Welcome Bonus $100 dari ForexChief


Sering Trading Tak Jamin Profit Konsisten, Ini Alasannya

Siapa bilang semakin sering buka posisi pasti dapat untung berlimpah? Jika salah manajemen, justru tumpukan masalah yang akan Anda hadapi nantinya. Seberapa sering trader harus buka posisi supaya dapat profit konsisten? Jawabannya sederhana, makin sering trading makin bikin pusing, jangankan untung malah buntung yang didapat. Jelas, beban biaya trading semakin membengkak, tapi tidak hanya itu saja, ternyata masih banyak masalah lain dari terlalu sering open trade.

Semakin Sering Trading, Semakin Besar Resikonya
Pada dasarnya setiap kali membuka posisi trading, Anda telah mengekspos sebagian dari modal sebagai jaminan (Margin) untuk mendapatkan keuntungan di pasar Forex. Masalahnya, hanya ada dua kemungkinan bagi setiap posisi trading yang masih berjalan; mendapat untung dari akumulasi poin positif atau malah merugi karena akumulasi poin minus.

Contoh:
Budi membuka lima posisi trading di beberapa pair mayor setiap harinya. Setiap posisi hanya dibiarkan berjalan tanpa Stop Loss sama sekali. Asumsinya, modal awal adalah USD 1,000 di akun mini, Win Rate 60% (di atas syarat Win Rate 55% untuk mempertahankan profit konsisten) dan Leverage maksimalnya 1:200.
  • Sekilas, dari Win Rate-nya saja seharusnya Budi bisa memperoleh keuntungan. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, setelah 1 minggu trading berturut-turut dia malah merugi. Berikut perhitungan detail-nya:
  • Jumlah posisi ditutup = 25 posisi, karena Budi tidak trading pada hari Sabtu dan Minggu.
  • Jumlah posisi untung = 15 posisi (60% dari jumlah posisi ditutup)
  • Jumlah posisi rugi = 10 posisi (40% dari jumlah posisi ditutup) Rata-rata keuntungan per posisi sekitar 10 pip, maka Gross profit = 150 pip.
  • Karena si Budi tidak pernah menggunakan Stop Loss, rata-rata kerugian per posisi adalah 20 pip, maka Gross profit = 200 pip
Dari perhitungan di atas, setelah satu minggu sering trading setiap harinya, Budi merugi hingga 50 pip, atau sekitar USD 50. Itupun belum termasuk beban biaya trading.

Singkat kata, semakin besar jumlah pembukaan posisi, maka semakin besar pula tanggungan beban resiko trading. Intinya, sering trading tidak menjamin raihan profit konsisten meskipun Win Rate cukup besar.

Sering Trading Berpotensi Memicu Stres Berlebihan
Semakin banyak posisi trading berjalan, maka semakin besar pula kecemasan yang diakibatkan oleh harapan berlebihan untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Perlahan-lahan, secara tidak sadar kebiasaan sering trading membuat Anda menghabiskan sebagian besar waktu hanya untuk menatap chart dan mengecek setiap posisi secara kompulsif.

sering-trading-tak-jamin-profit-konsisten-ini-alasannya-280780-26364.jpeg
​​

Satu posisi saja sebenarnya sudah cukup untuk membuat gusar trader pemula jika ternyata harga bergerak di luar perkiraan. Jadi bayangkan saja efeknya bila terdapat banyak posisi berjalan dalam waktu yang sama. Bisa dipastikan tekanan stres akan muncul bertubi-tubi jika kondisi pasar bergejolak.

Kecenderungannya, trader akan terjerumus praktik Overtrading karena ingin membalas posisi rugi dengan membuka posisi baru. Dalam kurun waktu lama, jika dibiarkan berlanjut maka kebiasaan terlalu sering trading akan menjerat trader hingga mengalami depresi.

Terlalu Sering Trading Justru Menghambat Profit Konsisten
Meraih profit konsisten sebenarnya tidak menuntut trader untuk sering trading. Menurut salah satu trader Price Action profesional, Nial Fuller, dibutuhkan kesabaran untuk mendapat keuntungan besar dari satu posisi trading strategis. Maksudnya, Anda harus sabar menunggu sinyal-sinyal konfirmasi berakurasi tinggi sebelum membuka posisi.

Analoginya seperti seorang penembak jitu. Dia hanya akan menekan picu tembak setelah target benar-benar berada tepat di lintasan proyektil. Sama halnya dengan seorang trader, market order hanya akan dieksekusi jika harga berada pada level tertentu sesuai dengan konfirmasi sinyal:

Masalahnya, kebiasaan sering trading muncul dari ketidaksabaran trader untuk menunggu waktu yang tepat untuk membuka lalu menutup posisi. Contohnya seperti pada kasus berikut:

Contoh:

sering-trading-tak-jamin-profit-konsisten-ini-alasannya-280780-27821.jpeg


Dari Chart GBP/USD (H4) di atas, terbentuknya pola candlestick berakurasi tinggi, Three Outside Down (di dalam lingkaran biru), mengindikasikan bahwa reli sudah berada pada titik nadir-nya. Pada saat itu, trader sudah dapat mengeksekusi order sell untuk meraih peluang untung dalam jumlah besar.

Perhatikan bahwa ternyata harga tidak serta merta turun tanpa perlawanan begitu sinyal jual muncul. Penjual dan pembeli masih saling berusaha menekan harga hingga pasar dalam kondisi Sideway selama berhari-hari. Di sinilah letak kesabaran dan sistem trading diuji.

Jika Anda memiliki kebiasan sering trading, biasanya posisi akan ditutup secara prematur sebelum harga benar-benar bergerak sesuai target profit. Lebih parahnya lagi, posisi-posisi baru dibuka berlawanan dengan posisi awal karena ingin mengikuti pergerakan harga pasar terkini. Itulah alasan utama kenapa kebiasaan sering trading justru mempersulit proses meraih profit konsisten.

Bagaimana Cara Mengatasi Kebiasaan Sering Trading?
Mengatasi efek negatif dari kebiasaan sering trading sebenarnya cukup sederhana. Ikuti langkah-langkah berikut:

Pertama, Anda harus merubah cara berpikir, yakinilah bahwa profit konsisten bukan berasal dari jumlah atau banyaknya posisi dibuka. Satu posisi dalam sebenarnya sudah cukup jika kualitas sinyalnya sudah terkonfirmasi dengan baik. Misalnya saat sinyal dari satu indikator atau satu pola harga terbentuk, tunggu sampai ada sinyal konfirmasi dari indikator atau pola harga pendukung lainnya.

Kedua, upayakan untuk mengurangi keinginan membuka posisi baru sebelum posisi sebelumnya mencapai profit target atau terkena Stop Loss. Dengan cara ini, Anda akan melatih kesabaran untuk mengontrol dorongan terlalu sering trading. Beri jeda waktu untuk beristirahat jika harga sudah mencapai TP atau SL, sehingga pada kesempatan trading berikutnya, pikiran terbebas dari beban.

Ketiga, berlatihlah mengatur setiap posisi dengan Money Management. Harapannya, resiko trading menjadi lebih mudah dikontrol sehingga total raihan keuntungan dapat bertahan dari kerugian-kerugian kecil, di mana hal tersebut merupakan faktor utama dari profit konsisten.

Sumber : seputarforex.com

 
Kenali 3 Macam Trading Chart Berikut dalam Forex Trading


Untuk dapat mengenali peluang serta harga yang muncul saat trading forex, Anda tentu memerlukan tampilan data yang mudah dibaca serta diperbarui secara real-time. Di hampir seluruh platform trading, hal tersebut ditampilkan dalam bentuk grafik atau yang dikenal sebagai chart.

Terdapat 3 macam chart yang umum digunakan dalam forex dan commodity trading. Ketiganya adalah,

Line-Chart.png


Line Chart
Jenis grafik ini merupakan grafik dengan tampilan yang paling sederhana. Seperti namanya, line chart hanya menampilkan garis yang menghubungkan harga-harga penutupan tiap sesi. Dengan demikian, Anda langsung dapat melihat tren serta gerak harga yang telah terjadi dengan melihat line chart.

Bar-Chart.png


Bar Chart
Bar chart merupakan tampilan grafik yang lebih kompleks dibanding line chart. Jika pada line chart Anda hanya dapat mengetahui harga tiap sesi secara umum, maka pada bar chart, Anda dapat menemukan informasi harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah (low), dan harga penutupan (close). Hal tersebut membuat bar chart juga dikenal sebagai OHLC chart.

Bentuk bar chart sendiri terlihat seperti batang atau ranting pohon dengan satu batang utama dan dua ranting di kanan kiri. Ranting di bagian kiri menandakan harga pembukaan (open) sementara ranting di bagian kanan menunjukkan harga penutupan. Ujung batang di bagian atas dan bawah masing-masing menunjukkan harga tertinggi dan terendah dalam sesi tersebut.

Dengan menggunakan chart ini, Anda mungkin tidak dapat langsung mengenali harga penutupan secara umum tiap sesi. Namun, informasi yang Anda dapatkan akan semakin akurat sehingga dapat memudahkan Anda melakukan analisis teknikal.

Candlestik-Chart.png


Candlestick Chart
Grafik yang juga dikenal sebagai grafik lilin ini merupakan grafik yang paling populer dan banyak digunakan oleh para trader forex, komoditas, hingga saham. Hal tersebut disebabkan oleh kemudahan serta tampilan grafik jenis ini yang sangat menarik dan mudah dipahami serta menampilkan informasi yang lengkap.

Pada dasarnya, candlestick chart menampilkan informasi yang sama dengan bar chart, yaitu harga pembukaan, penutupan, serta harga tertinggi dan terendah yang terjadi dalam satu sesi. Namun, informasi tersebut dikemas ke dalam bentuk grafik yang lebih menarik dan mudah dikenali.

Sebuah grafik candlestick memiliki dua komponen utama, yaitu badan grafik (body) dan batang atau tiang grafik (shadow) di bagian atas dan bawah body. Ujung batang atas menunjukkan harga tertinggi yang pernah dicapai di sesi tersebut, sementara ujung bawah menampilkan harga terendah. Untuk harga pembukaan dan penutupan diwakilkan oleh ukuran dan warna body.

Jika body grafik berwarna putih, maka harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, dengan begitu, ujung bawah body merupakan harga pembukaan dan ujung atasnya adalah harga penutupan. Jika warna body hitam/gelap, maka berlaku sebaliknya.

Saat ini, banyak platform trading yang mulai mewarnai body dari candlestick yang mereka tampilkan. Secara umum, warna putih pada grafik naik diganti dengan hijau atau biru, sementara warna merah atau hitam digunakan untuk menunjukkan harga penurunan.

Kelebihan grafik candlestick chart adalah, informasinya jauh lebih mudah dibaca dibanding bar chart. Bagi Anda yang baru belajar trading online, akan sangat mudah mengenali tren secara sepintas hanya dengan melihat perbedaan warna dari grafik ini. Selain itu, banyak istilah-istilah dan pola candlestick chart yang punya nama unik seperti "Shooting Star" yang membuatnya lebih mudah diingat dan dipelajari.

 
Kenali 3 Macam Trading Chart Berikut dalam Forex Trading


Untuk dapat mengenali peluang serta harga yang muncul saat trading forex, Anda tentu memerlukan tampilan data yang mudah dibaca serta diperbarui secara real-time. Di hampir seluruh platform trading, hal tersebut ditampilkan dalam bentuk grafik atau yang dikenal sebagai chart.

Terdapat 3 macam chart yang umum digunakan dalam forex dan commodity trading. Ketiganya adalah,

Line-Chart.png


Line Chart
Jenis grafik ini merupakan grafik dengan tampilan yang paling sederhana. Seperti namanya, line chart hanya menampilkan garis yang menghubungkan harga-harga penutupan tiap sesi. Dengan demikian, Anda langsung dapat melihat tren serta gerak harga yang telah terjadi dengan melihat line chart.

