Liga Italia

Enrique Mundur Dari Roma Pada Akhir Musim

Setelah beberapa kali menerima kecaman mengenai buruknya penampilan AS Roma musim ini, Pelatih Luis Enrique akhirnya mundur dari kursi kepelatih AS Roma pada akhir musim.

Pelatih yang didatangkan pada musim panas tahun lalu merasa dirinya gagal membesut AS Roma yang saat ini menempati peringkat tujuh klasemen dengan 53 poin, berbeda satu tingkat dengan musim lalu di peringkat enam dengan 63 poin.

Permainan Roma sendiri ada perubahan sejak ditangani Enrique dimana mereka menampilkan gaya permainan yang baru, yang saat itu juga didukung oleh investor dan para direktur Roma.

"Saya akan pergi. Ini merupakan kekalahan besar karena saya tidak bisa menerapkan ide sendiri. Saya meninggalkan Roma karena tidak bisa memberikan 100 persen. Saya telah membuat pilihan dan kesalahan, saya mohon maaf," kata Enrique.

Mundurnya Enrique membuat Roma harus mencari pengganti pada musim depan. Terbaru, mantan pelatih Inter, Claudio Ranieri sempat dihubungkan dengan Roma pada beberapa waktu lalu.

Video2 Highlights Selengkapnya/Skor Dpt diLhat/Klik di Link bawah ini Gan...!!!
http://gibol.suzanafm.com/
 
Galliani: Allegri Aman di San Siro!


Posisi Massimiliano Allegri di kursi kepelatihan AC Milan dinyatakan aman, meski pelatih berkebangsaan Italia itu memulai kompetisi musim 2012/13 ini dengan kurang mengesankan. Hal ini ditegaskan langsung oleh wakil presiden klub, Adriano Galliani.

GLK8nIq4fu.jpg

Seperti diketahui, Milan memulai laga pertamanya kontra Sampdoria pada Minggu (26/8) lalu, dengan menuai kekalahan 0-1 di San Siro. Kendati meraih kemenangan 3-1 di laga kedua, saat Milan bertemu Bologna. Namun, Rossoneri kembali kalah di San Siro, saat menjamu Atalanta, kemarin. Atalanta berhasil menang tipis 1-0 dari Milan.

Raihan buruk inilah yang memunculkan spekulasi bahwa Allegri akan segera meninggalkan San Siro. Namun, kata-kata Galliani diyakini bisa membuat pelatih 45 tahun itu bernafas lega.

“Posisi Allegri tidak untuk diperdebatkan lagi. Dia harus tenang sekarang. Sebab saat ini, kami harus fokus untuk meraih kemenangan di laga berikutnya dan memastikan pemain-pemain kami yang tengah cedera menjalani masa pemulihannya,” ujar Galliani, seperti dikutip Football-Italia, Senin (17/9/2012).

“Presiden Silvio Berlusconi meminta saya untuk tetap memantau tim dan memastikan kondisi dan situasi mereka saat ini,” tutupnya.

Sementara itu, Milan tengah mempersiapkan diri untuk menjamu Anderlecht dalam laga penyisihan grup Liga Champions musim ini pada Rabu (19/9) mendatang. Selain klub asal Belgia ini, Milan juga akan berhadapan dengan Malaga dan Zenit St Petersburg untuk lolos ke babak perdelapan final.



De Jong: Milan dalam Tahap Perbaikan


iLveEMDnPG.jpg

Klub raksasa asal Italia, AC Milan, belum menunjukkan keperkasaannya di awal musim Serie A 2012/13 ini. Pasalnya, klub asuhan Massimiliano Allegri ini harus menuai kekalahan dua kali di tiga laga yang dilakoninya.

Kendati demikian, Nigel de Jong optimistis, Rossoneri masih punya peluang untuk merebut trofi Serie A musim ini. Penghuni anyar Milan ini juga mengaku bahwa saat ini, Milan tengah memperbaiki dan meningkatkan kualitas tim.

