, jika Pakistan tidak senang dengan berbagai persyaratan yang menyertai dana bantuan tersebut, mereka tinggal menolak dana tersebut. Ada banyak tempat dimana AS dapat menghabiskan dana tersebut.
Mengenai anti-Amerikanisme, tidak ada keraguan bahwa Al Qaeda dan Taliban berada di garis depan. Namun partai-partai sayap kanan juga tidak terlalu tertinggal di belakang. Dalam sebuah unjuk rasa yang baru-baru ini digelar di Pakistan, pria-pria memegang papan yel-yel yang bertuliskan: "Hancurkan, hancurkan Amerika!".
Sikap anti-AS juga telah mempengaruhi media elektronik. Teori-teori konspirasi yang melibatkan AS banyak dikumandangkan. Bahkan sejumlah tokoh terkemuka turut melakukan hal yang serupa.
Yang terbaru adalah Shamshad Ahmad, seorang mantan menteri luar negeri dan mantan duta besar Pakistan untuk PBB.
Dalam sebuah seminar yang mengangkat tema kedaulatan nasional di Karachi, Ahmad. Dia membahas tiga hal, pertama, AS tidak membantu Pakistan dalam perang dengan India pada tahun 1965. Hal ini mengaburkan fakta bahwa perang tersebut diawali oleh Pakistan dan bahwa persenjataan AS tidak boleh dipergunakan terhadap India.
Yang kedua, hal yang serupa terjadi pada perang Pakistan dengan India pada tahun 1971. Hal ini mengaburkan fakta bahwa peperangan tersebut dipicu oleh ambisi militer untuk menghapuskan hasil pemilihan umum dan meraih kekuasaan absolut.
Yang ketiga, AS mengabaikan Pakistan ketika Uni Soviet mundur dari Afghanistan pada tahun 1989. Hal ini mengaburkan fakta bahwa AS tidak menjamin keamanan Pakistan ketika berhadapan dengan musuh dari seluruh golongan.
Mantan menteri luar negeri Pakistan tersebut berkata: "AS telah memanfaatkan kami sebagai mata-mata di masa lalu demi memenuhi ambisi mereka, saat ini, kami dimanfaatkan sebagai tentara bayaran. Yang memanaskan keadaan di kawasan ini adalah intervensi AS, bukan Rusia."
Sejumlah analis politik mengikuti teori konspirasi mengenai serangan terhadap Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941, dan serangan 11 September 2001. Ahmad melakukan hal yang serupa dengan mengatakan bahwa invasi Soviet di Afghanistan pada penghujung tahun 1979 direncanakan oleh AS.
Ahmad mengatakan, "AS memikirkan dan merencanakan hal-hal yang ingin mereka raih dalam waktu 50 atau 60 tahun. Mereka sengaja menciptakan kekosongan di Afghanistan. Jadi, setelah melakukan manuver politik di Afghanistan, AS menciptakan cara untuk menghisap Uni Soviet ke dalam ruang hampa tersebut."
Ia menambahkan, AS membujuk Pakistan untuk berada di pihak mereka dengan mengatakan bahwa Uni Soviet hendak memenuhi ambisi czar untuk mendirikan pelabuhan air hangat. Setelah invasi Soviet, Jenderal Ziaul Haq mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan Barat, ia mengatakan bahwa ada kekaisaran jahat yang ingin mengambil alih Gwadar. Haq terkenal karena menolak tawaran paket bantuan sebesar $400 juta dari Presiden Jimmy Carter dan menyebutnya sebagai "kacang tanah". Namun ketika Presiden Ronald Reagan menawarkan bantuan sebesar $3,2 miliar, Haq tersenyum lebar.
Ahmad menambahkan bahwa AS memaksa Pakistan untuk memerangi perjuangan di Afghanistan demi memenuhi agenda Perang Dingin AS. "Dan apa yang didapatkan Pakistan? Yang ada hanyalah perkataan bahwa obat terlarang, persenjataan dan amunisi masih mengotori masyarakat kami."
Sebuah teori ultranasionalis yang semakin populer di Pakistan menyebutkan bahwa ada perdamaian di kawasan tersebut hingga AS datang mengacau pada bulan Oktober 2001. Kaum ultranasionalis juga mengemukakan beberapa teori pendorong.
Yang pertama, AS adalah dalang serangan 9/11 yang ditujukan kepada negaranya sendiri, hal itu dilakukan karena AS membutuhkan alasan untuk menyerbu Afghanistan dan mengendalikan akses terhadap gas alam. Yang kedua, bahwa Usama bin Laden tidak berada di balik peristiwa 9/11, ia adalah seorang agen AS yang dilatih dan dipersenjatai oleh CIA dan terbunuh pada bulan Desember 2001. Yang ketiga, kelompok yang bernama Al Qaeda tidak pernah ada. Keempat dan terakhir, Taliban sejatinya merupakan sekelompok orang yang cinta damai dan hanya berusaha membebaskan negara mereka dari belenggu penjajahan asing. :finger:
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

HANOI (Berita SuaraMedia)