Bar-Chart.png


Bar Chart
Bar chart merupakan tampilan grafik yang lebih kompleks dibanding line chart. Jika pada line chart Anda hanya dapat mengetahui harga tiap sesi secara umum, maka pada bar chart, Anda dapat menemukan informasi harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah (low), dan harga penutupan (close). Hal tersebut membuat bar chart juga dikenal sebagai OHLC chart.

Bentuk bar chart sendiri terlihat seperti batang atau ranting pohon dengan satu batang utama dan dua ranting di kanan kiri. Ranting di bagian kiri menandakan harga pembukaan (open) sementara ranting di bagian kanan menunjukkan harga penutupan. Ujung batang di bagian atas dan bawah masing-masing menunjukkan harga tertinggi dan terendah dalam sesi tersebut.

Dengan menggunakan chart ini, Anda mungkin tidak dapat langsung mengenali harga penutupan secara umum tiap sesi. Namun, informasi yang Anda dapatkan akan semakin akurat sehingga dapat memudahkan Anda melakukan analisis teknikal.

Candlestik-Chart.png


Candlestick Chart
Grafik yang juga dikenal sebagai grafik lilin ini merupakan grafik yang paling populer dan banyak digunakan oleh para trader forex, komoditas, hingga saham. Hal tersebut disebabkan oleh kemudahan serta tampilan grafik jenis ini yang sangat menarik dan mudah dipahami serta menampilkan informasi yang lengkap.

Pada dasarnya, candlestick chart menampilkan informasi yang sama dengan bar chart, yaitu harga pembukaan, penutupan, serta harga tertinggi dan terendah yang terjadi dalam satu sesi. Namun, informasi tersebut dikemas ke dalam bentuk grafik yang lebih menarik dan mudah dikenali.

Sebuah grafik candlestick memiliki dua komponen utama, yaitu badan grafik (body) dan batang atau tiang grafik (shadow) di bagian atas dan bawah body. Ujung batang atas menunjukkan harga tertinggi yang pernah dicapai di sesi tersebut, sementara ujung bawah menampilkan harga terendah. Untuk harga pembukaan dan penutupan diwakilkan oleh ukuran dan warna body.

Jika body grafik berwarna putih, maka harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, dengan begitu, ujung bawah body merupakan harga pembukaan dan ujung atasnya adalah harga penutupan. Jika warna body hitam/gelap, maka berlaku sebaliknya.

Saat ini, banyak platform trading yang mulai mewarnai body dari candlestick yang mereka tampilkan. Secara umum, warna putih pada grafik naik diganti dengan hijau atau biru, sementara warna merah atau hitam digunakan untuk menunjukkan harga penurunan.

Kelebihan grafik candlestick chart adalah, informasinya jauh lebih mudah dibaca dibanding bar chart. Bagi Anda yang baru belajar trading online, akan sangat mudah mengenali tren secara sepintas hanya dengan melihat perbedaan warna dari grafik ini. Selain itu, banyak istilah-istilah dan pola candlestick chart yang punya nama unik seperti "Shooting Star" yang membuatnya lebih mudah diingat dan dipelajari.


Saat membuka chart forex pada platform trading, Anda bisa memilih tampilan chart forex dalam beberapa bentuk, antara lain:

  1. Grafik Garis atau Line
    Chart Berbentuk sederhana, hanya menunjukkan garis dari harga Close ke harga Close berikutnya. Trader pemula akan sulit membaca chart berbentuk garis karena informasi yang diberikan terlalu terbatas.
  2. Grafik Batang atau Bar
    Chart Berbeda dengan grafik garis yang hanya memuat informasi harga penutupan, Bar Chart menunjukkan OHLC dengan lebih jelas karena trader bisa melihat angka pembukaan, penutupan, harga tertinggi dan terendah pada kurun waktu tertentu.
  3. Grafik Lilin atau Candlestick Chart
    Chart ini memberikan informasi OHLC seperti Bar chart, tetapi dengan tampilan yang lebih menarik. Di sini, perbedaan harga Bearish dan Bullish menjadi lebih jelas dari Bar Chart, karena Candlestick biasanya dapat dibedakan dari warna-warna tertentu. Sebagai contoh, jika harga Open lebih tinggi dibanding harga Close, yang menandakan terjadinya penurunan (Bearish), maka biasanya Candlestick akan berwarna merah. Seebaliknya, jika harga harga Open lebih rendah dibandingkan Close (Bullish), maka Candlestick berwarna hijau.

 

Empat Konsep Dalam Trading Forex

Salah satu kunci sukses dalam trading di pasar forex adalah kesabaran. Jika persepsi awal kita tentang trading forex sudah salah kaprah dengan menganggap pasar forex adalah jalan pintas untuk cepat kaya, maka kita harus siap menerima kekecewaan yang serius. Jika ada broker yang menjamin bahwa kita bakalan bisa profit besar jika trading di perusahaannya karena fasilitas dan aturan trading yang paling aman dan nyaman, kenapa tidak semua trader membuka account di broker tersebut? Tujuan akhir broker dan kita sebagai trader adalah sama, yaitu berusaha semaksimal mungkin memperoleh profit. Pada dasarnya faktor utama untuk sukses dalam trading forex bukan pada broker atau kondisi pasar, tetapi ditentukan oleh diri kita sendiri, mental kita, cara pikir dan emosi kita dalam trading.

Tulisan ini adalah pemaparan 4 konsep dalam trading di pasar forex oleh Sam Evans, seorang pengajar pada Online Trading Academy berdasarkan pengalamannya menimba ilmu dari para trader profesional.

[​IMG] ​

Selain bersiap sedia untuk sabar, kita juga wajib mengedukasi diri kita dengan sebanyak mungkin pengetahuan tentang pasar, pergerakan harga dan managemen resiko sebagai bekal senjata kita. Jangan melupakan juga untuk mengetahui lebih detail tentang terminologi dan peraturan dalam trading forex yang digunakan oleh broker pilihan kita.

Pasar forex dan cara untuk sukses dalam trading forex memang tidak mudah dipahami oleh karena itu kita harus terus selalu mengevaluasi hasil trading dan terus belajar. Ada 4 konsep yang sebenarnya lebih merupakan cara pikir yang perlu kita terapkan sebagai seorang trader forex:

1. Persentase profit tinggi tidak sama dengan sukses
Salah satu bagian dalam trading forex yang sering disalah-artikan adalah persentase profit atau Win Rates. Dalam prakteknya, para trader pemula selalu terobsesi oleh jumlah frekuensi profit dan loss. Mereka mengira bahwa dengan semakin seringnya memperoleh profit, akan semakin cepat pula mencapai target profit bulanan atau tahunan sesuai dengan rencana yang diproyeksikan.

Dalam kenyataannya, itu adalah cara pikir yang salah. Dalam trading forex, hubungan profit dan waktu tidaklah linier, artinya tidak sepanjang waktu kita bisa selalu profit walaupun metode dan strategi trading kita sudah teruji dengan memuaskan. Kenyataan pahitnya adalah kita bisa memperoleh profit 99% dalam sepanjang waktu kita bertrading, tetapi mengalami loss besar hingga mengalami margin call dalam sekali trade.

Hanya dengan memahami bahwa kita bisa mengalami loss setiap saat, dan dengan menjaga loss kita sekecil mungkin, maka kita akan bisa konsisten di trading forex. Hal yang penting diperhatikan adalah statistik perbedaan antara frekuensi rata-rata profit dan rata-rata loss. Jika frekuensi rata-rata profit lebih besar daripada loss-nya maka bisa disimpulkan bahwa kita telah memiliki pegangan yang cukup kuat baik dalam cara pikir maupun metode dan strategi trading yang bisa selaras dengan karakteristik pasar forex.

2. Harga pasar menentukan segalanya
Jika Anda bertanya pada seorang trader berpengalaman atau trader profesional tentang bagaimana cara dia membaca chart dan indikator apa saja yang dipakai untuk menentukan posisi trading, Anda mungkin mengharapkan jawaban tentang berbagai macam indikator teknikal dan pola-pola (patterns) pergerakan harga. Lebih afdol lagi jika disertai juga dengan penjelasan matematis yang komplek. Asumsi seperti ini biasa pada kebanyakan trader yang berpandangan bahwa trading forex yang serius mesti komplek dan rumit.

Jika trader yang Anda tanya itu mau menjawab dengan jujur, pastilah jawabannya sama sekali berlawanan dengan yang Anda harapkan. Dalam kenyataannya, semakin kecil seorang trader bergantung pada indikator teknikal dan sinyal trading, semakin besar dia fokus dan memperhatikan indikator sejati di atas semua indikator, yaitu harga pasar itu sendiri.

Tidak peduli alat atau indikator apapun yang Anda gunakan untuk mendeteksi pasar dan membuka posisi trading, semuanya memerlukan data dari harga pasar untuk memberi hasil output pada Anda. Harga pasar akan selalu bergerak terlebih dahulu sebelum indikator memberi hasil output atau sinyal-sinyal trading. Trader yang telah banyak pengalamannya selalu berfokus pada apa yang diisyaratkan harga pasar dari waktu ke waktu dan sedikit bergantung pada indikator teknikal.

Pembahasan mengenai indikator teknikal dan harga pasar bukanlah seperti debat telur dan anak ayam, mana yang duluan, tetapi lebih pada sebab dan akibat.

3. Aturan trading yang telah kita buat tidak bisa dilanggar
Kita tentu tahu bahwa trader yang selalu profit dengan konsisten mempunyai aturan yang dibakukan dalam rencana tradingnya. Aturan itu bisa berupa langkah-langkah untuk membuka posisi, metode analisa atau strategi apapun yang sesuai dengan hasil uji coba yang telah maksimum. Kita tahu bahwa kita tidak bisa mengendalikan pasar, maka kita mesti mengendalikan diri kita sendiri dengan secara disiplin mengikuti aturan trading yang telah kita buat, terutama untuk mencegah resiko yang lebih besar. Jika kita langgar, walau cuman ‘sekali-kali’, maka yang akan kita rugikan adalah diri kita sendiri.

4. Kita tidak tahu apa-apa tentang pergerakan harga selanjutnya
Fokus dan perhatikan kondisi pergerakan harga pasar saat sekarang saja. Tidak seorangpun bisa memprediksi dan tahu dengan pasti arah pergerakan harga selanjutnya. Merasa bisa memprediksi arah pergerakan harga adalah cara pikir yang sama sekali keliru. Anda bisa merencanakan berdasarkan keadaan pasar secara obyektif dengan menentukan stop loss dan target profit. Apa yang terjadi setelah itu diluar kendali Anda, dan Anda hanya akan mengalami loss atau profit yang layak dan sesuai kehendak Anda. Cobalah memahami kenyataan ini dan pada akhirnya Anda akan memahami karakter pergerakan harga pasar yang sebenarnya seperti para trader profesional.

Walau telah menerapkan cara pikir seperti tersebut diatas, masih belum ada jaminan pasti bahwa Anda akan sukses dalam trading, tetapi jika cara pikir Anda berlawanan dengan konsep di atas maka dijamin Anda bakal sulit meraih sukses dalam trading forex.

Sumber : seputarforex.com

 

13 Fakta Tentang Sukses Belajar Trading Forex Yang Perlu Anda Tahu

Beberapa orang tergoda belajar trading forex dengan iming-iming kesuksesan dan untung yang melimpah. Namun, semua itu tak bisa didapat dengan mudah. Trading bukanlah hal yang mudah dipelajari. Beberapa orang tergoda untuk bertrading dengan iming-iming kesuksesan dan untung yang melimpah. Namun, semua itu tidak bisa dengan mudah didapatkan. Trader sukses membutuhkan waktu lama hingga menemukan cara terbaik untuk tradingnya. Berbagai macam strategi dan metode diterapkan dalam trading untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Terdapat banyak hal yang harus diperhatikan ketika Anda mulai belajar. Berikut ini beberapa fakta-fakta menarik tentang sukses belajar trading forex yang wajib Anda ketahui? ​

1. Pahami Diri Anda
Untuk membuat profit dalam trading, Anda harus memahami pasar. Sebelum Anda memahami pasar, pahami diri Anda terlebih dahulu. Langkah pertama untuk mendapatkan kesadaran diri adalah dengan memastikan bahwa toleransi resiko Anda dan alokasi modal untuk forex serta perdagangan tidak berlebihan atau kurang.Artinya Anda harus berhati-hati dalam memperlajari dan menganalisa tujuan finansial Anda dalam forex trading.