Kepergian dua punggawa Milan, Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic, diyakini menjadi penyebab dari buruknya performa Rossoneri di awal musim ini. Dua kali kalah di kandang di awal musim merupakan catatan buruk bagi Milan sejak 80 tahun terakhir.

“Saya selalu optimistis. Milan akan selalu menjadi Milan dan kami harus bermain baik untuk menang dan meraih hasil positif. Itulah alasan mengapa saya ada di sini,” kata De Jong, seperti dikutip Goal, Senin (17/9/2012).

“Bagi saya, performa diri sendiri itu tidak penting. Performa yang ditampilkan tim menjadi hal yang terpenting. Kami harus bisa belajar dari kesalahan yang lalu,” sambung mantan punggawa Manchester City itu.

Sementara itu, pemain internasional Belanda ini juga mengatakan bahwa Milanisti tetap menjadi bagian penting dari skuad Rossoneri. Dia berharap, para Milanisti tetap setiap untuk menunjukkan dukungannya, meski Milan tengah berada dalam masa-masa krisis.

“Fans menjadi pemain ke-12 dalam tim kami. Mereka sangat penting bagi kami. Saya berharap, mereka bisa menunggu. Sebab, tim ini tengah dalam proses membangun skuad yang kokoh,” tutupnya.

sumber : okezone
 
Last edited:
Bos Napoli Ingin Gelar Scudetto

Aurelio-de-Laurentiis-353.jpg

Rekor sempurna pada ajang Serie-A dan Europa League telah dicatatkan Napoli sejauh ini. Tak heran, optimisme Presiden Aurelio De Laurentiis membumbung tinggi.

Sang presiden tak ragu mencanangkan target tinggi pada akhir musim ini. Gelar Scudetto, yang kali terakhir diraih pada 1990 silam, jadi bidikan De Laurentiis. "Ini bisa menjadi tahun yang tepat untuk Napoli memenangkan Scudetto," ungkap De Laurentiis kepada Il Mattino.

"Saya harus menggarisbawahi kata 'bisa' dalam kalimat itu. Kami memiliki dua lapis tim yang kompetitif," imbuh De Laurentiis.

Kedalaman skuat I Partenopei memang menunjukkan sinyal positif sejauh ini. Saat Edinson Cavani dan Gohkan Inler diistirahatkan, skuat asuhan Walter Mazzarri masih dapat menaklukkan AIK dengan skor 4-0 pada ajang Europa League.

sumber :tribunnews.com
 
Christian Abbiati : Dua Kartu Merah Menghabisi Kami​


171815hp2.jpg

Kekalahan 2-1 dari Udinese membuat AC Milan kian terpuruk. Ini merupakan kekalahan ketiga dari empat laga Serie A Italia dan posisi I Rossoneri terus merosot ke urutan 15 dengan hanya koleksi tiga angka.

Stephan El Shaawary sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah tertinggal gol Mattias Ranegie. Namun, Antonio Di Natale akhirnya memastikan kemenangan Udinese setelah Christian Zapata diganjar kartu merah akibat pelanggaran di kotak penalti.

Di tengah upaya kembali menyeimbangkan skor, Milan justru dipaksa tampil dengan sembilan pemain lantaran Kevin-Prince Boateng menerima kartu kuning kedua.

"Sayangnya, hasil negatif terus belanjut. Ini memalukan karena kami menunjukkan hal bagus di skor 1-1 meski dengan 10 pemain di lapangan. Tapi, kartu merah kedua benar-benar menghabisis kami," keluh portiere gaek Christian Abbiati.

"Kami tampik bagus di babak pertama dan gol El Shaarawy sangat hebat dari jarak jauh. Hal positif yang dilihat adalah kami memainkan gaya sendiri."

Posisi allenatore Massimiliano Allegri terus terancam menyusul hasil negatif di Udine. Namun, Abbiati menegaskan para pemain mendukung penuh mantan arsitek Cagliari.