Vietnam telah menandatangani kontrak senilai miliaran dollar untuk membeli kapal selam dan jet tempur dari Rusia. Keputusan tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Nguyen Tan di Moskow. Kesepakatan tersebut menjadikan Vietnam sebagai salah satu klien kunci dari industri perdagangan senjata Rusia.
Pembelian senjata tersebut dilakukan pada saat perselisihan seputar kedaulatan di Laut China Selatan – yang disebut Vietnam sebagai Laut Timur – semakin meningkat.
Vietnam, China dan negara-negara lain saling bersaing di kawasan tersebut. Persaingan tersebut bersumber dari potensi sumber daya alam berupa minyak bumi dan gas yang terkandung di wilayah tersebut.
"Vietnam telah menandatangani kontrak untuk membeli kapal selam dan pesawat tempur dari Rusia," demikian kata perdana menteri Vietnam tersebut tanpa memberikan penjelasan secara lebih terperinci.
Kantor berita Interfax dari Rusia mengutip ucapan seorang sumber yang tidak bersedia menyebutkan namanya. Sumber tersebut menyatakan bahwa Vietnam siap membeli enam kapal selam diesel seharga $2 miliar.
Vietnam tengah menunggu pengiriman delapan unit jet tempur Sukhoi Su-30MK2 dari Rusia pada tahun 2010 mendatang. Vietnam juga mempertimbangkan untuk memesan 12 unit pesawat berikutnya, demikian kata seorang sumber Rusia seperti dikutip oleh Interfax.
Seorang analis pertahanan nasional mengatakan bahwa meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan merupakan sebuah sumber kekhawatiran bagi Hanoi.
"Pembelian kapal selam tersebut akan meningkatkan daya tawar Vietnam dalam perselisihan maritim tersebut," kata Profesor Carlyle Thayer dari Akademi Pertahanan Australia.
Tanggal 8 Desember lalu, Deputi Menteri Pertahanan Vietnam, Nguyen Chi Vinh, mengatakan bahwa meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan merupakan hal yang mengkhawatirkan , namun ia menambahkan bahwa kecil kemungkinan perselisihan tersebut akan berujung pada konflik.
Vietnam, China dan negara-negara lain saling memperebutkan klaim kedaulatan bagian-bagian Laut China Selatan karena kandungan kekayaan alam yang besar di kawasan tersebut.
"Situasi yang berkenaan dengan ketegangan seputar kedaulatan Laut Timur menyebabkan kekhawatiran tertentu bagi pertahanan nasional Vietnam dan menciptakan tantangan-tantangan baru," kata Vinh kepada para wartawan, atase pertahanan asing dan para diplomat.
"Namun kerumitan masalah Laut Timur tidak akan berujung pada bentrokan militer di kawasan ini," tambahnya. "Dampak dari tindakan-tindakan yang bersifat merusak akan dirasakan secara luas. Upaya-upaya hukum untuk menyelesaikan perselisihan tersebut telah ditingkatkan, dan Vietnam harus berupaya untuk menyelesaikan konflik dengan jalan damai.
China mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli kapal maritim di Laut China Selatan pada tahun ini.
Bulan November lalu, dalam sebuah lokakarya di Hanoi, beberapa orang cendekiawan menyuarakan kekhawatiran mengenai perkembangan situasi di Laut China Selatan. Mereka mengatakan bahwa situasi di kawasan tersebut telah semakin memburuk.
Laporan lima tahunan pemerintah membeberkan anggaran pertahanan Vietnam dari tahun 2005 hingga 2008, menunjukkan pertumbuhan 66 persen dalam kurun waktu tersebut.
Pada tahun 2004, kementerian pertahanan Vietnam mengatakan bahwa 2,5 persen dari produk domestik bruto Vietnam dibelanjakan untuk kebutuhan militer.
"Resesi ekonomi global telah menimbulkan dampak, namun dampak yang ditimbulkan tidak sebesar modernisasi dan peningkatan kemampuan tempur militer Vietnam," kata Vinh.
Mengenai kerjasama dengan Rusia, Vinh mengatakan bahwa Vietnam terbuka untuk berbicara dengan negara manapun perihal perdagangan senjata. :finger:
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

SEOUL (Berita SuaraMedia)

Korea Selatan telah mengidentifikasi sekitar 100 situs Korea Utara yang terkait dengan program nuklir negara komunis tersebut dan memiliki kapasitas untuk menyerang mereka jika perlu, Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae-young mengatakan pada hari Senin.
"Ada sekitar 100 situs yang berkaitan dengan nuklir" program di Korea Utara, ujar Menteri Kim kepada parlemen pembuat undang-undang selama audit.
"Kami memiliki daftar lengkap dari situs tersebut," katanya, mengungkapkan keyakinan pasukannya bisa menyerang salah satu dari mereka "jika benar-benar jelas serangan Korea Utara akan segera terjadi."
Komentar itu muncul setelah Kim mengatakan pada sidang parlemen bulan lalu bahwa ia tahu situs di mana Utara dapat menyembunyikan persediaan senjata nuklir jika negara komunis itu memang mempunyainya.
"Kami mempunyai cukup informasi mengenai lokasi-lokasi di mana barang yang terkait dengan program nuklir disimpan dan cara penyampaian ditempatkan," kata mantan ketua Kepala Staf Gabungan itu pada hari Senin.
Korea Utara telah melakukan dua tes atom yang diketahui dalam tiga tahun terakhir, satu pada bulan Oktober 2006 dan yang lain di Mei tahun ini.
Komunis Utara dan kapitalis Selatan tetap secara teknis berperang sejak konflik 1950-53 yang berakhir hanya dalam gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.
Secara terpisah, kementerian pertahanan mengatakan bahwa Utara diperkirakan memiliki 13 jenis virus dan kuman yang dapat digunakan dalam senjata biologis, serta hingga 5.000 ton senjata kimia.
Dalam sebuah laporan ke parlemen, kata kementerian Utara memiliki salah satu timbunan senjata kimia dan biologi terbesar di dunia. Daftar penyakit yang dapat disebabkan oleh senjata biologis termasuk kolera, demam kuning, campak, tifus, demam tipus dan disentri, bunyi laporan tersebut.
Penegasan bahwa Utara memiliki senjata kimia dan biologi, selain nuklir dan persenjataan konvensional, bukanlah hal baru. Tapi laporan hari Senin memberikan rincian lebih lanjut mengenai dugaan gudang senjata biologis.
International Crisis Group mengatakan dalam sebuah laporan pada bulan Juni bahwa senjata kimia dapat dihantarkan oleh artileri atau rudal untuk menimbulkan korban sipil besar-besaran di Korea Selatan.
Sebuah think-tank Brusel mengatakan persediaan senjatanya meliputi antara 2,500-5,000 ton gas mustard, phosgene, agen darah, sarin dan agen saraf.
Jika terjadi perang, maka Korea Selatan memiliki 655,000 militer yang kuat, didukung oleh 28.500 tentara AS harus menghadapi 1,2 juta anggota angkatan bersenjata Korea Utara.
Sebelumnya, Korea Utara telah menerima sejumlah 2.7 trilliun won (US $ 2.29 milyar) dari Korea Selatan dan mitra internasionalnya sejak tahun 1994 sebagai imbalan atas janji-janji untuk potongan program nuklirnya, menurut seorang anggota parlemen pada hari Senin, Yonhap News melaporkan.
Untuk Perjanjian Kerangka Jenewa yang dicapai pada tahun 1994, Utara menerima $ 1.98 milyar dukungan dari Korea Selatan, AS, Jepang dan Uni Eropa, yang banyak digunakan dalam membangun reaktor air ringan, Kwon Young-se yang berkuasa Partai Nasional Grand berkata, mengutip sebuah laporan yang diajukan oleh kementerian luar negeri.
Di bawah perjanjian kerangka kerja itu, Pyongyang berjanji untuk membekukan kegiatan nuklirnya sebagai imbalan untuk satu set dua reaktor air ringan yang dibangun dan dibiayai oleh konsorsium internasional.
Para anggota parlemen juga menunjukkan bahwa anggota pembicaraan enam pihak menyampaikan sekitar 745.000 ton minyak berat, bernilai sekitar $ 310 juta, untuk denuklirisasi Korea Utara di bawah kesepakatan yang dicapai pada 13 Februari 2007 dan merupakan tindak lanjut kesepakatan yang dicapai pada bulan Oktober tahun itu. :finger:
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

Sydney (Berita SuaraMedia)

Pertempuran Sengit Tewaskan Seorang tentara Australia berbintang dan lima lagi luka dalam dua kejadian di Afghanistan, kata Departemen Pertahanan, membuat jumlah tentara Australia tewas dalam perang itu menjadi 42 orang.