2. Rencanakan dan Fokus Pada Tujuan
Setelah Anda mengetahui apa tujuan Anda bertading, tentukan timeframe dan rencana kerja secara sistematis untuk karir trading Anda. Tnayakan pada diri Anda berbagai pertanyaan berikut:
Apakah yang menjadi ukuran kegagalan dan titik manakah yang Anda anggap sebagai keberhasilan?
Seberapa lamakan waktu yang Anda butuhkan untuk mencoba berbagai metode dalam mempelajari trading? berapa banyak waktu yang dapat Anda luangkan untuk bertrading?
Apakah Anda bertrading untuk kemandirian finansial atau hanya untuk mengasilkan penghasilan tambahan?
Pertanyaan pertanyaan diatas akan membantu Anda memperoleh pandangan yang nyata akan perlunya kegigihan dan kesabaran sebelum mulai bertrading. Selain itu, dengan memiliki tujuan yang jelas akan membantu Anda bekerja lebih mudah karena Anda telah memahami resiko yang dapat mengurangi profit.

3. Pilih broker Dengan Hati-Hati
Poin ini seringkali diacuhkan oleh trader pemula. Hal ini merupakan salah satu faktor esensial dalam suksesnya trading Anda. Seluk beluk broker harus Anda teliti dengan benar. Broker palsu tentunya akan menjerumuskan Anda dan bisa saja membuat Anda kehilangan banyak uang.

Selain itu perhatikan kondisi trading, platform yang disediakan dan efisiansi pelayanan pelanggan. Teliti broker Anda sebelum mulai mempertimbangkan untuk bertrading. Anda dapat melihat review broker kami sebagai referensi dalam memilih broker.

4. Pilih Tipe Akun dan Rasio Leverage Berdasarkan Kebutuhan dan Ekspektasi
Sebagai kelanjutan dari poin diatas, sangatlah penting untuk memilih tipe akun yang paling sesuai untuk ekspektasi dan level pengetahuan trading.

Banyaknya pilihan akun pada broker mungkin awalnya akan membingungkan, tapi semakin rendah leverage artinya semakin bagus. Jika Anda sudah memahami leverage dan trading secara umum, akun standar sudah cukup memenuhi kebutuhan Anda. Jika Anda benar-benar pemula, berlatih dalam jangka waktu tertentu pada akun mini. Secara umum, semakin rendah resiko, semakin tinggi kesempatan Anda. Gunakan cara yang paling aman untuk memulai karir trading Anda.

5. Mulai dengan modal kecil
Salah satu tips terbaik trading forex adalah mulai dengan modal kecil dan leverage rendah. Jumlah tersebut akan meningkat seiring terciptanya profit pada akun Anda. Tidak ada bukti nyata bahwa akun besar akan mendapatkan profit besar. Jika memang Anda sudah membuktikan strategi trading tepat untuk meningkatkan profit, tidak masalah. Jika tidak, tidak ada gunanya terus menambahkan uang pada akun yang pada akhirnya akan hilang begitu saja.

6. Fokus Pada Satu Currency Pair
Dunia perdagangan mata uang itu rumit dan membingungkan karena kondisi pasar yang kacau secara alami. Pelaku pasar memiliki karakteristik yang berbeda dengan tujuan beragam. Sangatlah sulit untuk menguasai seluruh jenis kegiatan keuangan terjadi di dunia, sehingga dengan fokus pada satu currency pair yang paling kita pahami adalah jalan keluar terbaik.

Selain itu, bertrading dengan mata uang negara Anda juga merupakan ide bagus. Namun, jika hal tersebut tidak bisa menjadi pilihan Anda, bertradinglah dengan mata uang paling likuid dan pair yang paling luas diperdagangkan. Tips ini sangat cocok baik untuk trader pemula maupun trader berpengalaman.

7. Kendalikan Emosi
Singkirkan semua perasaan serakah, euforia, panik dan ketakutan berlebihan ketika Anda menjadi seorang trader. Meskipun sudah jelas betul bahwa trader juga manusia yang merasakan berbagai macam emosi. Namun, emosi tersebut dapat dikontrol sehingga meminimalisir efeknya. Itulah sebabnya trader selalu disarankan untuk memulai dengan modal kecil. Dengan mengurangi resiko, emosi kita dapat lebih stabil dan tenang sehingga dapat lebih mudah menentukan tujuan trading jangka panjang. Dengan mengurangi emosi yang dapat berdampak pada trading, logika akan menjadi lebih dominan. Emosi yang tidak terlalu intens merupakan salah satu tips penting trading sukses.

8. Catat Perjalanan Trading Anda
Dengan mencatat seluruh trading, Anda dapat mempelajari ketika trading berhasil maupun gagal. Pendekatan analitis untuk trading tidak harus dimulai dari analisis fundamental dan analisis teknikal dari tren harga atau formulasi strategi trading. Mulailah dari yang paling simpel, dari uang pertama yang Anda letakkan pada open position dan kesalahan kalkulasi serta metode trading pertama Anda.

Trader sukses akan selalu membuat catatan, sebuah jurnal aktivitas perdagangan dimana trader tersebut dapat menelaah kesalahan dan keberhasilannya. Sejak masih belajar trading forex, catatlah apa yang menyebabkan kerugian dan apa yang dapat menghasilkan profit. Dari sinilah Anda dapat meneliti strategi atau momen terbaik untuk trading.

9. Buat Rencana dan Analisis Trading Sesederhana Mungkin
Rencana trading maupun analisis harus mudah dipahami dan jelas. Forex trading bukanlah ilmu pasti. Meskipun Anda seorang ahli matematika atau profesor ekonomi, belum tentu Anda sukses dalam bertrading. Kejelasan visi, tujuan jelas yang telah diteliti dengan seksama dan latihan pada metode yang Anda yakini untuk meraih karir gemilang dalam trading forex. Untuk meraih semua ini, Anda harus menahan godaan untuk overexplain, overanalyze, dan yang paling penting adalah, rasionalisasikan kegagalan Anda. Apapun yang memicunya, kegagalan tetaplah kegagalan. ​

10. Forex Merupakan Suatu Probabilitas
Forex sama dengan segala sesuatu tentang analisis resiko dan probabilitas. Tidak akan ada satu metode atau style yang akan menghasilkan keuntungan selamanya. Kunci kesuksesan dalam forex adalah dengan memahami bahwa kerugian tidak melulu berbahaya sedangkan profit dapat berlipat ganda. pemahaman macam ini adalah satu satunya cara untuk mengelola alokasi resiko sesuai dengan pemahaman probabilitas dan risk management.

11. Belajar Money Management
Begitu Anda berhasil mendapatkan profit, sekarang saatnya untuk melindunginya. Money management adalah meminimalisir loss dan memaksimalkan profit. Untuk memastikan bahwa Anda tidak mempertaruhkan profit yang telah Anda dapat dengan susah payah, untuk memotong kerugian dan meningkatkan profit. Anggaplah money management sebagai kitab suci dan pusat informasi trading Anda kapan saja.

12. Pelajari Pasar, Fundamental dan Faktor Teknikal
Ketiga faktor ini bisa mempengaruhi harga pasar. Namun, kesalahan analisis sangat jarang menjadi faktor utama hancurnya trading. Konsekuensi dari kesalahan aplikasi atau pemahaman fundamental serta teknikal menjadi faktor pembunuh trading. Hal-hal seperti money management dan pengendalian emosi merupakan faktor yang lebih penting untuk dipelajari oleh pemula. Setelah kedua hal tersebut Anda kuasai, mulailah mempelajari pasar, fundamental dan faktor teknikal. Analsis merupakan hal penting tapi hanya setelah Anda memiliki sikap yang tepat untuk menghadapi trading serta berani mengambil resiko.

13. Jangan Mudah Menyerah
Sangat tidak mungkin seseorang menjadi trading genius dalam waktu semalam, jadi Anda harus bersabar dan tekun untuk mengasah skill trading sebelum menyerah. Para trader sukses pun selalu mengalami keterpurukan dulu sebelum berjaya. Selama proses belajar trading forex tidak membahayakan kondisi finansial dan mempengaruhi rencana hidup Anda secara umum, kekalahan dalam proses belajar tidak akan membuat Anda bangkrut. Ambil resiko selama Anda mampu menanggungnya. Tetaplah tekun dan buktikan keinginan kuat Anda untuk menjadi trader yang sukses.

Sumber : seputarforex.com

 
Langkah Mudah Trading Mengikuti Tren dari Berita Keuangan


Seperti halnya produk pasar keuangan lainnya, forex trading juga sangat dipengaruhi oleh isu dan berita-berita seputar kondisi perekonomian suatu negara. Dengan demikian, sangat penting bagi Anda untuk dapat mengetahui berita-berita terkini seputar hal-hal yang berkaitan dengan faktor-faktor penggerak harga dalam forex trading tersebut.

Lalu, berita dan laporan apa saja yang perlu diperhatikan untuk dapat memprediksi arah pergerakan harga dalam forex trading? Berikut ini merupakan beberapa contohnya.

Berita Tentang Tingkat Pengangguran Sebuah Negara
Tidak dapat dimungkiri bahwa tingkat pengangguran sebuah negara memiliki pengaruh besar terhadap performa perekonomian negara tersebut. Sebab, meningkatnya jumlah pengangguran mencerminkan lesunya industri dan pergerakan ekonomi di negara tersebut. Terlebih jika tingkat pengangguran meningkat.

Kebanyakan trader dan investor tidak menyukai negara yang memiliki banyak pengangguran. Dengan demikian, saat berita menunjukkan tingkat pengangguran yang meningkat, hampir dapat dipastikan, nilai mata uang negara tersebut akan turun.

Berita dan Pengumuman dari Bank Sentral
Bank sentral sebuah negara memegang peran utama dalam menentukan nilai mata uang negara tersebut. Dengan demikian, seluruh berita dan pengumuman yang dikeluarkan oleh bank sentral akan sangat mempengaruhi nilai mata uang negara tersebut.

Salah satu faktor yang paling penting diperhatikan adalah kebijakan moneter serta tingkat suku bunga acuan. Secara teori, semakin tinggi tingkat suku bunga acuan, semakin mahal pula biaya yang diperlukan untuk dapat memperoleh kredit atau dana dalam mata uang tersebut, sehingga harganya akan naik.

Namun, terdapat berbagai faktor lain seperti kestabilan politik dan kondisi perekonomian dunia yang mungkin saja dapat mempengaruhi pergerakan harga mata uang tersebut.

Laporan Keuangan Negara
Sebagai trader forex, Anda perlu mengetahui seberapa kuat dan seberapa cocok nilai suatu mata uang terhadap kondisi perekonomian negara. Anda dapat melihat data-data tersebut dari berita yang menginformasikan hal-hal penting seputar keuangan negara seperti proporsi utang, total pendapatan, serta pajak.

Mata uang yang mengalami overvaluasi alias dihargai lebih tinggi dari seharusnya suatu saat akan cenderung mengalami penurunan harga. Sebaliknya, mata uang yang mengalami undervaluasi, akan cenderung menguat seiring waktu.

Berita Tentang Inflasi
Tidak kalah penting, berita-berita tentang inflasi mata uang pun memegang peran penting dalam menggerakkan pasar. Sebab, inflasi yang meningkat akan memiliki dampak langsung berupa penurunan nilai mata uang yang bersangkutan. Sehingga, Anda dapat memanfaatkan momen-momen pengumuman nilai inflasi untuk memasang posisi yang sesuai dengan perkiraan besar inflasi yang diumumkan.

 
Langkah Mudah Trading Mengikuti Tren dari Berita Keuangan


Seperti halnya produk pasar keuangan lainnya, forex trading juga sangat dipengaruhi oleh isu dan berita-berita seputar kondisi perekonomian suatu negara. Dengan demikian, sangat penting bagi Anda untuk dapat mengetahui berita-berita terkini seputar hal-hal yang berkaitan dengan faktor-faktor penggerak harga dalam forex trading tersebut.