"Terlepas dari perbaikan yang terjadi sekarang, pelatih telah bersama kami selama dua tahun dan dia memenangi gelar, Piala Super Italia dan tahun lalu kami nyaris meraih gelar. Para pemain sangat percaya kepadanya," tutup Abbiati.

sumber
 
Jangan Khawatir, Juventus Bisa Dikalahkan



Rekor tak terkalahkan Juventus mungkin masih bertahan saat bertandang ke Florence Rabu [26/9] akan tetapi I Bianconeri tampaknya harus menjalani tes terberatnya dalam 16 bulan sebagai tim yang terkalahkan di Serie A. Apa yang ditunjukkan Fiorentina pada partai di Artemio Franchi Rabu kemarin tampaknya bisa dijadikan contoh bagi tim-tim Serie A lain untuk membendung Juventus, bahkan mengalahkan skuat Antonio Conte tersebut.

Sembilan hari sebelumnya, Juventus juga kesulitan saat menghadapi Genoa saat di satu jam pertama mereka tertinggal 1-0 akibat kegagalan membendung ancaman Ciro Immobile dan Marco Borriello.

Kelemahan mereka dipertegas saat Juve harus menghadapi skuat Vincenzo Montella. Bahkan saat itu tidak ada reli-reli di babak kedua, atau perasaan lega usai 90 menit dilalui. Juventus memang tetap tak terkalahkan dan tetap mempertahankan posisi puncak Serie A setelah lima laga, akan tetapi setelah empat laga yang dilalui dengan kemenangan meyakinkan, partai melawan Fiorentina menunjukkan kelemahan Juve.

Bukan barisan penyerang yang menjadi kelemahan Juve malam itu, yang musim lalu sering membuat skuat Si Nyonya Tua meraih satu poin saat seharusnya mendapat tiga poin. Kelemahan Juve malam itu terletak pada lini tengah mereka. Kuartet Emanuele Giaccherini, Claudio Marchisio, Andrea Pirlo, dan Arturo Vidal, tidak tampil pada form biasanya. Masuknya Fabio Quagliarella dan Sebastian Giovinco tidak memperkuat lini ini, sebaliknya justru membuat barisan penyerang Juve terlihat semakin tak berguna.

La Viola memang bermain gemilang malam itu. Romulo, David Pizarro, dan Borja Valero menjadi paduan yang baik setelah ketiganya membuat lini tengah Juve seolah dibuat tak bisa bernapas dengan tekanan mereka sepanjang pertandingan. Skuat Montella bahkan sebenarnya bisa memenangkan pertandingan seandainya barisan penyerangnya sedikit lebih tenang dalam menyelesaikan peluang mencetak gol ke gawang Gianluigi Buffon.

Kelemahan utama Juve malam itu tampaknya tidak adanya seorang playmaker. Sedangkan Fiorentina menunjukkan kualitasnya melalui dua pemain mudanya Adam Ljajic dan Stevan Jovetic. Jovetic bahkan nyaris mencetak gol seandainya usahanya dari sisi kanan tidak melambung.

Penampilan lini tengah Juventus malam itu barangkali merupakan yang terburuk selama ditangani Conte. Pirlo yang tak berkutik akibat penjagaan ketat para pemain Fiorentina membuatnya harus diganti oleh Paul Pogba di 15 menit terakhir. Namun bahkan Vidal yang biasanya apik bermain sangat buruk malam itu.

Pemain timnas Chile tersebut telah menderita cedera engkel sejak partai Liga Champions melawan Chelsea pekan lalu. Vidal telah bermain lebih dari 200 menit selama enam hari terakhir. Jika penjagaan terhadap Pirlo dilakukan terus-menerus oleh tim manapun di Serie A maka Juventus agaknya harus siap mencari alternatif yang mesti dibiasakan bermain di skuat inti, salah satunya pada diri Pogba

Sementara itu di posisi lini tengah yang lain, Marchisio dipastikan akan kembali turun saat melawan AS Roma nanti. Akan tetapi Conte tampaknya harus mulai mempertimbangkan untuk memasang Kwadwo Asamoah, alih-alih Giaccherini yang berkarakter menyerang. Kemampuan bertahan pemain asal Ghana tersebut tampaknya akan lebih dibutuhkan saat melawan Roma nanti.