Sersan Brett Wood (32 tahun) kehilangan nyawa akibat serangan peledak rakitan.

Prajurit kedua menderita luka mengancam nyawa dalam ledakan itu dan yang ketiga luka parah, kata Kepala Angkatan Pertahanan Angus Houston.

"Ia prajurit luar biasa," kata Houston tentang Wood, yang menjalani penempatan ketiganya di negara negara trkoyak perang itu.

"Ia juga petempur dengan bintang jasa," tambah Houston, merujuk pada Medali Ksatria, yang diberikan kepadanya pada 2006 setelah memimpin regu khusus dalam keadaan sangat berbahaya di lembah Chora, Afghanistan. Wood kembali diakui pada 2007 atas jasanya sebagai komandan tindakan darurat dalam kelompok serang taktis.

Dalam kejadian terpisah, tiga warga Australia luka dalam bakutembak dengan pejuang.

Menteri Pertahanan Stephen Smith mengatakan itu hari menyedihkan bagi bangsa tersebut dan "pengingat mengerikan" bagi keluarga 23 tentara lain, yang tewas di Afghanistan.

Rincian khas tidak diberikan tentang gerakan berlangsung, meskipun Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO pada Senin menyatakan bom jalanan menewaskan empat tentara asing di Afghanistan timur.

Sejumlah 881 tentara asing tewas di negara itu pada tahun ini, kata hitungan laman mandiri icasualties.org, sementara 911 tewas pada tahun lalu.

Panglima pasukan itu memperingatkan tentang masa keras mendatang setelah Taliban mengumumkan awal serangan musim semi mereka pada akhir bulan.

Perdana Menteri Julia Gillard menyatakan Australia akan mempertahankan tugasnya di Afghanistan, kendatipun seorang serdadunya tewas dalam kemelut itu sehari sebelumnya dan lima lagi cedera.

Gillard menyatakan alur bagi penarikan 1.550 tentara Australia dari negara itu tetap tidak berubah.

"Kita akan berada di sana sampai tugas itu selesai," katanya.

"Peralihan tidak akan selesai dalam sehari atau sebentar, tapi akan melalui perjalanan sampai daerah Afghanistan cukup tenang dan pasukan keamanan setempat terlatih untuk mengambil alih tugas keamanan," katanya.

Sekitar 180.000 tentara asing berada di Afghanistan, 98.000 di antara mereka dari Amerika Serikat.

Pasukan asing dalam jumlah terbatas akan ditarik dari daerah lebih aman, yang menurut rencana dimulai pada Juli, yang memungkinkan pasukan Afghanistan mengambil alih kendali keamanan.

Pasukan tempur asing, menurut rencana, menyelesaikan penarikan dari Afghanistan pada 2015, kendati pejabat Barat menekankan bahwa negara mereka akan bekerja sama jangka panjang dengan Afghanistan setelah tahun tersebut.

Tentara Australia pada tengah September 2010 membantah pernyataan bahwa pasukannya di Afghanistan dibiarkan melawan pejuang Taliban tanpa dukungan memadai dari senjata berat atau pesawat.

Tuduhan itu, yang termuat di surat maya dari seorang prajurit kepada temannya dan disiarkan media, menyatakan bahwa Kopral Australia Jared MacKinney tidak mati dalam bakutembak jika pasukannya mempunyai mortir.
:finger:=p==p==p=
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

KABUL (Berita SuaraMedia)

Seorang prajurit Inggris yang tewas di sebelah selatan Afghanistan, kemungkinan besar telah dibunuh oleh rekannya sendiri sesama prajurit Inggris, demikian kata kementerian pertahanan Inggris di London.
Prajurit yang tidak disebutkan namanya tersebut merupakan anggota Militer Kerajaan Inggris, terbunuh dalam sebuah baku tembak yang terjadi di bagian tengah provinsi Helmand.
"Ada kemungkinan bahwa peristiwa kematian prajurit yang baru-baru ini terjadi di Afghanistan disebabkan oleh tembakan rekan sendiri," demikian bunyi pernyataan juru bicara kementerian pertahanan.
Ia menambahkan, "Tidak ada kesimpulan pasti yang akan ditarik hingga dilakukan penyelidikan koroner."
Saat ini, Inggris memiliki lebih dari 9.800 orang prajurit yang diterjunkan di medan tempur Afghanistan sebagian besar pasukan ditempatkan di kawasan Selatan Afghanistan.
Total, sudah ada 1.241 orang prajurit Inggris yang menjemput ajal di Afghanistan, sejak AS melakukan invasi ke negara tersebut pada penghujung tahun 2001 lalu.
Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai peristiwa penembakan tersebut. Pihak keluarga prajurit yang tewas telah meminta agar nama prajurit tersebut tidak diungkapkan dalam waktu 24 jam.
Penghujung bulan lalu, satu unit helikopter Chinook milik militer Inggris dihancurkan dengan sengaja oleh militer Inggris karena mengalami kerusakan berat di medan tempur Afghanistan, demikian kata pihak Kementerian Pertahanan Inggris.
Para personil militer mengatakan bahwa helikopter tersebut mengalami "pendaratan keras" saat menjalani sebuah operasi di dekat wilayah Sangin, propinsi Helmand.
Helikopter Chinook tersebut mengalami kerusakan parah di bagian roda pendaratan, bagian hidung helikopter dan rotor (baling-baling kecil) di bagian depan, demikian ditambahkan oleh pihak Kementerian Pertahanan.
Kementerian pertahanan Inggris menambahkan bahwa empat orang kru serta 15 orang tentara yang berasal dari 2 skuadron tempur itu ikut tewas.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa penghancuran helikopter tersebut dilakukan karena lokasi terjatuhnya helikopter Chinook dainggap membahayakan sehingga militer Inggris menganggap bahwa penyelamatan helikopter tersebut tidak mungkin dilakukan.
"Dengan mempertimbangkan banyak hal, termasuk faktor lokasi dan lingkungan, maka diputuskan bahwa (helikopter Chinook) tersebut tidak dapat diselamatkan, oleh karena itu para personil militer kemudian memutuskan untuk menghancurkan helikopter tersebut dengan mempergunakan bahan peledak," kata Kementerian Pertahanan Inggris waktu itu.
Pada awal bulan ini, pasukan koalisi pimpinan AS membunuh 600 orang polisi Afghanistan dan seribu orang lebih penduduk sipil. Ketika itu, pasukan AS mengatakan bahwa penembakan di wilayah selatan Afghanistan tersebut disebabkan oleh "kesalahan identifikasi".
Tahun ini menjadi tahun paling mematikan bagi pasukan Inggris dan AS di medan tempur Afghanistan. Lebih dari 80 persen pasukan asing yang tewas di Afghanistan sejak tahun 2009 adalah tentara Inggris atau AS.
Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, menuai kecaman karena keputusannya yang tetap mempertahankan pasukan Inggris di Afghanistan. Brown bersikeras bahwa bantuan yang diberikannya kepada pasukan NATO adalah hal yang penting untuk "mencegah serangan" terhadap Inggris. :finger:=p==p==p=