Lalu, berita dan laporan apa saja yang perlu diperhatikan untuk dapat memprediksi arah pergerakan harga dalam forex trading? Berikut ini merupakan beberapa contohnya.

Berita Tentang Tingkat Pengangguran Sebuah Negara
Tidak dapat dimungkiri bahwa tingkat pengangguran sebuah negara memiliki pengaruh besar terhadap performa perekonomian negara tersebut. Sebab, meningkatnya jumlah pengangguran mencerminkan lesunya industri dan pergerakan ekonomi di negara tersebut. Terlebih jika tingkat pengangguran meningkat.

Kebanyakan trader dan investor tidak menyukai negara yang memiliki banyak pengangguran. Dengan demikian, saat berita menunjukkan tingkat pengangguran yang meningkat, hampir dapat dipastikan, nilai mata uang negara tersebut akan turun.

Berita dan Pengumuman dari Bank Sentral
Bank sentral sebuah negara memegang peran utama dalam menentukan nilai mata uang negara tersebut. Dengan demikian, seluruh berita dan pengumuman yang dikeluarkan oleh bank sentral akan sangat mempengaruhi nilai mata uang negara tersebut.

Salah satu faktor yang paling penting diperhatikan adalah kebijakan moneter serta tingkat suku bunga acuan. Secara teori, semakin tinggi tingkat suku bunga acuan, semakin mahal pula biaya yang diperlukan untuk dapat memperoleh kredit atau dana dalam mata uang tersebut, sehingga harganya akan naik.

Namun, terdapat berbagai faktor lain seperti kestabilan politik dan kondisi perekonomian dunia yang mungkin saja dapat mempengaruhi pergerakan harga mata uang tersebut.

Laporan Keuangan Negara
Sebagai trader forex, Anda perlu mengetahui seberapa kuat dan seberapa cocok nilai suatu mata uang terhadap kondisi perekonomian negara. Anda dapat melihat data-data tersebut dari berita yang menginformasikan hal-hal penting seputar keuangan negara seperti proporsi utang, total pendapatan, serta pajak.

Mata uang yang mengalami overvaluasi alias dihargai lebih tinggi dari seharusnya suatu saat akan cenderung mengalami penurunan harga. Sebaliknya, mata uang yang mengalami undervaluasi, akan cenderung menguat seiring waktu.

Berita Tentang Inflasi
Tidak kalah penting, berita-berita tentang inflasi mata uang pun memegang peran penting dalam menggerakkan pasar. Sebab, inflasi yang meningkat akan memiliki dampak langsung berupa penurunan nilai mata uang yang bersangkutan. Sehingga, Anda dapat memanfaatkan momen-momen pengumuman nilai inflasi untuk memasang posisi yang sesuai dengan perkiraan besar inflasi yang diumumkan.


Para trader profesional yang kerap melakukan trading berdasarkan pemberitaan, biasanya sudah tahu jenis berita apa yang akan berdampak pada pasar forex. Data-data ekonomi global misalnya, bisa dimonitor langsung lewat kalender ekonomi.

Kondisi perekonomian Amerika Serikat juga sangat berpengaruh pada nilai mata uang secara global dan kerap dianggap sebagai berita penting. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua berita yang dirilis terkait masalah ekonomi memiliki dampak pada volatilitas pasar.

 

Struktur Pasar Trading

Sebelum kita terjun kedalam dunia Forex, ada baiknya apabila kita mengetahui Struktur Pasar Trading Forex sebagai wawasan untuk kedepannya. Sebagai bahan perbandingan, mari kita coba untuk mengkaji pasar yang telah akrab dengan para trader yakni pasar saham. Pasar saham terpusat dan setiap transaksi harus melewati bursa (exchange), sedangkan pasar forex terdesentralisasi.

Apa maksudnya terdesentralisasi? secara harfiah, sebuah sistem desentralisasi adalah suatu sistem yang membutuhkan banyak pihak untuk mencapai keputusan. Dalam sistem terdesentralisasi, tidak ada otoritas terpusat tunggal yang membuat keputusan, melainkan atas nama semua pihak. Dengan demikian, di pasar forex, tidak ada harga tunggal dalam suatu mata uang. Hal ini membuat pasar forex sangat digemari. Pasar sangat besar dan kompetisi begitu sengit. Meskipun pasar forex terdesentralisasi, namun Para peserta di pasar Forex tetap terorganisir. Untuk lebih memahami apa yang kita maksud, berikut adalah ilustrasinya :

Pada bagian paling atas pasar forex adalah pasar antarbank. Terdiri dari bank-bank terbesar di dunia dan beberapa bank yang lebih kecil yang bertrading antar satu sama lain, harga di pasar interbank ini kemudian ditampilkan melalui Layanan brokering Elektronik (EBS) atau Reuters Dealing 3000 Matching-Spot. EBS dan Reuters Dealing 3000 Matching Spot mirip dengan Coca-cola dan Pepsi, mereka menyediakan produk yang sama dengan perbedaan tipis-tipis saja. Untuk plaform EBS, EUR/USD, USD/JPY, EUR/JPY, EUR/CHF, dan USD/CHF lebih liquid. Sementara itu, untuk platform Reuters, GBP/USD, EUR/GBP, USD/CAD, AUD/USD, dan NZD/USD-lah yang lebih liquid.

Di bawahnya barulah ada hedge fund, perusahaan, market maker eceran, dan ECN eceran. Perusahaan-perusahaan ini tidak bisa bertransaksi forex secara langsung di pasar interbank, melainkan harus melewati bank-bank besar tadi dulu. Ini berarti bahwa biaya trading mereka sedikit lebih tinggi dan lebih mahal daripada bank-bank besar yang merupakan bagian dari pasar antarbank. Pada bagian paling bawah adalah trader forex eceran seperti kita. Dulu sangat sulit bagi kita orang kecil untuk terlibat di pasar forex, namun berkat munculnya internet, perdagangan elektronik, dan broker ritel, hambatan sulit untuk masuk dalam trading forex semuanya hilang bagaikan tergerus oleh ombak laut.

Sumber : seputarforex.com

 
Last edited:
3 Alasan Penting Mengapa Anda Harus Membuat Rencana Trading dan Mematuhinya


Dalam trading, pergerakan pasar yang tidak terarah seringkali membuat para trader forex pemula bimbang untuk mengambil posisi. Terlebih jika pengalaman dan kemampuan analisis yang dimiliki belum terlalu kuat.

Namun, jika Anda berada dalam posisi tersebut, sebenarnya hanya ada satu hal yang perlu Anda lakukan, yaitu membuat rencana trading lengkap dengan strategi manajemen risikonya. Simak 3 alasan tentang pentingnya membuat rencana trading dan mematuhinya berikut ini.

Melatih Anda untuk Disiplin
Dalam belajar trading forex, disiplin serta perencanaan keuangan yang baik merupakan kunci kesuksesan. Dengan membuat rencana trading dan menepatinya, Anda akan terbiasa untuk menjadi disiplin dalam mengelola keuangan Anda.

Selain itu, dengan menaati strategi dan rencana trading yang telah dibuat, Anda mengetahui bahwa seluruh kemenangan merupakan hasil dari strategi serta perencanaan yang baik dan bukan merupakan sebuah keberuntungan semata.

Membedakan Kemenangan dan Keberuntungan
Dengan menaati rencana trading, Anda akan mampu membedakan profit yang didapat melalui kedisiplinan, dan profit yang berasal dari keberuntungan semata. Dengan begitu, Anda tidak akan merasakan euforia berlebihan yang membuat Anda menjadi terlalu percaya diri dan meningkatkan risiko loss pada posisi trading berikutnya.

Sebaliknya, Anda benar-benar mengerti faktor-faktor apa saja yang membuat Anda berhasil memenangkan trading tersebut. Semakin banyak Anda menjalankan strategi trading yang Anda buat, semakin besar pula kemungkinan Anda meraih profit.

Mengenali Strategi Trading yang Sesuai
Adakalanya sebuah strategi trading yang sudah Anda rancang dengan seksama ternyata tidak membuahkan hasil yang Anda inginkan. Saat hal ini terjadi, Anda akan kesulitan untuk menemukan kesalahan dari strategi Anda jika Anda tidak mengikuti rencana trading yang dibuat.

Sebaliknya, jika semuanya telah berjalan sesuai rencana, Anda dapat mempelajari seluruh bagian dari strategi trading Anda dan mencari tahu kelemahan dari strategi tersebut. Dengan cara itu, Anda akan mendapat banyak pengalaman serta pengetahuan baru yang membuat Anda semakin siap untuk menghadapi sesi trading berikutnya.

 
3 Alasan Penting Mengapa Anda Harus Membuat Rencana Trading dan Mematuhinya


Dalam trading, pergerakan pasar yang tidak terarah seringkali membuat para trader forex pemula bimbang untuk mengambil posisi. Terlebih jika pengalaman dan kemampuan analisis yang dimiliki belum terlalu kuat.

Namun, jika Anda berada dalam posisi tersebut, sebenarnya hanya ada satu hal yang perlu Anda lakukan, yaitu membuat rencana trading lengkap dengan strategi manajemen risikonya. Simak 3 alasan tentang pentingnya membuat rencana trading dan mematuhinya berikut ini.

Melatih Anda untuk Disiplin
Dalam belajar trading forex, disiplin serta perencanaan keuangan yang baik merupakan kunci kesuksesan. Dengan membuat rencana trading dan menepatinya, Anda akan terbiasa untuk menjadi disiplin dalam mengelola keuangan Anda.

Selain itu, dengan menaati strategi dan rencana trading yang telah dibuat, Anda mengetahui bahwa seluruh kemenangan merupakan hasil dari strategi serta perencanaan yang baik dan bukan merupakan sebuah keberuntungan semata.

Membedakan Kemenangan dan Keberuntungan
Dengan menaati rencana trading, Anda akan mampu membedakan profit yang didapat melalui kedisiplinan, dan profit yang berasal dari keberuntungan semata. Dengan begitu, Anda tidak akan merasakan euforia berlebihan yang membuat Anda menjadi terlalu percaya diri dan meningkatkan risiko loss pada posisi trading berikutnya.

Sebaliknya, Anda benar-benar mengerti faktor-faktor apa saja yang membuat Anda berhasil memenangkan trading tersebut. Semakin banyak Anda menjalankan strategi trading yang Anda buat, semakin besar pula kemungkinan Anda meraih profit.

Mengenali Strategi Trading yang Sesuai
Adakalanya sebuah strategi trading yang sudah Anda rancang dengan seksama ternyata tidak membuahkan hasil yang Anda inginkan. Saat hal ini terjadi, Anda akan kesulitan untuk menemukan kesalahan dari strategi Anda jika Anda tidak mengikuti rencana trading yang dibuat.

Sebaliknya, jika semuanya telah berjalan sesuai rencana, Anda dapat mempelajari seluruh bagian dari strategi trading Anda dan mencari tahu kelemahan dari strategi tersebut. Dengan cara itu, Anda akan mendapat banyak pengalaman serta pengetahuan baru yang membuat Anda semakin siap untuk menghadapi sesi trading berikutnya.


Pentinya Trading Plan bagi seorang trader, karena dengan trading plan seorang trader dapat memperoleh trading yang konsisten.

Dan Banyak sekali para trader yang tidak tahu apa yang harus di lakukan setelah membeli saham karena tidak memiliki trading plan. Lalu seberapa manfaatnya trading paln bagi bagi seorang trader.

  • Menentukan Arah Trading Kamu
  • Membuat Tradinng Lebih Disiplin

 

Kapan Buy, Kapan Sell? (Part 1)

Kapan buy dan sell adalah pertanyaan yang umum ditanyakan para trader. Nyatanya, untuk menentukan kapan buy, kapan sell tidaklah sulit. Jika Anda bergabung dalam forum atau komunitas para trader, baik itu komunitas trader di Telegram, WhatsApp, website, dan lain sebagainya, pasti pertanyaan mengenai kapan buy dan sell sering mencuat.