Sebelum pertandingan, Carrera mengklaim telah memiliki telepati antara dirinya dengan Conte. Hal tersebut sebelumnya memang membuat Juve sebelumnya seolah bisa melalui periode tanpa pelatih utama tersebut dengan mulus. Akan tetapi saat melawan Fiorentina tampaknya telepati tersebut tak terjadi.

Sementara itu Montella tampaknya berhasil sumringah saat pertandingan tersebut berakhir. Kekalahan telak Fiorentina 5-0 musim lalu di Firenze tampaknya bakal terkubur dalam-dalam. Montella bahkan mungkin akan merasa seharusnya mereka mendapatkan tiga poin. Meskipun demikian performa tersebut tampaknya cukup membuat Fiorentina menjadi tim yang disegani musim ini.

Fiorentina juga membuktikan bahwa Juventus bisa dikalahkan. Kini tinggal diperlukan tim yang bisa melakukan kinerja lini tengah seperti yang dilakukan Fiorentina digabung dengan serangan-serangan yang mirip dilakukan Genoa untuk mengalahkan Juventus, sebelum Si Nyonya Tua mendekati rekor Milan yang tak terkalahkan dalam 58 pertandingan.

sumber : goal.com​
 
Bos Napoli Ingin Gelar Scudetto

Aurelio-de-Laurentiis-353.jpg

Rekor sempurna pada ajang Serie-A dan Europa League telah dicatatkan Napoli sejauh ini. Tak heran, optimisme Presiden Aurelio De Laurentiis membumbung tinggi.

Sang presiden tak ragu mencanangkan target tinggi pada akhir musim ini. Gelar Scudetto, yang kali terakhir diraih pada 1990 silam, jadi bidikan De Laurentiis. "Ini bisa menjadi tahun yang tepat untuk Napoli memenangkan Scudetto," ungkap De Laurentiis kepada Il Mattino.

"Saya harus menggarisbawahi kata 'bisa' dalam kalimat itu. Kami memiliki dua lapis tim yang kompetitif," imbuh De Laurentiis.

Kedalaman skuat I Partenopei memang menunjukkan sinyal positif sejauh ini. Saat Edinson Cavani dan Gohkan Inler diistirahatkan, skuat asuhan Walter Mazzarri masih dapat menaklukkan AIK dengan skor 4-0 pada ajang Europa League.

sumber :tribunnews.com
ini napoli, klub yang pernah dibela maradona bukan ya dulu? presiden sama pemilik klub beda ga ya, kalau pemilik klub dan mau begitu harusnya beli pemain2 termahal seperti abramovich
 
ini napoli, klub yang pernah dibela maradona bukan ya dulu? presiden sama pemilik klub beda ga ya, kalau pemilik klub dan mau begitu harusnya beli pemain2 termahal seperti abramovich

Betul pak pres, Napoli memang pernah di bela oleh Diego Armando Maradona sang Legenda dari Argentina dan di club ini pula Maradona dinyatakan menggunakan Narkotik dan akhirnya dihukum oleh FIGC (PSSI-nya Italia) dan UEFA saat itu.

Napoli di dua musim terakhir ini menjadi kekuatan beru yang patut diperhitungkan lho..., sekarang mereka menduduki peringkat kedua klasemen di bawah Juventus yang berada di puncak...
 
Andrea Stramaccioni Sebut Kemenangan Derby Setara Sembilan Poin​


214958hp2.jpg


Stramaccioni memuji performa pemain yang tetap seimbang, walau harus kehilangan Nagatomo.​

Pelatih FC Internazionale Andrea Stramaccioni mengaku sangat senang dengan kemenangan 1-0 yang diperoleh Nerazzurri atas AC Milan di laga derby Della Madonnina akhir pekan kemarin.