[COLOR=#000000 ! important][/COLOR]
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

11 September Bukan Alasan AS Perangi Afghanistan


KABUL (Berita SuaraMedia)

Pemimpin dari sebuah kelompok politik Afghanistan yang diinginkan oleh AS mengatakan bahwa Washington menggunakan alasan palsu untuk melancarkan perang terhadap Afghanistan, pada malam menjelang peringatan tahun kedelapan konflik tersebut.
Gulbuddin Hekmatyar, yang memimpin sebuah faksi dari kelompok Hizb-e Islami, yang mengatakan bahwa meluncurkan perang melawan Taliban dan al-Qaeda oleh AS pada tahun 2001 tidak dibenarkan karena serangan 11 September tidak pernah dilakukan oleh Afghanistan .
"Tidak ada seorang Afghanistan pun yang telah mengambil tindakan militer apapun melawan Anda di Eropa dan Amerika Serikat. Serangan 11 September direncanakan di Eropa dan Amerika Serikat dan bukan di Afghanistan atau Irak," katanya dalam sebuah video yang dirilisnya.
Hekmatyar, yang dituduh oleh AS telah membantu Taliban dan al-Qaeda, mengatakan bahwa serangan di World Trade Centre dan Pentagon direncanakan di wilayah AS.
"Mereka yang melaksanakannya adalah orang-orang yang lahir di AS dan Eropa dan mereka dilatih di sana. Mereka bukan orang Afghanistan dan mereka tidak pernah mendapat pelatihan di Afghanistan," katanya.
"Semua orang tahu pelatihan pilot dilakukan di AS dan rencana operasi itu ditetaskan di sana."
Pesan oleh Hekmatyar muncul ketika Barack Obama, presiden AS, siap untuk bertemu dengan sebuah kelompok bipartisan dari para pemimpin Kongres untuk membahas strategi militer AS di Afghanistan.
Obama berada di bawah tekanan yang tumbuh dari publik AS dan lawan-lawan politiknya mengenai perang ini, dengan jumlah korban militer AS tahun ini ditetapkan menjadi yang tertinggi dalam perang sejauh ini.
Sebuah laporan oleh Jenderal Stanley McChrystal, kepala pasukan AS dan NATO di Afghanistan, mengatakan bahwa misi militer di Afghanistan berisiko menghadapi kegagalan kecuali ada lebih banyak tentara AS yang dikirimkan ke negara itu.
McChrystal meminta sekitar 80.000 hingga 200.000 lebih pasukan untuk dikerahkan, tetapi beberapa pejabat pemerintahan Obama telah menyatakan keprihatinan bahwa terlalu besar kehadiran militer AS di sana akan menghadapi risiko pengasingan penduduk Afghan.
Mike Soraghan, koresponden kongres untuk koran The Hill, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa politisi Amerika mulai "pergi ke sudut mereka dan mengintai posisi" di Afghanistan.
"Banyak Demokrat yang menentang rencana oleh McChrystal ini ... mereka mengekspresikan keraguan yang kuat tentang hal itu. Tetapi Republik sangat banyak yang mendukung ide meningkatkan jumlah pasukan dalam perang," katanya.
"Jika Obama akan memerintahkan 80.000 lebih pasukan, dia mungkin perlu suara Republik untuk mempertahankan itu. Itu mungkin akan mengarah ke pemungutan suara mengenai pendanaan untuk perang tahun depan."
Dalam pidato videonya, Hekmatyar juga mengatakan bahwa hasil pemilihan presiden baru-baru ini di Afghanistan, yang telah dikecam dengan adanya tuduhan penipuan - telah memperkuat tangan Iran dan Rusia.
"Moskow dan Teheran bermanfaat. Anda (pemerintah AS) tahu betul pemerintah Kabul berada di bawah kendali orang-orang yang terhubung ke Iran dan Rusia," katanya.
"Kau menipu dunia dan orang-orang Afghan dengan membuat acara pemilihan yang lucu ... Ratusan juta dolar telah dihabiskan. Apa hasilnya? Anda mengakui 30 persen warga Afghanistan mengambil bagian.
"Anda telah berhasil melalui propaganda untuk menjadikan orang-orang Afghan ribut antara satu sama lain melalui perbedaan bahasa dan suku.
"Moskow dan Teheran telah mengucapkan selamat kepada Karzai untuk menang."
Keamanan Internasional dan Pasukan Bantuan (International Security and Assistance Force atau ISAF) NATO mengatakan bahwa pejuang Hizb-e Islami yang setia kepada Hekmatyar mungkin terlibat dalam serangan di provinsi Nuristan pada hari Sabtu, di mana delapan ratus tentara AS tewas.
Hekmatyar, seorang komandan daerah Pashtun dan mantan perdana menteri Afghanistan, telah secara tradisional bersekutu dengan para pejuang yang menentang kehadiran pasukan asing di Afghanstan. |:mad:|:mad:|:mad:
[COLOR=#000000 ! important][/COLOR]
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

WikiLeaks (Doc.): AS Turut Campur Dalam Rilisan Kartun Nabi Muhammad


NORWEGIA (Berita Suara Media)