Tak jarang, pertanyaan ini juga diikuti dengan keluh kesah atau curhatan, kenapa saat melakukan buy, chart-nya malah terun. Sebaliknya saat mereka melakukan sell, chart-nya malah naik. Hal semacam ini tentu akan bisa dihindari apabila seorang trader memiliki pemahaman tentang cara trading forex yang baik. Nyatanya, trading forex itu memang tidak se-simple Buy saat mata uang di harga rendah, dan Sell saat mata uang di harga tinggi.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda jadikan sebagai acuan untuk menentukan kapan buy dan sell dalam forex:

1. Gunakan Prinsip Follow The Trend
Ada sebuah pepatah yang mengatakan: follow the trend, trend is your friend (ikutilah trend, trend adalah temanmu). Jadi sebelum melakukan entry, alangkah baiknya jika Anda mengetahui tentang trend yang terjadi saat ini pada market. Setelah Anda mengetahuinya, maka tinggal ikuti saja trend tersebut. Terlihat sederhana menentukan kapan buy dan sell dengan cara ini, tapi pasti Anda bertanya lagi, bagaimana caranya mengidentifikasi trend?

Secara umum, trend dalam forex terbagi menjadi tiga, yakni: uptrend (trend naik), downtrend (trend turun), dan sideways (cederung mendatar dalam kisaran tertentu). Untuk bisa menentukan trend yang sedang berlangsung, buatlah sebuah Trendline. Pertama-tama, tentukan titik level rendah dan level tinggi pada pergerakan harga. Selanjutnya, tarik garis lurus dari High ke High atau Low ke Low. Contoh membuat garis Trendline bisa Anda lihat di gambar di bawah ini:


Alternatif lain yang bisa Anda lakukan untuk menentukan trend adalah membuat garis support dan resistance. Apabila harga menembus garis support dan resistance tersebut, maka ini bisa menjadi indikasi bahwa trend harga akan berubah arah.

2. Anda Fundamentalis Atau Teknikalis?
Sudahkah Anda melakukan pencarian jati diri sebagai seorang trader? Pasalnya, Anda perlu mengetahui tipe trader apa Anda, apakah teknikalis atau fundamentalis.

Jika Anda merupakan trader teknikalis, maka gunakanlah sejumlah indikator yang sudah tersedia di platform trading, antara lain Parabolic SAR, Moving Average, Bollinger Bands, dan seterusnya.

Kalau Anda seorang fundamentalis, maka dasar yang harus Anda pakai untuk bertrading adalah ulasan berita ataupun situasi ekonomi yang tengah mendominasi di pasar forex. Di sini, Anda perlu melakukan studi dan mencermati berita mengenai makroekonomi dalam skala global.

3. Tentukan Berapa Lama Anda Bisa Hold Posisi
Untuk bisa mengetahui berapa lama bisa hold posisi, Anda harus menentukan terlebih dahulu style apa yang Anda pakai. Apakah Anda seorang Scalper, Intraday atau Swinger?

Scalper adalah trader yang sangat intense (ketat) dalam mengawasi pergerakan mata uang di depan komputer. Biasanya, Scalper didominasi oleh orang yang punya banyak waktu luang untuk menatap chart di layar komputer atau gadget.


Intraday adalah trader yang menahan posisi dalam satu hari. Misalnya Anda membuka posisi pada suatu pair di pagi hari, kemudian menutupnya pada sore hari. Ini mungkin cocok untuk Anda yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer, tapi tidak intense mengawasi pergerakan mata uang setiap saat.

Swinger adalah trader yang menahan posisi di pasar forex dalam waktu sehari hingga beberapa hari. Bahkan tipe swinger ada yang menahan posisi berminggu-minggu. Mereka memasang posisi sesuai dengan arah trend untuk meraih profit yang maksimal.

Time Frame juga bisa dijadikan sebagai patokan apakah Anda ingin membuka posisi untuk jangka pendek atau jangka panjang. Contohnya, trader Swinger atau yang cenderung bermain long term akan memilih Time Frame 4 jam ke atas, sedangkan trader yang cenderung Scalper atau biasa menahan posisi untuk jangka pendek, biasanya akan memilih time frame di bawah 30 menit.

4. Jangan Malas Baca Berita
Cara ini cenderung dipakai oleh para fundamentalis, tapi teknikalis pun juga sebaiknya tidak boleh ketinggalan berita forex. Anda perlu memantau perkembangan berita-berita yang berhubungan dengan negara yang mata uangnya yang Anda trading-kan. Alhasil, Anda akan bisa mengidentifikasi trend pasar, dan menentukan kapan buy dan sell dengan lebih mudah.

Secara sederhana, jika ada berita buruk dirilis, berarti mata uang negara tersebut akan cenderung turun. Sebaliknya, berita baik menandakan mata uang negara tersebut akan cenderung naik. Tapi, trader juga perlu mengetahui apakah news tersebut akan memiliki high impact atau hanya berlangsung jangka pendek saja. Membandingkan antara data forecast dan actual yang sehubungan dengan news tersebut juga perlu dilakukan.

Sumber : seputarforex.com

 
Last edited:

Kapan Buy, Kapan Sell? (Part 2)

Kapan harus buy dan sell bisa diketahui dengan mencermati trend, dan selalu siaga saat breakout akan terjadi. Simak ulasan selengkapnya di artikel berikut ini. Dalam artikel sebelumnya telah dibahas mengenai kapan harus buy dan sell. Ada 4 acuan yang perlu diperhatikan, yakni gunakan prinsip follow the trend, tentukan apakah entry Anda akan lebih cenderung ke teknikal atau fundamental, berapa lama durasi hold posisi, dan jangan malas membaca berita mengenai ekonomi global.

Disimpulkan dalam artikel sebelumnya bahwa kita hanya perlu mengikuti kemana trend sedang berjalan. Kita bisa memilih buy jika menurut analisa, trend pasar akan naik (dan terus naik). Sementara itu, kita dapat memilih sell jika menurut analisa, trend akan turun (dan terus turun).

Apakah hanya itu saja yang harus diperhatikan? Tentu tidak. Masih ada lagi beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kapan harus buy dan sell.

5. Cermati Awal Trend
Untuk bisa mengidentifikasi kapan harus buy dan sell, Anda harus benar-benar cermat dalam menentukan awal trend harga. Apakah Anda tipe trader yang masuk saat trend sedang berjalan, atau di awal trend tersebut dimulai? Opsi terbaik sebenarnya adalah masuk di awal trend. Bukannya lebih enak seandainya kita tahu lebih awal pergerakan dari sebuh trend, sehingga kita bisa "menaiki" trend tersebut dari awal hingga akhir?

Masuk di tengah-tengah trend yang sedang berjalan, ibarat kita melompat naik ke bus yang sedang berjalan. Belum tentu nanti setelah Anda masuk, trend-nya akan terus berjalan. Bagaimana jika ternyata trend tersebut sudah berakhir, atau tiba-tiba bergerak melawan entry posisi Anda? Hal ini bisa membuat Stop Loss cepat tersentuh.


Pertanyaanya, bisakah kita menentukan kapan sebuah trend akan bermula? Bisa, ada banyak cara, salah satunya yakni menerapkan divergence trading. Teknik trading ini mengutamakan konsep Counter-Trend, atau trading berlawanan arah dengan trend yang berlangsung saat ini. Dengan mengetahui kapan sebuah trend akan berbalik arah, kita akan terhindar dari telat masuk trend. Ditambah lagi, ini bisa mencegah kemungkinan yang lebih parah, yakni salah masuk (pilih SELL) di bagian lembah chart.

Ada banyak indikator yang bisa dipilih untuk strategi divergence trading ini, antara lain Moving Average Convergence/Divergence (MACD), Bill Williams’ Awesome Oscillator, Relative Strength Index (RSI), Commodity Channel Index (CCI), Indikator DeMarker, Stochastic Oscillator, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan beberapa indikator tersebut, kita akan bisa mengidentifikasi kapan sebuah trend akan melambat dan berpotensi berbalik arah.

6. Siaga, Sideways Biasanya Berakhir Dengan Breakout
Kondisi sideways bisa pula dijadikan acuan kapan harus buy dan sell. Trend ini biasanya diakhiri dengan breakout, dimana harga melejit naik atau menukik tajam. Jadi saat pasar dalam kondisi sideways, amati baik-baik pergerakan harga di lembah dan puncaknya. Istilah kerennya adalah memperhatikan posisi high and low. Dari sini, kita akan bisa mengidentifikasi kekuatan trend akan bullish atau bearish. Contoh penerapan penggunaan sideways untuk melihat kapan buy dan sell dalam forex adalah sebagai berikut: ​

Dua patokan dasar untuk kondisi harga yang sedang sideways adalah:
  • Buy di lembah (saat harga di Support).
  • Sell di puncak (saat harga di Resistance).
Periode sideways biasanya akan berakhir setelah harga berhasil menembus salah satu garis Support atau Resistance. Jika yang tertembus adalah Support, maka harga biasanya akan turun tajam, sementara apabila Resistance yang di-breakout, maka harga cenderung menguat pesat. Dari sini, maka strategi entry yang dilakukan adalah buy ketika harga terkonfirmasi menembus Resistance, atau sell ketika harga sudah tervalidasi breakout dari Support.

Yang perlu diperhatikan, jangan sampai kita terjebak False Breakout. Hal ini bisa membuat kita salah entry menggunakan strategi breakout, padahal harga sebenarnya masih akan berlanjut dalam kondisi sideways.

Akhir Kata
Kini, kita telah mengetahui apa saja hal-hal yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi kapan buy dan sell dalam forex. Apapun posisi yang diambil, selalu utamakan Money Management yang baik, agar kekuatan margin tetap terjaga dan terhindar dari MC (Margin Call). Jangan pula terjebak dengan rasa percaya diri yang berlebihan. Terlalu gegabah hantam buy saat trend naik dan hantam sell ketika trend turun bisa berakibat fatal. Jangan sok yakin dulu di depan lembah, who knows kalau ternyata di depan lembah itu bukan gunung, melainkan jurang yang sangat dalam dan menyakitkan.

Sumber : seputarforex.com

 

Solusi Dilema Belajar Trading Forex Dari Kathy Lien

Ada banyak batu sandungan saat Anda belajar trading forex, beberapa diantaranya adalah 4 dilema yang dijabarkan solusinya oleh Kathy Lien dalam artikel ini. Pernahkah Anda menemui dilema saat belajar trading forex? Ada banyak sekali pilihan yang diperkenalkan saat baru masuk di dunia trading, mulai dari cara belajar hingga strategi. Karenanya, tak heran bila banyak trader merasa kebingungan saat pertama kali mengenal trading forex. Dari sekian banyak permasalahan yang ada, trader dan analis forex Kathy Lien merangkum 4 hal yang paling sering menjadi dilema para pemula dan memberikan solusinya. Berikut ini uraian lengkapnya.


1. Bagaimana Cara Memilih Media Belajar?
Ada banyak sumber belajar forex yang bisa Anda manfaatkan saat ini. Mulai dari media konvensional seperti buku hingga artikel-artikel online, info tentang seluk-beluk forex bisa diperoleh dimanapun. Nah, dari sekian banyak info tersebut, bagaimana cara memilah sumber belajar terbaik untuk pemula?

Dalam hal ini, ada 3 syarat dari Kathy Lien yang bisa digunakan untuk mendeteksi kualitas sebuah media belajar dan sumber informasi trading forex:
  • Media belajar yang baik haruslah mampu memberikan pengetahuan dasar tentang forex
  • Ada ulasan lengkap seputar analisa teknikal
  • Dilengkapi dengan update berita fundamental penting
Informasi dasar sangatlah penting untuk memperkenalkan para pemula dengan pasar forex. Semakin transparan cara pengungkapannya, maka semakin baik pula media belajar tersebut. Ingat bahwa meskipun forex membawa peluang tak terbatas, namun ada pula kekurangan-kekurangan dan sisi gelap yang tak bisa dikesampingkan begitu saja.