Inter memastikan kemenangan melalui sundulan Walter Samuel di awal babak pertama. Namun Inter harus bermain dengan sepuluh orang di babak kedua menyusul kartu merah yang diterima Yuto Nagatomo di babak kedua.

“Sungguh menyenangkan setelah memenangi derby di bawah kondisi yang sulit dengan hanya sepuluh pemain sepanjang babak kedua,” ujar Stramaccioni dilansir La Gazzetta dello Sport.

“Kemenangan seperti ini memiliki poin dua atau bahkan tiga kali lipat. Walau bermain dengan sepuluh orang, kami sangat bagus.”

“Kami berusaha menutup lini belakang dengan tiga pemain. Formasi ini lebih memberikan keseimbangan kepada tim, dan saya beruntung punya 25 pemain dalam level yang tinggi.”


sumber : goal.com
 
Andrea Stramaccioni Sebut Kemenangan Derby Setara Sembilan Poin​


214958hp2.jpg


Stramaccioni memuji performa pemain yang tetap seimbang, walau harus kehilangan Nagatomo.​

Pelatih FC Internazionale Andrea Stramaccioni mengaku sangat senang dengan kemenangan 1-0 yang diperoleh Nerazzurri atas AC Milan di laga derby Della Madonnina akhir pekan kemarin.

Inter memastikan kemenangan melalui sundulan Walter Samuel di awal babak pertama. Namun Inter harus bermain dengan sepuluh orang di babak kedua menyusul kartu merah yang diterima Yuto Nagatomo di babak kedua.

“Sungguh menyenangkan setelah memenangi derby di bawah kondisi yang sulit dengan hanya sepuluh pemain sepanjang babak kedua,” ujar Stramaccioni dilansir La Gazzetta dello Sport.

“Kemenangan seperti ini memiliki poin dua atau bahkan tiga kali lipat. Walau bermain dengan sepuluh orang, kami sangat bagus.”

“Kami berusaha menutup lini belakang dengan tiga pemain. Formasi ini lebih memberikan keseimbangan kepada tim, dan saya beruntung punya 25 pemain dalam level yang tinggi.”


sumber : goal.com
itu pelatihnya, Stramaccioni, kayanya masih muda juga ya, ngeliat dari gaya rambutnya juga, umurnya berapa ya?


Yuto Nagatomo itu orang jepang ya?
 
Adriano Galliani Bantah Isu Penjualan AC Milan

213402hp2.jpg


Adriano Galliani berkeras, tidak ada alasan mengapa AC Milan harus dijual kepada investor. Hal ini diungkapkan CEO Rossoneri menyusul kabar bahwa presiden klub Silvio Berlusconi siap melepas saham mayoritasnya kepada para investor yang berminat.

Penjualan Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva pada bursa transfer musim panas lalu meninggalkan tanda tanya besar dalam diri Milanisti yang meragukan kesanggupan tim besutan Massimiliano Allegri bersaing secara finansial dengan klub-klub raksasa Eropa lainnya.

Belakangan, Milan disebut-sebut tengah dilirik oleh beberapa investor asing seperti Gazprom (Rusia) maupun Qatar Investment Authority.

Namun, Galliani menepis kekhawatiran tersebut. "Saya pikir fans tidak perlu mengeluh. Saya ingin mengingatkan semua orang bahwa kepemimpinan Berlusconi telah memberikan 28 trofi dalam kurun 25 tahun terakhir," tegasnya kepada Sky Sport Italia.

"Saya mengulangi apa yang telah saya utarakan sebelumnya, tidak ada negosiasi terkait penjualan Milan."

sumber : goal.com
 
Inter Akhiri Rekor Juventus

225007hp2.jpg


Internazionale berhasil mengalahkan Juventus 3-1 pada sebuah laga yang kontroversial.