Surat kabar Norwegia Afterposten baru-baru ini mulai membahas seluruh arsip Wikileaks. Penemuan terbarunya: Kedutaan Amerika di Copenhagen ambil bagian ketika mereka mendengar bahwa Jyllands-Posten bermaksud mencetak ulang kartun Nabi Muhammad setahun setelah penerbitan pertamanya:
Penasihat urusan publik Post mengetahui dari jurnalis "Jyllands-Posten" (sangat dilindungi) minggu lalu bahwa surat kabar itu mempertimbangkan beberapa opsi untuk memperingati ulang tahun pertama kartun itu tanggal 30 September, termasuk mencetak ulang versi asli kartun itu atau menjalankan yang baru tentang topik itu.
Duta besar Amerika, James P. Cain, mengarah pada pemerintah Denmark, yang menolak untuk menginterferensi. Jadi ia memanggil Jyllands-Posten secara langsung:
Dengan itu, Duta Besar menelepon pimpinan redaksi "Jyllands-Posten" Carsten Juste, dan menanyaik secara langsung tentang maksud surat kabarnya untuk memperingati ulang tahun itu. Juste mengatakan pada Duta besar bahwa ia dan timnya telah mempertimbangkan untuk mempublikasi ulang,tapi menyimpulkan bahwa langkah seperti itu tidak bijak, khususnya segera setelah kontroversi yang disebabkan oleh ucapan Paus Regensburg. Duta Besar menyambut berita ini, dengan mencatat bahwa tidak ada seorang pun dari kami yang ingin mengulang krisis awal tahun ini.
Duta besar menyimpulkan: Warga Denmark memberikan terlalu banyak kebebasan pada surat kabar mereka.
Episode ini menggambarkan bahwa warga Denmark mengambil beragam pelajaran dari pengalaman mereka atas krisis kartun.
Di sisi negatif, pemerintahan sayap kanan yang populer ini mengeraskan pandangannya pada keunggulan kebebasan berpendapat. Perdana mentri tampil dan mau membiarkan Jyllands-Posten mendikte waktu konfrontasi Islam versus Barat berikutnya tanpa mempertanyakan atau membuka diskusi dengan pemerintah.
Sebelumnya, sebuah buku kartun kontroversial tentang Nabi Muhammad direncanakan akan dirilis meski terdapat peringatan keras terhadap Denmark, sehubungan dengan kasus tesebut.
"Buku tersebut akan keluar seperti yang direncanakan," Karsten Blauert dari Jyllands-Posten mengatakan pada kantor berita AFP.
Buku tersebut oleh Flemming Rose, editor kantor berita Jyllands-Posten ketika pada 30 September 2005, harian yang memuat penyebaran halaman depannya dengan menampilkan 12 kartun Nabi Muhammad.
Gambar tersebut memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim dan menuntun pada protes kekerasan melawan kepentingan Denmark dan warga Denmark sendiri. Rose sendiri saat itu menerima banyak sekali peringatan keras.
Menteri luar negeri Denmark sempat bertemu dengan duta besar dari 17 negara Muslim sebelum publikasi buku tersebut.
Pertemuan Lene Espersen dengan duta besar terjadi dalam sebuah tawaran untuk meredakan ketegangan dengan negara-negara Muslim.
"Dalam menyoroti pengalaman kami dari lima tahun terakhir, saya telah mengambil sejumlah langkah untuk menghindari konfrontasi baru, yang tidak ada gunanya untuk siapapun," ia mengatakan.
Espersen menekankan bahwa "kebebasan berbicara di Denmark adalah landasan dari demokrasi kami dan oleh karenanya orang-orang memiliki hak untuk mencetak buku-buku asalkan buku tersebut masih berada dalam hukum kami," ia mengatakan.
Pada saat yang bersamaan, ia menekankan dalam pernyataan bahwa "Denmark ingin mempertahankan hubungan yang kuat, baik, dan ramah dengan dunia Muslim. Sebuah dialog yang konstruktif adalah jalan terbaik." :finger::finger::finger:
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

FBI Getol Uber Para Hacker Pendukung Wikileaks


WASHINGTON (Berita Suara Media)

Badan intelijen AS, FBI, telah meminta kerja sama seluruh negara untuk bersama-sama melacak hacker pendukung Wikileaks yang berhasil melumpuhkan situs 'musuh' Wikileaks.

Diberitakan Yahoo News dari situs Smoking Gun, FBI memampang pernyataan tertulis mengenai detil operasi pelacakan hacker pro-Wikileaks.

Operasi ini akan melibatkan investigator federal AS di Eropa, Kanada dan AS sendiri.

Seiring dengan penemuan bukti-bukti jika hacker pro-Wikileaks melancarkan aksinya melalui server di negara-negara tersebut.

Serangan cyber itu dilancarkan sejak bulan ini, seiring dengan mulai digelontorkannya dokumen CableGate di situs Wikileaks. Serangan ini hanya menargetkan situs-situs yang memutuskan hubungan dengan Wikileaks seperti PayPal, Visa dan Mastercard.

Pertengahan Desember lalu, FBI melacak alamat IP hacker tersebut yang berada di Kanada, lalu kemudian FBI juga menemukan adanya virtual server di Callifornia.

Pada saat yang bersamaan, investigasi terpisah oleh kepolisian Jerman menunjukkan jika serangan Denial of Services (DoS) terhadap situs PayPal datang dari alamat IP server yang ada di Texas.

Perusahaan mitra Wikileaks memutuskan hubungan kerja setelah situs tersebut dianggap menyebarkan informasi rahasia milik negara.

Mulai dari Amazon, PayPal, Visa hingga MasterCard memutuskan hubungan dan akhirnya menjadi bulan-bulanan hacker pendukung Wikileaks.
:finger:>%|>%|>%|
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

Pengelola Domain '.com' Angkat Hacker Jadi 'Polisi Internet'


SAN FRANSISCO (Berita Suara Media)

Internet Corporations for Assigned Names and Numbers (ICANN), lembaga pengelola alamat induk berbuntut '.com' mengumumkan telah mengangkat hacker veteran Jeff Moss untuk menjadi kepala keamanan mereka yang baru.
Moss, yang dulu dikenal sebagai Dark Tangent, adalah pendiri konferensi keamanan komputer Black Hat serta event perkumpulan hacker populer, DefCon, yang biasa dihelat setiap tahunnya di Las Vegas.

Moss, seperti diberitakan AFP akan mulai menempati kursi jabatan barunya di ICCAN pada Jumat ini. Ia akan mengisi posisi sebagai Wakil Presiden dan Kepala Petugas Keamanan.

"Saya pikir tidak ada satupun yang memiliki pemahaman lebih besar mengenai ancaman keamanan ke pengguna Internet dan tahu bagaimana bertahan melawan mereka dibanding Jeff Moss," ungkap Direktur Utama ICANN Rod Beckstrom.

Rod Beckstrom mengatakan bahwa Moss memiliki pengetahuan mendalam yang hanya bisa diperoleh dari pengalaman perang melawan ancaman cyber, yang hingga kini masih berlangsung. Moss menjadi hacker selama 20 tahun.
Ia pernah bekerja di Secure Computing Corporation dan di divisi keamanan layanan di perusahaan layanan bisnis Ernst & Young. "Saya menanti untuk membawa kemampuan saya ke ICANN," kata Moss.