Jadi, media belajar yang baik hendaknya bisa menuntun para pemula dengan arahan pengetahuan yang benar. Tak hanya menarik pendatang baru dengan iming-iming profit semata, tapi juga menginformasikan risiko kerugian yang bisa dialami. Di samping itu, adanya penjabaran tentang dasar-dasar trading juga dapat menjadi poin plus, karena akan sangat membantu trader dalam memahami garis besar cara trading dan kaidah-kaidah di pasar forex.

Selain pengetahuan dasar, sumber belajar forex yang baik juga harusnya memiliki berbagai uraian tentang analisa teknikal dan bagaimana cara menerapkannya dalam trading. Mulai dari pedoman membaca chart hingga penggunaan indikator, semua informasi yang diperlukan tentang analisa teknikal akan sangat berpengaruh bagi strategi trading para pemula nantinya.

Satu lagi komponen yang tak boleh ketinggalan adalah analisa fundamental. Mengingat harga sebetulnya digerakkan oleh buyer dan seller yang perilakunya bisa dipengaruhi oleh sentimen dari berita-berita fundamental, maka wajib hukumnya bagi para pemula untuk mengetahui pentingnya peranan faktor fundamental dalam forex. Selain itu, media belajar yang baik semestinya turut memberikan dukungan analisa fundamental dengan menyajikan update berita penting dan terbaru.

2. Perlukah Menghadiri Sekolah Forex?
Jawaban dari dilema ini bisa relatif, tergantung dari kebutuhan masing-masing pemula akan manfaat sekolah forex. Dibanding sekedar belajar sendiri dari sumber-sumber informasi tentang trading forex, sekolah forex bisa memberikan panduan belajar yang lebih terarah. Jika Anda mendaftar program edukasi forex secara online misalnya, akan ada interaksi dengan pengajar dan sesama siswa. Aspek seperti itu tentunya memberi manfaat tersendiri karena memfasilitasi sarana tukar ide, pengalaman, dan tips trading.


Jadi, apabila Anda merasa perlu mendapat keuntungan dari belajar bersama dengan pembimbing dan teman-teman sesama trader, maka menghadiri sekolah forex bisa memiliki peran krusial dalam tahap belajar trading forex. Sebaliknya, mendaftar di program sekolah forex tak akan menjadi kebutuhan pokok jika Anda adalah tipe orang yang lebih suka belajar sendiri, atau senang memiliki kebebasan dalam mengumpulkan materi informasi yang ada. Apalagi, berbagai sarana edukasi semacam itu umumnya memerlukan biaya. Jadi apabila tak didukung kebutuhan mendesak, program sekolah forex justru bisa menjadi beban finansial bahkan sebelum Anda mulai bertrading.

3. Fundamental Atau Teknikal?
Setiap trader itu berbeda, ada yang memilih jalan teknikal, namun ada pula yang cenderung mengarah ke fundamental. Jika dipisahkan seperti itu, maka tak ada yang lebih baik di antara keduanya. Namun perkaranya bisa berbeda apabila Anda bisa menggabungkan teknikal dan fundamental dengan seimbang.

"Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal," jelas Kathy Lien. Analis yang menjadi partner Boris Schlossberg itu juga menekankan bahwa "...menggabungkan kedua metode tersebut dapat menghindarkan Anda dari posisi-posisi buruk. Cara seperti ini (kombinasi teknikal dan fundamental) juga bisa digunakan semua trader, baik day trader maupun pengguna swing trading."


Berbagai teknologi platform trading dan chart harga kini sudah dilengkapi dengan tool yang menunjang pengamatan fundamental dan teknikal secara bersamaan. MetaTrader 4 contohnya, memiliki banyak sekali indikator dan tool teknikal bawaan, serta mengusung fitur feed berita forex untuk memberi informasi fundamental yang diperlukan.


4. Bagaimana Dengan Sistem Trading?
Banyak trader hingga kini masih penasaran dengan sistem trading yang dipasarkan. Baguskah sistem trading ini untuk dicoba? Apakah hasil trading nantinya sepadan dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli sistem trading tersebut? Sebenarnya, baik mencoba sistem trading yang dipasarkan, ataupun membangun sistem trading sendiri sama-sama tak ada salahnya. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangan yang bisa disesuaikan pada kebutuhan belajar trading forex Anda.

Sistem trading yang beredar biasanya telah dibedakan menurut kategori tertentu. Ada sistem yang berfokus pada strategi trend trading, ada pula sistem dengan metodologi range trading. Namun dari sekian banyak ragam sistem yang ditawarkan, akan sangat sulit menemukan strategi berbasis analisa fundamental.

Terkait hal itu, Kathy Lien mencermati bahwa sistem trading fundamental memang sangat jarang ada di pasar forex. Hanya hedge fund dan bank-bank besar yang kebanyakan menggunakan sistem fundamental, karena biasanya metode tersebut sangat berpedoman pada persepsi jangka panjang dan tidak memberikan banyak sinyal entry. "Itulah mengapa sistem yang banyak digunakan trader individu lebih banyak berkutat pada metodologi trend atau range trading. Jarang ada sistem yang bisa mengeksplorasi keduanya sekaligus melengkapinya dengan fundamental, karena jika ada, maka bisa jadi Anda telah menemukan holy grail dalam trading," demikian ungkap Kathy Lien.


Mengingat kelemahan sistem trading yang tak bisa sempurna memberikan sinyal, Kathy Lien punya kiat khusus bagi trader pemula. "Ingat bahwa sistem range hanya bekerja dengan baik di pasar ranging, sementara sistem trend trading cuma profitable di kala market sedang trending, dan cenderung merugikan saat diterapkan di kondisi sideways. Oleh karena itu, uji dulu sinyal dari sistem trading yang akan Anda gunakan, apakah lebih akurat di pasar trending atau ranging. Hanya dengan cara inilah Anda bisa tahu kapan saat tepat untuk menggunakan atau menghindari sinyal dari sistem tersebut," saran Kathy Lien.

Kesimpulan Dan Saran
Belajar trading forex awalnya tampak berat dan merepotkan saat pertama mulai. Bukan hanya karena Anda perlu memahami berbagai istilah dan cara trading, namun juga akibat adanya dilema tentang media, pilihan cara belajar, metode analisa, dan pembuatan sistem trading. Sebagai solusi, Anda bisa menerapkan solusi dari Kathy Lien di atas ketika menghadapi dilema saat belajar trading forex.

"Belajar sebanyak mungkin sebelum Anda menempatkan uang dalam risiko real harusnya menjadi agenda terdepan Anda. Buku-buku trading, artikel online, mentor trading, dan akun demo bisa menjadi instrumen untuk melengkapi perjalanan Anda menempuh kesuksesan sebagai trader forex," tutur Kathy Lien.

Sumber : seputarforex.com

 
Tingkatkan Kemampuan Trading Anda dengan Mindset Trader Sukses Berikut


Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana seorang trader dapat meraih sukses yang sedemikian besar sementara trader lain justru gagal dan akhirnya berhenti trading? Ternyata, hal tersebut disebabkan oleh perbedaan motivasi serta kesungguhan antara trader sukses dan trader gagal tersebut.

Tahukah Anda bahwa hampir seluruh trader yang sukses meraih keuntungan besar melalui trading memiliki pemikiran serta mindset berikut dalam berkarir sebagai trader:

Tidak Membiarkan Kekalahan dalam Trading Mematahkan Semangat untuk Maju
Profit dan risiko dalam forex trading selalu berkaitan. Seorang trader paling sukses sekalipun pasti pernah dan akan terus mengalami potensi risiko. Bahkan, tingkat kemenangan rata-rata trader dunia hanya berkisar 40%, atau lebih sedikit dibanding kekalahannya.

Meski demikian, banyaknya kegagalan yang dialami tidak membuat mereka patah semangat dan berhenti melakukan trading. Dengan begitu, motivasi untuk kembali bangkit dan melakukan trading dengan lebih baik akan semakin besar.

Menjadikan Kegagalan Sebagai Bahan Evaluasi
Sebuah kegagalan pasti terasa menyakitkan, terlebih jika kegagalan tersebut menimbulkan kerugian materi. Namun, seperti kata pepatah, selalu ada hikmah di balik setiap kejadian, para trader sukses menjadikan kegagalan yang mereka alami sebagai bahan evaluasi sekaligus pelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Dengan berani menghadapi kegagalan dan menjadikannya sebagai pelajaran, kemampuan trading Anda akan meningkat dengan cepat. Selain itu, Anda akan lebih mudah mengenali pola-pola trading yang harus dihindari atau justru perlu dilatih.

Meningkatkan Kemampuan Analisis
Analisis merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum memulai trading. Anda dapat memilih untuk menggunakan analisis teknikal atau fundamental sebagai dasar acuan perkiraan harga pasangan mata uang tertentu.
Untuk memahami faktor penggerak harga pasar, analisis fundamental menjadi teknik yang paling tepat untuk Anda lakukan, terutama jika Anda ingin melakukan trading dalam jangka panjang. Sebab, kondisi ekonomi sebuah negara lah yang sejatinya paling menentukan nilai mata uang yang diperdagangkan.

Sementara jika Anda ingin memperkirakan pergerakan harga berdasarkan grafik atau pergerakan harga di masa lalu, maka Anda akan lebih mudah menemukan kesimpulan yang tepat melalui analisis teknikal.

Terus Belajar dan Mencari Strategi Baru
Apa yang Anda lakukan setelah membuka sebuah posisi trading? Menunggu harga bergerak sesuai perkiraan, atau terus memantau kondisi pasar dan mencari kemungkinan harga bergerak ke arah lain? Jika jawabannya yang kedua, maka Anda telah berpikir seperti para trader profesional.

Untuk dapat meraih hasil yang maksimal, Anda perlu untuk terus memantau kondisi pasar dan mengantisipasi pergerakan selanjutnya. Tidak perlu ragu untuk menutup posisi yang kelihatan merugi dan membiarkan posisi yang untung untuk terus terbuka.

 
Tingkatkan Kemampuan Trading Anda dengan Mindset Trader Sukses Berikut


Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana seorang trader dapat meraih sukses yang sedemikian besar sementara trader lain justru gagal dan akhirnya berhenti trading? Ternyata, hal tersebut disebabkan oleh perbedaan motivasi serta kesungguhan antara trader sukses dan trader gagal tersebut.

Tahukah Anda bahwa hampir seluruh trader yang sukses meraih keuntungan besar melalui trading memiliki pemikiran serta mindset berikut dalam berkarir sebagai trader:

Tidak Membiarkan Kekalahan dalam Trading Mematahkan Semangat untuk Maju
Profit dan risiko dalam forex trading selalu berkaitan. Seorang trader paling sukses sekalipun pasti pernah dan akan terus mengalami potensi risiko. Bahkan, tingkat kemenangan rata-rata trader dunia hanya berkisar 40%, atau lebih sedikit dibanding kekalahannya.

Meski demikian, banyaknya kegagalan yang dialami tidak membuat mereka patah semangat dan berhenti melakukan trading. Dengan begitu, motivasi untuk kembali bangkit dan melakukan trading dengan lebih baik akan semakin besar.

Menjadikan Kegagalan Sebagai Bahan Evaluasi
Sebuah kegagalan pasti terasa menyakitkan, terlebih jika kegagalan tersebut menimbulkan kerugian materi. Namun, seperti kata pepatah, selalu ada hikmah di balik setiap kejadian, para trader sukses menjadikan kegagalan yang mereka alami sebagai bahan evaluasi sekaligus pelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Dengan berani menghadapi kegagalan dan menjadikannya sebagai pelajaran, kemampuan trading Anda akan meningkat dengan cepat. Selain itu, Anda akan lebih mudah mengenali pola-pola trading yang harus dihindari atau justru perlu dilatih.

Meningkatkan Kemampuan Analisis
Analisis merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum memulai trading. Anda dapat memilih untuk menggunakan analisis teknikal atau fundamental sebagai dasar acuan perkiraan harga pasangan mata uang tertentu.
Untuk memahami faktor penggerak harga pasar, analisis fundamental menjadi teknik yang paling tepat untuk Anda lakukan, terutama jika Anda ingin melakukan trading dalam jangka panjang. Sebab, kondisi ekonomi sebuah negara lah yang sejatinya paling menentukan nilai mata uang yang diperdagangkan.