Internazionale akhirnya menjadi tim yang memupus rekor tak terkalahkan Juventus dalam 49 pertandingan berkat kemenangan 3-1 dalam lanjutan Serie A Italia di Turin, Minggu (3/11) malam waktu setempat.

Inter memainkan formasi 3-4-3 dengan mengandalkan Diego Milito sebagai ujung tombak, sementara Juventus diperkuat lagi oleh Arturo Vidal dan Claudio Marchisio yang kembali dari hukuman akumulasi kartu dan cedera. Derby d'Italia ini kian seru karena Juventus sukses membukukan kemenangan pada seluruh laga kandang, sedangkan Inter pun mengemas rekor 100 persen serta mencetak delapan kemenangan beruntun di segala ajang.

Tuan rumah langsung memimpin ketika pertandingan baru berjalan 18 detik. Kwadwo Asamoah berlari menyongsong umpan Mirko Vucinic dan melepaskan umpan ke arah tiang jauh untuk diselesaikan dengan sempurna oleh Vidal. Dalam tayangan ulang, Asamoah sudah berdiri dalam posisi off-side.

Juventus hampir menggandakan keunggulan pada menit keempat, tetapi Vucinic gagal memanfaatkan umpan Sebastian Giovinco. Setelahnya, aksi Marchisio menyambut umpan Andrea Pirlo dihentikan Samir Handanovic.

Kontroversi kembali terjadi pada menit ke-34. Stephan Lichtsteiner, yang sudah mengantungi kartu kuning, melanggar Rodrigo Palacio. Para pemain Inter memprotes karena tidak memberikan Lichtsteiner kartu kuning kedua, tetapi wasit bergeming.

Di akhir babak pertama, Inter harus berterima kasih atas aksi Handanovic yang mencegah Juventus menambah gol. Sebuah tendangan Giovinco dapat diamankan sang penjaga gawang, begitu pula dengan upaya Asamoah dan Vidal. Inter dapat membalas melalui dua peluang Palacio, tetapi keduanya sia-sia.

Hampir 15 menit babak kedua berjalan, Inter memperoleh hadiah penalti. Milito dihentikan Marchisio saat berupaya menyambut umpan tendangan bebas Antonio Cassano. Tanpa kesalahan Milito menjalankan tugas dengan baik.

Pertandingan menjadi kian hidup. Giovinco sempat terjatuh dalam perebutan bola dengan Walter Gargano, tapi wasit kali ini tidak menilainya sebagai pelanggaran. Agresivitas Juve menjadi-jadi. Peluang Nicklas Bendtner dihentikan Handanovic, sedangkan upaya Vidal dalam sebuah serangan balik dapat diamankan Juan Jesus.

Inter berpeluang unggul pada menit ke-74 ketika Palacio lepas dari kawalan Giorgio Chiellini dan memberikan umpan kepada Milito. Dikawal ketat Andrea Barzagli, bola terlepas menuju Esteban Cambiasso. Tekel Martin Caceres kemudian mencegah gelandang Inter itu menyarangkan bola ke dalam gawang Juve.

Hanya 15 menit tersisa pertandingan, Milito berhasil membuat Inter unggul. Aksi Fredy Guarin memaksa Gianluigi Buffon melakukan penyelamatan. Bola muntah langsung disambar Il Principe tanpa kawalan berarti.

Handanovic mengamankan keunggulan Inter dengan menghentikan tendangan keras Pirlo. Bendtner hendak menyarangkan bola pantulan, tetapi upayanya meleset dari sudut sempit. Kemudian, peluang Fabio Quagliarella melebar dan Inter sukses menambah gol.

Saat Juve berjuang mencari gol penyeimbang, Inter melakukan serangan balik yang dipimpin Yuto Nagatomo. Dengan sebuah umpan terobosan, Palacio dengan leluasa menaklukkan Buffon meski bola sempat mengenai siku sang kiper.