"Peran saya untuk mengkoordinasi sistem pemberian alamat internet global artinya saya memiliki posisi menjadi pemimpin dalam mengidentifikasi serta menangani ancaman online terhadap Sistem Nama Domain yang berisiko sekira 2 miliar pengguna internet seluruh dunia," tutup Beckstorm.

Domain Name System atau sistem nama domain adalah tempat di mana alamat internet dunia terdaftar dan berperan penting dalam memungkinkan pengguna di seluruh dunia terhubung dengan komputer online lain.
:finger::)
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

Stuxnet, Virus Luar Biasa Canggih Dengan Kendali Lemah



LONDON (Berita Suara Media) -

Seorang ahli keamanan komputer asal Inggris menemukan bahwa pencipta virus Stuxnet adalah dua negara yang berkolaborasi untuk melumpuhkan teknologi Iran.

Bukti forensik memaparkan bahwa suatu sumber intelejen ikut bergabung dalam dua tahap terpisah.

"Virus komputer Stuxnet merupakan hasil ciptaan salah satu perusahaan pembangkit di negara di barat yang bekerja sama dengan badan rahasia negara Israel," ujar peneliti keamanan komputer, Tom Parker, diberitakan Telegraph.

Menurut Tom, perangkat lunak berbahaya, yang pertama kali terdeteksi pada bulan Juni tahun lalu, hampir pasti dirancang untuk membuat kerusakan, penyesuaian secara diam-diam ke mesin sentrifugal yang digunakan di oleh perusahaan pengayaan uranium Iran, Natanz. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sangat yakin jika virus tersebut mengincar proyek nuklirnya.

Investigasi terpisah oleh ahli nuklir AS telah menemukan bahwa Stuxnet bekerja dengan meningkatkan kecepatan sentrifugal uranium ke titik puncaknya dalam waktu singkat. Pada saat yang bersamaan, Stuxnet bisa mematikan sistem pemantauan keamanan secara diam-diam sehingga operator menganggap bahwa semua jaringan masih dalam keadaan normal

Dipaparkan Tom, virus ini dikerjakan dalam dua tahap berbeda oleh dua kelompok ahli dengan tingkat pemahaman yang berbeda pula. Satu kelompok ahli dan satu kelompok amatir.

Unsur yang dibuat kelompok pertama, yang diaktifkan setelah Stuxnet mencapai target yang dikenal dengan sebutan Payload, ternyata cukup rumit, dibuat dengan desain yang sempurna dan cukup efektif untuk menghancurkan target.

Bahkan akibat temuan ini pula, Parker yakin jika kelompok pertama melibatkan negara-negara barat yang berkuasa, termasuk Inggris. Pasalnya, lanjut Parker, negara tersebut memiliki keahlian cyber yang unik, serta dibutuhkan akses ke peralatan nuklir dengan keamanan yang cukup ketat untuk mengujicobakan virus tersebut. Hanya negara barat yang memiliki akses tersebut.

Kebalikannya, cara distribusi Stuxnet dan fitur pengendali perintah, yang memungkinkan Stuxnet dikendalikan dari jarak jauh, memiliki banyak sistem eror dan keamanannya tidak terlalu ketat.

"Mereka tampaknya tidak serius membuat virus. Seperti menghabiskan uang miliaran dolar untuk membangun pesawat luar angkasa yang dikendalikan dengan remote control mainan seharga 10 dolar," ujar Parker.

Virus Stuxnet ditemukan Juni lalu oleh seorang ahli komputer asal Jerman. Virus ini dikenal cukup canggih dan mampu berfungsi sebagai software spionase sekaligus sabotase dari jarak jauh. Virus tersebut dipercaya mengincar fasilitas penting di berbagai negara, seperti India, Indonesia dan Pakistan, khususnya fasilitas nuklir milik Iran.

Kritik Parker yang disampaikan di konferensi keamanan komputer BlackHat di Washington DC, Amerika Serikat, juga diamini oleh banyak ahli.
:finger:>:##>:##>:##
[COLOR=#000000 ! important][/COLOR]
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

AS Dan Israel Biang Kerok Dibalik Terciptanya Stuxnet?



BERLIN (Berita Suara Media) -

Virus yang disebut Stuxnet mempunyai tingkat kecanggihan yang berbeda dengan virus lainnya ini, menurut para peneliti mungkin saja dibuat oleh sebuah organisasi yang disokong oleh pemerintah Amerika Serikat dan Israel.

"Tingkat kecanggihan dalam pemrograman worm dan kemampuannya untuk menyembunyikan dirinya itu mungkin telah dibangun oleh sebuah organisasi yang disponsori pemerintah di negara-negara seperti Amerika Serikat atau Israel," kata Rieger, Kepala teknologi GSMK, pembuat ponsel dienkripsi.

Diberitakan TechPinger, dugaan ini muncul sebab Rieger memperkirakan bahwa worm akan diperlukan tim sebanyak 10 programmer terampil bekerja, yang bekerja selama sekira enam bulan untuk membangun itu, dengan biaya setidaknya USD3 juta.

"Sebuah worm komputer yang telah menginfeksi komputer industri di seluruh dunia dapat menjadi bagian dari kampanye yang menargetkan instalasi nuklir di Iran," sebut peneliti asal Berlin, Jerman, tersebut.

Para ahli keamanan pertama kali mengetahu virus Stuxnet pada bulan Juni, tetapi hanya diungkapkan kemampuannya untuk menginfeksi sistem industri utama dalam beberapa pekan terakhir. "Ini adalah sabotase cyber," kata Roel Schouwenberg, seorang peneliti senior untuk perusahaan keamanan Kaspersky Labs.

"Stuxnet dirancang untuk menjatuhkan pada dasarnya sistem keamanan atau mencatat operasi tertentu," sebutnya.

Sementara itu, Amerika Serikat yang dituduh sebagai dalang dibalik pembuatan virus sabotase Stuxnet langsung menganalisa virus tersebut. Hasilnya, AS tidak mengetahui tahu siapa yang berada di belakang atau tujuannya.

"Salah satu pekerjaan kita yang paling sulit (dalam menganalisi) ini adalah atribusi dan niat. Kami telah melakukan analisis terhadap perangkat lunak itu sendiri," kata Sean McGurk, Director of the National Cybersecurity and Communications Integration Center (NCCIC).

"Sangat sulit untuk mengatakan 'Ini apa yang ditujukan untuk melakukan,'" katanya, seperti yang diberitakan AFP.

McGurk juga mengatakan Stuxnet telah ditemukan tidak hanya pada fasilitas untuk kekuasaan, tetapi sistem pengolahan air atau kimia yang menggunakan sistem Siemens tertentu.