Sementara jika Anda ingin memperkirakan pergerakan harga berdasarkan grafik atau pergerakan harga di masa lalu, maka Anda akan lebih mudah menemukan kesimpulan yang tepat melalui analisis teknikal.

Terus Belajar dan Mencari Strategi Baru
Apa yang Anda lakukan setelah membuka sebuah posisi trading? Menunggu harga bergerak sesuai perkiraan, atau terus memantau kondisi pasar dan mencari kemungkinan harga bergerak ke arah lain? Jika jawabannya yang kedua, maka Anda telah berpikir seperti para trader profesional.

Untuk dapat meraih hasil yang maksimal, Anda perlu untuk terus memantau kondisi pasar dan mengantisipasi pergerakan selanjutnya. Tidak perlu ragu untuk menutup posisi yang kelihatan merugi dan membiarkan posisi yang untung untuk terus terbuka.


Hal penting lainnya yang perlu Anda pelajari adalah pola pikir (mindset trading yang benar bagi pemula) atau psikologi trading. Banyak trader profesional mengatakan bahwa jika ingin sukses di pasar keuangan, penting untuk memiliki mindset yang tepat. Kadang kala, kerugian terbesar justru tidak datang dari pemahaman Anda terhadap basic trading, melainkan mindset atau psikologi trader yang kurang baik. Hal penting untuk ditanamkan dalam pikiran seorang trader pemula adalah bahwa trading itu sesuatu yang simple, namun tidak mudah ditaklukkan sehingga diperlukan usaha yang sungguh-sungguh.

Untuk memantapkan mindset trading yang benar bagi pemula; Sejak awal anda harus pahami dulu basic trading yang ada. Saya tidak mengatakan harus menghapal; pemahaman akan basic trading dan instrument trading di awal akan sangat membantu anda Anda. . Oleh karena itu, menurut kami ada empat cara yang wajib diketahui seorang calon trader sebelum memulai trading. Seorang trader mungkin telah menyadari hal ini sebelum memulai perjalanan tradingnya atau jika tidak, pasti akan sadar ini segera setelahnya. Di samping itu, penting juga bagi trader pemula untuk memerhatikan sikap mental seperti berikut.

  1. Memantapkan teknik trading dengan berlatih menggunakan akun demo hingga Anda merasa benar-benar siap. Hal ini perlu dilakukan karena jika Anda langsung memulai dengan akun riil tanpa menguasai teknik yang tepat lalu mengalami kerugian, maka psikologi Anda bisa jatuh.
  2. Salah satu kunci sukses trading adalah pengendalian emosi. Jadi, belajarlah mengontrol emosi dalam menyikapi perilaku pasar untuk menentukan momen yang tepat saat transaksi jual atau beli.
  3. Menjaga diri agar tidak serakah dalam menentukan target profit. Trading bukan mengenai seberapa banyak point (pip) yang Anda dapat dalam satu transaksi. Anda bisa saja kehilangan itu semua dalam perjalanan transaksi trading berikutnya. Hal yang penting adalah seberapa banyak profit yang Anda dapat dalam SEMUA transaksi.
  4. Disiplinkan diri dengan aturan yang ada dan sudah dibuat dalam rencana trading.

 

Sebelum Mulai Trading Forex, Kuasai Pengetahuan Dasar Ini Terlebih Dahulu

Sebelum mulai trading forex atau komoditi, Anda perlu melakukan kegiatan investasi terlebih dahulu. Namun investasi yang dimaksud di sini bukanlah investasi di instrumen keuangan, melainkan investasi berupa memperdalam pengetahuan mengenai trading. Ilmu trading ini didapat dari materi-materi tentang forex yang tersebar di internet. Atau belajar dari trader-trader berpengalaman, baik dalam forum seminar ataupun di forum online komunitas trader.

Secara garis besar, Anda akan mempelajari pengetahuan-pengetahuan dasar seputar trading yang akan berguna sebagai bekal agar bisa mengelola akun trading Anda ke arah profit, antara lain:

Trading Plan
Trader yang mengalami kerugian banyak disebabkan karena minimnya ilmu mengenai trading forex yang dimiliki. Banyak yang berharap bisa cepat kaya dalam hitungan bulan. Padahal proses menguasai ilmu trading memerlukan waktu dan kesediaan untuk menimba ilmu dari trader berpengalaman atau sumber-sumber pengetahuan lainnya.

Trading di forex dan pasar keuangan lainnya bukan hanya proses mengambil selisih keuntungan dari harga "jual" dikurangi harga "beli". Lebih dari itu ada proses menimba ilmu dan strategi. Dalam trading dibutuhkan perencanaan karena jika keputusan membeli dan menjual berdasarkan feeling saja maka tidak ada bedanya dengan berjudi. Anda memerlukan sebuah perencanaan dalam trading.

Dalam rencana trading, Anda menentukan persen modal digunakan, berapa batas kerugian yang ditolerir dan berapa profit yang diincar. Sesudah itu konsistenlah dengan rencana trading Anda.

Trading sesuai dengan arah tren
Sudah menjadi rumusan utama di dunia trading agar jangan pernah melawan arah pasar. Karena itu di saat pasar bullish, pasang posisi Beli demikian pula saat pasar bearish, pasang posisi Jual. Awal mula sebuah tren dapat dimulai pada awal sesi perdagangan namun juga bisa terjadi pada tengah sesi perdagangan saat ada peristiwa besar, tidak lama usai rilis data pada kalender ekonomi atau pengumuman kebijakan moneter.

Rasio risk/reward
Setiap trader harus menentukan rasio risk/reward yaitu potensi risiko berbanding dengan potensi keuntungan yang bisa didapat. Risk/reward ratio ini didapat dari berapa pip batas besaran risiko (Stop Loss/SL) dibagi berapa pip batas profit (Take Profit/TP) yang ingin Anda dapatkan. Misalkan Anda ingin SL sebesar 20 pip dari level entry sementara TP sebesar 40 pip dari level entry, maka rasio risk/reward Anda adalah 1:2. Tiap trader menentukan rasio risk/reward yang berbeda-beda, ada yang menetapkan 1:2; 1:3 ; hingga 1:10.

Namun yang harus diingat, level SL tidak boleh terlalu dekat jaraknya dengan level entry, misalnya Anda menetapkan SL 5 - 10 pip dari level entry. Karena, trading Anda bisa berhenti di saat ada peluang harga menyentuh level Take Profit yang dicanangkan sehingga menyebabkan strategi trading tidak berjalan dengan baik. Demikian pula Take Profit jangan telalu jauh dari level entry, karena di saat pasar tidak volatil maka level profit tidak tercapai.

Disiplin
Misal kamu menetapkan profit 50 pip namun kondisi pasar tiba-tiba volatil menyebabkan level terendah atau level tertinggi lebih dari 50 pip dari level entry Anda menyebabkan Anda mengubah level Take Profit menjadi 60 atau 70 pip. Saat Anda sudah mengubah, pasar sudah tidak volatil lagi dan berubah menjadi sideways atau mendatar. Karena itu janganlah mengubah TP di tengah trading.

Siap menerima kerugian
Setiap trading selalu ada risikonya. Seperti halnya trading barang fisik, trading forex, emas dan minyak berjangka juga ada risiko. Karena itu, siapkan mental Anda dan buat rencana trading yang baik agar kerugian diminimalisir.

Mungkin Anda mengeluarkan uang atau waktu untuk menguasai pengetahuan di atas yang menjadi prinsip dasar dari trading. Namun percayalah, pengetahuan ini tidak sia-sia karena akan membantu Anda menuju tujuan trading Anda.

Sumber : mifx.com

 

2 Fakta Tak Terelakkan Dalam Forex Trading

Ada dua fakta yang tak terelakkan dalam forex trading, namun sayangnya tidak banyak yang menyadari dua fakta ini.

Padahal jika Anda benar-benar mengingat dua hal ini maka Anda akan memiliki kemampuan psikologis untuk menanggulangi kegalauan pasca loss.

Apa saja dua hal itu? Ini dia:

1. Hal Tak Terduga Bisa Terjadi Kapan Saja
Ini fakta. Hadapi saja. Sebesar apa pun usaha Anda dalam melakukan analisa, secanggih apa pun teknik analisa yang Anda pergunakan, Anda tidak akan bisa benar-benar yakin serratus persen bahwa pasar akan bergerak persis seperti yang Anda inginkan. Akuilah.

Pasar selalu menemukan cara untuk mengejutkan Anda, dalam arti positif maupun negatif.

OK, kita tidak akan membahas kejutan positifnya karena semua orang pasti akan bahagia jika mendapatkan kejutan yang positif dari pasar.

Yang kita bicarakan adalah kejutan dalam bentuk pergerakan yang berlawanan dengan kehendak Anda, mungkin dilatarbelakangi oleh intervensi bank sentral, atau mungkin salah seorang gubernur bank sentral utama entah karena angin apa mengeluarkan pernyataan yang dovish. Siapa tahu?

Sebagai contoh, masih ingatkah Anda dengan kejadian di bulan Januari 2015, ketika Swiss National Bank memberi "kejutan" pada pasar dengan menghapus patokan kurs Swiss franc terhadap euro?

Belum lagi kalau kita membicarakan bencana alam, atau jika seandainya Korea Utara tiba-tiba meluncurkan rudal nuklir ke arah Amerika Serikat.

Kim Jong Un tidak mungkin akan menggelar konferensi pers dulu sebelum menyerang musuhnya kan?

Hal-hal tak terduga seperti ini bisa menimbulkan gejolak pasar dan sangat-sangat kecil kemungkinannya Anda akan mengetahui hal itu akan terjadi meskipun Anda sangat detil dalam memperhatikan grafik, kalender ekonomi dan memantau berita forex setiap saat.

2. Trading Adalah Bentuk Nyata Teori Peluang
Ada dua hal penting dalam "memainkan" teori peluang dalam forex trading :

Pertama, Anda harus memastikan bahwa posisi yang akan Anda ambil searah dengan trend yang sedang berlangsung.

Kedua, Anda harus menyadari bahwa tetap ada kemungkinan harga akan bergerak berlawanan dengan posisi yang Anda ambil, meskipun berdasarkan riset peluang bahwa posisi yang Anda ambil akan membuahkan profit – katakanlah – sebesar 70%.

Artinya, ada 30% peluang bahwa posisi Anda akan berakhir dengan kerugian. Untuk itulah pembatasan resiko diperlukan.

Contoh kasusnya, katakanlah Anda melihat bahwa GBPUSD saat ini bergerak di kisaran 1.00000.

Anggaplah level tersebut – berdasarkan analisa – merupakan level support yang kuat sekaligus level support psikologis.

Anda sudah menyadari bahwa tidak mungkin Anda bisa 100% yakin GBPUSD akan mengalami rebound, tetapi pada saat yang sama Anda bisa memperkirakan bahwa peluang untuk rebound (bullish) saat itu lebih besar daripada peluang bearish karena level 1.00000 itu adalah strong support.

Dalam situasi seperti ini, tidak terlalu penting apakah Anda akan untung atau rugi, karena Anda sangat paham bahwa keputusan yang Anda ambil betul-betul berdasarkan kemungkinan.

Anda mungkin akan mengalami kerugian dan itu tidak akan menjadi masalah berarti bagi Anda, karena toh Anda sudah menyadari kemungkinan tersebut.

Mungkin juga Anda akan mendapatkan keuntungan, yang tentu memang Anda harapkan.

Jadi, apa pun kondisi yang akan Anda dapati, tidak akan menjadi masalah yang terlalu berarti.

Kalau untung, ya syukur. Kalau rugi, Anda akan move on dengan mudah.

Mengapa bisa move on dengan mudah?

Karena sejak awal Anda sudah membatasi resiko. Anda menempatkan stop loss dengan baik serta membatasi volume transaksi dengan menyesuaikan jumlah lot berdasarkan perhitungan position sizing.