Rekor Juventus pun berakhir sudah.


sumber
 
Laporan Pertandingan: Milan 5 - 1 Chievo


224902hp2.jpg


Milan tampil meyakinkan untuk memberikan kemenangan berharga bagi pelatih Massimiliano Allegri.



Kebangkitan Milan saat melawan Palermo diteruskan saat menghabisi Chievo, yang didukung dengan penampilan gemilang dari para penyerang Rossoneri.

Emanuelson membuka skor pada menit ke-16, meski sempat disamakan Pellissier dua menit kemudian, dan Montolivo memastikan Milan kembali unggul, sebelum trisula Bojan, El Shaarawy, dan Pazzini memastikan Milan meraih tiga angka penuh di kandang.

Dengan hasil ini, Milan melesat ke peringkat tujuh untuk sementara dengan 14 poin, tetapi Chievo tak bergeming di urutan ke-15 dengan sepuluh poin, dan bukan tidak mungkin berada di zona degradasi setelah seluruh tim memainkan laga di Giornata 11 ini.

Babak Pertama

Milan berusaha mencari tiga angka penuh untuk performa mereka musim ini, dan baru mulai menemukan ritme mereka menjelang akhir babak pertama.

Serangan berbahaya pertama Milan terjadi pada menit ketujuh, ketika tendangan Pazzini masih terlalu tinggi dari gawang Stefano Sorrentino.

Pada menit ke-16, Milan akhirnya unggul ketika gawang Sorrentino ditaklukkan Urby Emanuelson, setelah menyambut bola halauan pertahanan Chievo.

Keunggulan Milan tak bertahan lama, saat Pellissier berhasil menempatkan bola melewati garis gawang, meski Abbiati berusaha menghalau bola, tetapi wasit tetap mengesahkan gol pada menit ke-18 hasil umpan Luciano itu.

Di sepuluh menit terakhir babak pertama, Milan kembali unggul, kali ini giliran Emanuelson menjadi pemasok bola bagi Riccardo Montolivo yang tendangannya tak mampu dibendung Sorrentino.

Lima menit kemudian, umpan Emanuelson lagi-lagi merepotkan pertahanan Chievo, dan kali ini Bojan Krkic berhasil menyambut bola dan Milan unggul dua gol saat jeda.

Babak Kedua

Milan berusaha menambah keunggulan di babak kedua, tetapi peluang demi peluang yang didapat Pazzini dan El Shaarawy, masih gagal menemui sasaran.

Sementara itu, Chievo memasukkan Marco Rigoni, Adrian Stoian, dan David Di Michele, untuk menggantikan Luciano, Drame, serta Pellissier.

Pelatih Milan Massimiliano Allegri justru menarik keluar Emanuelson, yang tampil dominan di babak pertama, dan memasukkan Kevin-Prince Boateng untuk menambah kekuatan di lini tengah.

El Shaarawy akhirnya kembali menjadi sumber gol Milan, saat menyambut umpan silang akurat Ignazio Abate pada menit ke-75 untuk mencetak gol kedelapan bagi bintang muda Rossoneri itu pada musim ini.

Setelah Boateng, Allegri juga memasukkan Nigel De Jong untuk menggantikan posisi Montolivo setelah Milan unggul nyaman tiga gol, dan diikuti dengan masuknya Mattia De Sciglio untuk Ignazio Abate lima menit menjelang bubaran.

Milan hampir saja menambah keunggulan, tapi sayang peluang yang diperoleh Bojan Krkic masih mampu diselamatkan Sorrentino.

Pazzini akhirnya menutup kemenangan telak Milan, saat aksi individu El Shaarawy di sayap kiri diteruskan dengan umpan silang yang disontek Pazzini pada menit kedua waktu tambahan.


sumber
 
Esteban Cambiasso: FC Internazionale Awali Langkah Menuju Scudetto

208490hp2.jpg


Gelandang FC Internazionale Esteban Cambiasso menilai kemenangan 3-1 atas Juventus telah mengawali langkah Nerazzurri menuju Scudetto musim ini.