"Kami belum melihat ada dampak atau efek dari apa yang dilakukannya. Termasuk apakah virus tersebut melakukan tindak kejahatan," tambahnya.

McGurk mengatakan dia tidak bisa mengatakan siapa yang berada di belakang worm. "Akan terlalu dini untuk berspekulasi saat ini," katanya.

"Kami tidak mencari dari mana datangnya, tetapi berusaha untuk mencegah penyebaran," tandasnya.

McGurk juga menambahkan bahwa Siemens telah menjangkau basis pelanggan merekauntuk menangani infeksi yang dianggap merupakan eranya perang cyber.
:finger:>:##>:##>:##
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

"Israel Adalah 'Dalang' Dibalik Virus Stuxnet"













NEW YORK -

Sumber-sumber intelijen membenarkan, virus komputer Stuxnet, yang pernah beredar pada tahun 2011, adalah virus yang dirancang khusus oleh Israel dan AS untuk menyerang fasilitas pengayaan uranium Iran guna menghambat kemajuan program nuklir negara itu.

Harian The New York Times, yang mengutip berbagai sumber intelijen dan pakar komputer di AS dan Eropa, menurunkan laporan, bahwa AS dan Israel telah bekerja sama mengembangkan virus komputer ini di fasilitas nuklir rahasia Dimona di gurun Negev, Israel.

Di fasilitas tersebut, Israel diyakini memiliki tiruan perangkat centrifuge yang persis sama dengan yang digunakan Iran untuk memperkaya uraniumnya guna menguji coba virus canggih dari jenis "cacing" (worm) tersebut.
"Untuk mengetes worm itu, Anda harus tahu mesinnya (yang akan menjadi sasaran). Virus itu menjadi begitu efektif karena Israel sudah mencobanya lebih dahulu," tutur seorang sumber intelijen bidang nuklir dari AS.
Virus Stuxnet tersebut mulai terdeteksi dalam jaringan komputer dunia pada pertengahan 2009. Sejumlah negara, termasuk India dan Indonesia, melaporkan serangan virus tersebut, tetapi serangan paling intensif dilaporkan terjadi di Iran.

Anehnya, virus itu tak menyebabkan gangguan signifikan, seperti memperlambat jaringan komputer atau menyebabkan kerusakan, seperti lazimnya sebuah program jahat (malware).

Ralph Langner, pakar keamanan komputer independen dari Hamburg, Jerman, menemukan, virus itu baru aktif setelah mendeteksi konfigurasi spesifik sistem pengendali, yang hanya ada di sebuah fasilitas centrifuge pengaya uranium.

Menurut Langner, Stuxnet terdiri atas dua bagian dengan fungsi berbeda. Bagian pertama bertugas mengacaukan putaran centrifuge sehingga menjadi tak terkendali dan rusak.

Sementara bagian kedua berfungsi merekam berbagai indikator centrifuge saat berfungsi normal, kemudian menampilkan itu di layar monitor. Dengan demikian, petugas operator tak melihat ada gangguan.

Merusak

Worm Stuxnet menjangkiti komputer yang berbasis Windows dan menargetkan perangkat industri Step 7 milik Siemens. Dilaporkan pula virus komputer tersebut diduga kuat menjadi penyebab kerusakan centrifuge kelima milik Iran, November 2010, dan berhasil menunda kemajuan teknologi nuklir Iran, yang dibutuhkan apabila negara itu ingin membuat bom nuklir

Stuxnet adalah sebuah worm komputer Windows. Pertama kali ditemukan pada bulan Mei 2011 oleh VirusBlokAda, sebuah firma keamanan internet di Republik Belarus.

Meski bukan kali pertama hacker menyerang sistem di dunia industri, tapi Stuxnet adalah worm komputer pertama yang ditemukan memata-matai dan memprogram ulang sistem komputer di dunia industri.

Meir Dagan, mantan kepala dinas intelijen Israel, Mossad, mengatakan, serangan itu akan menunda kemampuan Iran membuat bom nuklir, setidaknya sampai 2015.

Ketua program nuklir dan pejabat Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan, isu serangan Stuxnet tersebut sudah beredar sejak satu setengah tahun silam.

"Saat memulai (serangan) ini, mereka kira kami sedang tidur. Jika (serangan) ini efektif, IAEA, yang menginspeksi (fasilitas nuklir Iran) secara rutin, pasti akan melaporkan perlambatan (produksi uranium) ini," tutur Salehi, yang menegaskan, program nuklir Iran masih terus berjalan.
:finger:=p==p==p=
[COLOR=#000000 ! important][/COLOR]
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