Anda sudah punya trading plan yang matang. Anda sudah siap untuk segala kemungkinan.

Jika Anda sudah siap untuk menerima segala kemungkinan, tidak akan ada hal yang bisa membuat Anda terlalu kecewa.

Jadi, jangan pernah lupakan tips yang kami bagikan ini agar Anda senantiasa bisa trading forex tanpa dihantui rasa kecewa yang terlalu dalam.

Sumber : foreximf.com

 

Waktu Terbaik Untuk Day Trading EUR/USD

Walaupun tidak ada patokan pasti untuk menentukan saat trading terbaik, tapi ada rekomendasi untuk waktu terbaik trading EUR/USD, terutama bagi para day trader. Bisa mendapatkan hasil trading secara harian adalah salah satu daya tarik day trading yang membuatnya banyak diincar trader. Namun tahukah Anda? Memilih waktu terbaik untuk day trading tidak bisa sembarangan. Selain disesuaikan dengan sesinya, ada pula pertimbangan dari sisi pair pilihan Anda.

Daya Tarik EUR/USD Sebagai Pair Pilihan Day Trader
Dalam trading forex, EUR/USD barangkali adalah pasangan mata uang paling umum atau bisa disebut juga "pair sejuta umat". Dari hasil survei Bank for International Settlement (BIS) mengenai pair paling aktif yang diperdagangkan di dunia pada pertengahan tahun ini, EUR/USD menduduki peringkat pertama dengan raihan persentase sebesar 23.1%.

Tentu saja, bukan tanpa alasan EUR/USD menjadi pair favorit di kalangan trader. Pergerakan harian yang rata-rata mencapai 100-130 pips dianggap ideal untuk meraih profit bagi trader di semua kalangan; tidak terlalu kecil sehingga bisa meminimalisir peluang trader untuk menargetkan pips besar, tidak pula terlalu besar sehingga mempersulit trader untuk mengukur outlook pergerakannya secara teknikal.

Selain itu, EUR/USD dipengaruhi oleh beragam isu dan rilis data ekonomi dari Amerika Serikat maupun Zona Euro yang mudah didapatkan di berbagai portal berita online. Trader tak perlu repot-repot mencari sumber berita di "lokasi" yang susah terjangkau, karena semua kabar yang dianggap berdampak pada fundamental EUR/USD akan diulas di hampir semua situs trading, termasuk Seputarforex yang secara khusus menyajikan kumpulan beritanya dalam topik Euro Hari Ini dan Dolar Hari Ini.

Nah, bagi Anda yang memfavoritkan Euro dan ingin mencoba day trading, berikut adalah uraian mengenai waktu terbaik trading EUR/USD menurut Cory Mitchell.

Kenali Dari Volatilitas Intraday
Dilihat dari sesi perdagangan harian yang terbagi menjadi 4 kategori (Sydney, Tokyo, London, dan New York), waktu paling aktif bagi pergerakan harga Euro adalah di sesi London. Sementara itu, pair-pair yang melibatkan Dolar AS aktif berfluktuasi di sesi New York. Karena itu, banyak trader yang secara mudah menyimpulkan bahwa waktu terbaik trading EUR/USD adalah pada sesi London hingga New York.

Dalam menentukan periode ideal untuk day trading EUR/USD, Cory Mitchell juga pertama-tama melihat volatilitas intraday untuk merangkum besarnya pergerakan harga EUR/USD di setiap jam. Hal itu terbukti dari chart di bawah ini.

Terlihat bahwa harga paling aktif bergerak di pukul 07:00 hingga 20:00. Perlu diperhatikan bahwa standar waktu yang digunakan di sini adalah GMT, sehingga jika diaplikasikan di Waktu Indonesia Barat (WIB), maka Anda perlu menambahnya sebanyak 7 jam. Dalam hal ini, maka bisa disimpulkan bahwa secara harian, pair EUR/USD paling bergejolak pada pukul 14:00 WIB sore hingga 04:00 WIB keesokan harinya.

Apabila dibandingkan dengan durasi sesi London plus New York, maka bisa dikatakan bahwa pantauan pada grafik di atas sudah selaras dengan jam buka pasar London hingga New York.

Jika Anda ingin memaksimalkan day trading pada pair EUR/USD, maka memilih waktu trading tidak bisa hanya disesuaikan dengan kedua sesi pasar di atas. Faktanya, Anda masih perlu memilih waktu trading terbaik yang lebih spesifik lagi. Caranya mudah saja, cukup tentukan 2-3 jam yang paling menonjol dalam grafik volatilitas EUR/USD di atas, lalu pusatkan perhatian Anda untuk meraup profit maksimal di jam-jam tersebut.

Untuk mempermudah penentuan waktunya, berikut adalah contoh waktu terbaik trading EUR/USD yang sudah dikerucutkan menjadi 3 jam saja.​

Dari sini terlihat bahwa EUR/USD paling aktif bergerak di pukul 13:00 hingga 16:00 GMT, atau sekitar 20:00 sampai 23:00 WIB. Periode ini kebetulan bersamaan dengan sesi overlap antara pasar London dan New York. Artinya, ada dua pusat finansial dunia yang masih aktif secara bersamaan, sehingga tak heran bila banyak trader berdatangan dan meningkatkan arus transaksi EUR/USD.

3 Fakta Penting Tentang Waktu Terbaik Trading EUR/USD
  1. Waktu ideal untuk day trading EUR/USD adalah pukul 14:00 hingga 04:00 WIB. Di luar itu, dikhawatirkan volatilitas harga tidak cukup besar untuk mendatangkan potensi profit yang lebih besar dari spread atau komisi trading dari broker Anda.
  2. Rata-rata pergerakan harian untuk EUR/USD bisa berubah-ubah. Misalnya saja, apabila hari ini mencapai 100 pips, maka besoknya bisa menjadi 130 pips per hari, atau justru merosot ke 75 pips per hari. Walaupun besar pergerakan harga setiap hari selalu berubah, tapi jam-jam ketika fluktuasi EUR/USD meningkat akan cenderung sama.
  3. Tidak semua trader bisa selalu siap siaga pada pukul 20:00 sampai 23:00 WIB untuk mengeruk cuan maksimal. Jika Anda termasuk trader yang berhalangan aktif di jam-jam tersebut, maka tak perlu khawatir atau memaksakan diri. Anda bisa memilih jam lain karena pada dasarnya, waktu ideal untuk day trading EUR/USD terbentang dari pukul 14:00 hingga 04:00 WIB.

Usut punya usut, menghindari sesi overlap juga memiliki keunggulan tersendiri, karena Anda bisa terhindar dari hiruk pikuk pasar yang terlalu ramai dan seringkali menyebabkan noise ataupun volatilitas terlampau tinggi.

Sumber : seputarforex.com

 
Menghasilkan profit dari Index Trading, Bagaimana Caranya?


Dalam pasar keuangan, indeks merupakan daftar yang berisi saham-saham yang diperdagangkan dalam sebuah bursa. Sebagai contoh, indeks saham terbesar di Indonesia adalah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG, yang berisi seluruh saham-saham perusahaan yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Nilai dari sebuah Indeks mencerminkan nilai rata-rata dari seluruh saham yang ada di dalamnya. Sehingga, saat harga saham-saham yang menjadi bagian dari indeks tersebut mengalami perubahan, nilai indeks juga akan berubah. Saat banyak harga saham turun, nilai Index juga akan turun, begitu juga sebaliknya. Jika performa saham-saham perusahaan dalam sebuah indeks bagus, maka nilai indeks akan meningkat.

Dengan memanfaatkan volatilitas yang muncul pada harga indeks, Anda dapat melakukan jual beli indeks atau indices trading untuk meraih keuntungan. Seperti halnya pada pasar forex, trading indeks memberikan Anda kesempatan untuk mencetak profit dengan memperkirakan pergerakan harga indeks.

Melakukan Jual Beli Indeks

Untuk dapat melakukan jual beli index, Anda perlu mendaftarkan diri Anda pada broker yang memiliki fasilitas perdagangan Indeks. Monex adalah salah satu broker legal terbaik di Indonesia yang menyediakan layanan ini.
Mirip dengan perdagangan forex, pada transaksi indeks, Anda dapat menempatkan posisi jual atau beli terhadap pergerakan harga indeks. Dengan demikian, Anda dapat mencetak profit pada kondisi market apapun, baik sedang naik, maupun turun.

Sebagai contoh, jika Anda ingin memperdagangkan indeks Hang Seng Hongkong pada harga 25.050, maka Anda memiliki dua opsi untuk membuka posisi BUY atau SELL. bergantung pada besar spread yang Anda gunakan, broker akan menawarkan bid/offer pada angka tertentu seperti 25.049/25.051.

Dalam satu hari, indeks Hang Seng dapat bergerak antara 300 - 700 pip, dengan harga per pip sebesar $5. Jika Anda membuka posisi buy pada level 25.050 dan kemudian menutupnya pada saat harga indeks naik ke angka 25.250, maka potensi profit yang Anda dapatkan sebesar ((25.250 - 25.050) * 5) = $1.000.

 
Menghasilkan profit dari Index Trading, Bagaimana Caranya?


Dalam pasar keuangan, indeks merupakan daftar yang berisi saham-saham yang diperdagangkan dalam sebuah bursa. Sebagai contoh, indeks saham terbesar di Indonesia adalah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG, yang berisi seluruh saham-saham perusahaan yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Nilai dari sebuah Indeks mencerminkan nilai rata-rata dari seluruh saham yang ada di dalamnya. Sehingga, saat harga saham-saham yang menjadi bagian dari indeks tersebut mengalami perubahan, nilai indeks juga akan berubah. Saat banyak harga saham turun, nilai Index juga akan turun, begitu juga sebaliknya. Jika performa saham-saham perusahaan dalam sebuah indeks bagus, maka nilai indeks akan meningkat.

Dengan memanfaatkan volatilitas yang muncul pada harga indeks, Anda dapat melakukan jual beli indeks atau indices trading untuk meraih keuntungan. Seperti halnya pada pasar forex, trading indeks memberikan Anda kesempatan untuk mencetak profit dengan memperkirakan pergerakan harga indeks.

Melakukan Jual Beli Indeks

Untuk dapat melakukan jual beli index, Anda perlu mendaftarkan diri Anda pada broker yang memiliki fasilitas perdagangan Indeks. Monex adalah salah satu broker legal terbaik di Indonesia yang menyediakan layanan ini.
Mirip dengan perdagangan forex, pada transaksi indeks, Anda dapat menempatkan posisi jual atau beli terhadap pergerakan harga indeks. Dengan demikian, Anda dapat mencetak profit pada kondisi market apapun, baik sedang naik, maupun turun.

Sebagai contoh, jika Anda ingin memperdagangkan indeks Hang Seng Hongkong pada harga 25.050, maka Anda memiliki dua opsi untuk membuka posisi BUY atau SELL. bergantung pada besar spread yang Anda gunakan, broker akan menawarkan bid/offer pada angka tertentu seperti 25.049/25.051.

Dalam satu hari, indeks Hang Seng dapat bergerak antara 300 - 700 pip, dengan harga per pip sebesar $5. Jika Anda membuka posisi buy pada level 25.050 dan kemudian menutupnya pada saat harga indeks naik ke angka 25.250, maka potensi profit yang Anda dapatkan sebesar ((25.250 - 25.050) * 5) = $1.000.


Index trading merupakan salah satu jenis dari perdagangan futures yang terdiri dari gabungan sejumlah mayoritas saham saham pilihan pada suatu negara. Index trading atau sering juga disebut dengan Stock index juga berfungsi sebagi indikator dari keseluruhan pergerakan harga saham yang diwakilinya.

Tidak jauh berbeda dengan jenis perdagangan futures lainnya, karena tidak memiliki asset dalam melakukan transaksi, maka nilai kontrak merupakan acuan utamanya. Besar kecilnya nilai kontrak dalam perdagangan index ditentukan berdasarkan satuan unit yang biasa dikenal lot. dan setiap Negara mempunyai aturan dan tata caranya tersendiri dalam mengatur dan memperdagangkan pasar index .

 
Back
Top