Raihan tiga angka itu membuat Inter kini menempati peringkat dua klasemen sementara, terpaut satu angka dari Juventus yang berada di puncak.

“Ini kemenangan yang snagat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri kami. Tapi belum menentukan, karena musim belum lama berjalan,” ujar Cambiasso dilansir Football Italia.

“Ada proyek yang sudah disiapkan untuk meraih kesuksesan. Ini bisa menjadi langkah awal menuju Scudetto, walaupun kami belum tahu berapa jauh perjalanan yang akan ditempuh. Kami berdeterminasi mewujudkan target kami.”

Cambiasso memuji pelatih Andrea Stramaccioni yang telah mengubah sistem permainan dengan menerapkan skema 3-4-3 untuk melawan Juventus.

“Menurut saya, pelatih melakukan pendekatan berbeda dibandingkan saat menghadapi klub lain. Kami menyadari Juventus merupakan tim yang kuat, tapi kami juga harus menyerang mereka untuk menjadi tim hebat,” kata Cambiasso.


sumber
 
wuah jadi sebelum dikalahin inter kemarin, juventus ga terkalahkan dalam 49 pertandingan (lebih dari 1 tahun) ya? luar biasa, padahal udah ga ada delpiero juga

ini seperti arsenal sekitar tahun 2006 aja, waktu ga pernah terkalahkan dalam 1 musim lebih, waktu itu banyak banget bintangnya arsenal, seperti thiery henry, rober pires, asley cole, campbell, kiper jens lehmann, dll, tapi di juventus sekarang siapa aja ya pilarnya?
 
Bologna Permalukan Napoli


240037hp2.jpg



Bologna berhasil mempermalukan Napoli 3-2 dihadapan para pendukungnya sendiri yang memadati Stadio San Paolo, Senin (17/12) dini hari WIB. Gol penentu kemenangan Bologna dalam pertandingan kali ini disumbangkan oleh Daniele Portanova di penghujung laga.

Dalam laga ini, Napoli sebenarnya tampil lebih mendominasi penguasaan bola. Dari catatan statistik pertandingan terlihat upaya tendangan ke arah gawang yang dimiliki Napoli jauh lebih banyak dibandingkan Bologna.

Napoli tercatat ada sembilan kali dan Bologna hanya ada lima kali saja. Sedangkan tendangan yang melenceng Napoli memiliki 16 kali kesempatan dan Bologna hanya ada lima kali saja.

Gol pembuka dari laga ini dicetak pada menit kesepuluh. Sebuah sodoran bola dari Nicolò Cherubin berhasil dimaksimalkan dengan baik oleh Manolo Gabbiadini. Keunggulan ini bertahan hingga jeda istirahat turun minum.

Setelah istirahat, Napoli sebenarnya sempat memperlihatkan penampilan terbaiknya. Di menit ke-50, Alessandro Gamberini sempat menghidupkan kesempatan Napoli dengan mengubah skor menjadi 1-1.

Lalu hanya selang dua puluh menit kemudian, umpan dari Lorenzo Insigne berhasil diselesaikan dengan baik oleh Edinson Cavani. Situasi pun berbalik di mana Napoli kini tampil memimpin menjadi 2-1.

Namun di sisa lima menit terakhir, situasi menjadi berubah. Berawal dari Panagiotis Giorgios Kone yang berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 bagi Bologna. Kemudian di sisa satu menit waktu normal, Portanova berhasil membobol gawang Napoli.

Bagi Napoli kekalahan ini menjadi pukulan teramat telak dalam usahanya memperbaiki posisi di klasemen Serie A Italia. Saat ini Napoli masih harus rela bertahan di urutan ketiga dengan selisih satu angka dari FC Internazionale yang berada satu peringkat di atasnya. Sebaliknya Bologna naik ke urutan 13 dengan mengantungi 18 angka dari 17 pertandingan.



sumber
 
Back
Top