Bobol Lagi Media Zionis, Mujahid Turki Kibarkan Bendera Palestina



LONDON (Berita Suara Media) –

Sejumlah hacker Turki menyerang website surat kabar Yahudi berbendera Inggris, mengganti halaman utamanya dengan sebuah bendera Palestina, ujar editor surat kabar tersebut.
Website untuk Jewish Chronicle – surat kabar Yahudi tertua di dunia yang terus diterbitkan – tercemar selama beberapa jam pada hari Minggu, ujar editor Stephen Pollard pada hari Senin.
"Tidak ada kerusakan yang ditimbulkan, sejauh yang kami ketahui," ujarnya. Website itu kembali online pada Senin siang.
Sejumlah hacker pro-Palestina itu berhasil membobol website The Jewish Chronicle dan melakukan perombakan pada tampilannya.
Versi terbajak dari website itu, yang sempat tertangkap oleh Google, memperlihatkan sebuah bendera Palestina besar dengan latar belakang hitam. Dalam sebuah pesan yang dimasukkan dalam bahasa Inggris dan Turki, kelompok yang menyebut dirinya sebagai "Mujahid Palestina" itu mengutip beberapa ayat dari Al-Quran.
"Tidakkah kalian merasa malu telah memberikan toleransi terhadap kaum Yahudi yang merupakan aktor utama dalam perang dengan menjadi pembunuh anak-anak!" seperti itu bunyi sebagian pesan yang tertulis. "Tidakkah kalian merasa malu memberikan dukungan kepada vampir yang tidak peduli terhadap kehidupan manusia? Tidakkah kalian merasa malu menunjukkan rasa hormat kepada Yahudi yang menciptakan rasa balas dendam, kebencian, dan rivalitas antar manusia?"
Serangan di dunia maya itu tampaknya merupakan aksi unjuk rasa atas blokade Israel terhadap Jalur Gaza.
Staf surat kabar bertindak cepat dengan memberitahu bagian perbaikan yang segera mematikan website tersebut. The Jewish Chronicle tidak dapat diakses selama 18 jam sementara hal itu diselidiki.
"Pada pukul 4.40 sore (waktu setempat), hanya 20 menit setelah website itu dibobol, para eksekutif senior menerima lusinan pesan sms dan telepon yang memperingatkan mereka: dari sinagog, CST, organisasi Yahudi. dan individual," ujar surat kabar tersebut, yang juga mengatakan bahwa polisi sedang menyelidiki. CST, atau Comunity Security Trust, adalah sebuah organisasi yang bekerja dengan pemerintah lokal dan internasional untuk menjaga komunitas Yahudi di Inggris.
Perusahaan perangkat lunak keamanan internet global, Sophos, mengatakan bahwa insiden itu adalah bagian dari serangkaian unjuk rasa dunia maya pro-Palestina, sembari menyebutkan bahwa di tahun 2001 seorang hacker pernah membombardir email para anggota parlemen Israel, dan tahun lalu website Angkatan Darat AS dicemari dengan gambar seorang pejuang Palestina yang berdiri di depan tank Israel.
Beberapa organisasi Yahudi dan yang terkait Israel di AS juga melaporkan telah "dikerjai" oleh kelompok pro-Palestina.
"Para hacker Turki terkenal di kalangan agen penegak hukum dan telah berhasil membobol beberapa website Yahudi," ujar David Pollock, direktur eksekutif asosiasi Dewan Hubungan Komunitas Yahudi di New York. "Mereka menyamar sebagai konsultan keamanan. Kami telah menyarankan pada kelompok-kelompok Yahudi untuk berhati-hati menyaring induk web-nya. Kami sarankan agar mereka menggunakan induk dengan staf fokus secara penuh pada keamanan."
Pollock, yang bekerja sebagai penghubung antara komunitas Yahudi dan pihak penegak hukum serta mengorganisir sesi pelatihan bagi lembaga-lembaga Yahudi, mengatakan tidak ada indikasi bahwa kelompok Mujahid itu terkait dengan organisasi mana pun.
"Apa yang kami lihat adalah pesan anti-Israel, namun kami belum melihat adanya kaitan dengan organisasi mana pun" ujar Pollock.
Graham Cluley, seorang konsultan teknologi senior untuk Sophos, mengatakan kecil kemungkinannya polisi akan membuat banyak perkembangan dalam melacak Mujahid itu.
"Kemungkinannya adalah mereka berbasis di luar negeri – Turki sepertinya berada dalam gambaran – yang otomatis membuatnya lebih rumit dan mahal bagi pemerintah untuk menyelidiki," ujar Cluley.
"Karena tampaknya tidak ada kerusakan finansial yang ditimbulkan, dan lebih ke sejenis grafiti, saya ragu akan terdapat banyak kesediaan untuk menugaskan banyak sumber daya untuk menyelidiki serangan ini secara mendetail," ujarnya.
Surat kabar itu menyebutkan indikasi awalnya adalah bahwa para hacker beroperasi dari sebuah komputer di Turki. Serangan itu datang satu minggu setelah hubungan diplomatik antara Israel dan Turki yang rusak muncul ke permukaan.
Ankara sangat marah ketika Israel memanggil duta besar Turki untuk menyampaikan kemarahannya atas sebuah drama televisi Turki yang menggambarkan agen-agen Israel menculik anak-anak dan menembak seorang pria tua. Wakil menteri luar negeri, Danny Ayalon, menolak uluran tangan sang duta besar untuk bersalaman dan memaksanya duduk di sebuah sofa pendek ketika kamera televisi merekam.
Sejak itu Israel telah meminta maaf atas insiden yang mengancam hubungan antara kedua sekutu tradisional itu.
Menjawab pertanyaan apakah insiden pembajakan itu terkait dengan kemarahan sang wakil menteri kepada duta besar Turki, Pollard mengatakan, "Ini adalah sebuah kesimpulan yang dapat ditarik oleh siapa saja. Saya tidak mau berspekulasi." :finger:=p==p==p=:)):)):))|:mad:|:mad:|:mad:
 
Re: WORLD VOICE 4 USA.

Berantas Al Qaeda, YouTube Tambah 'Pasukan'



WASHINGTON (Berita Suara Media) -

Algoritma yang dipakai YouTube semakin sulit memantau komentar tak pantas.
Situs berbagi video milik Google itu harus mempekerjakan staf tambahan untuk mengawasi video Al Qaeda. CEO Google Eric Schmidt mengatakan, perusahaan itu sedang “menambah pegawai untuk mengawasi video”.

Kebijakan ini dilakukan situs berbagi video milik Google itu menyusul protes keras menanggapi kehadiran video Al Qaeda di YouTube.

Karena dinilai menampilkan kekerasan, para pejabat di beberapa negara dan pengguna internet memaksa YouTube untuk menarik video-video tersebut.

Hal ini dikarenakan algoritma semakin sulit memantau komentar yang tak pantas.

Schmidt mengatakan “tak mungkin mengawasi 100% konten situs" ketika berbicara dengan wartawan di Web 2.0 Summit di San Francisco.

Hal itu menjadi penyebab YouTube harus mengandalkan pada gabungan algoritma dan komunitas untuk melaporkan konten tak pantas.
YouTube harus lebih proaktif menyunting situs dengan konten 35 jam terunggah tiap menit itu. Mengikuti video al-Qaeda yang mempromosikan kekerasan, dua pekan lalu YouTube mulai menghapus video tersebut dari web setelah Pemerintah Inggris menghubungi Gedung Putih atas materi itu. Sejumlah klip video Anwar al-Awlaki (diyakini sebagai dalang dari bom pesawat) telah dihapus dari situs.

Namun begitu, perlawanan masih tetap ada. Google melakukan pencarian video paling provokatif, dan menemukan video berjudul ‘44 Cara Mendukung Jihad’. Terdapat seratus hasil pencarian di YouTube tentang video bertema hal itu.

Hasil teratas video itu kini diblokir, meski sisanya masih tetap ada. Pengguna yang mengklik konten terhapus akan menerima pesan,

”Video telah dihapus karena isinya melanggar ketentuan layanan YouTube.”

Juru bicara YouTube mengatakan, mereka sedang mencari video Awlaki dan akan “menghapus semua video yang melanggar aturan”. Situs ini memiliki “pedoman yang melarang aktivitas berbahaya atau ilegal seperti pembuatan bom, hasutan pada tindakan spesifik dan tindakan kekerasan serius".

YouTube memang cukup dibuat repot dengan kehadiran video Al-Qaeda. Seperti diketahui, dua pekan silam, YouTube mulai mengenyahkan video Al-Qaeda dari situsnya setelah pemerintah Inggris mengontak pejabat Gedung Putih di Amerika Serikat, mengadukan konten tersebut.
:finger:>:'(>:##|:mad:
 
Back
Top