[MasterForex] Data ekonomi dan Fundamental oleh MasterForex

ISM: Aktifitas Sektor Manufaktur AS Meningkat Pesat

ISM: Aktifitas Sektor Manufaktur AS Meningkat Pesat

Aktifitas sektor manufaktur AS rebound pada bulan Februari dari hasil buruk di Januari meski paa saat itu produksi mengalami kontraksi, berikut data hasil yang dirilis Institute for Supply Management Senin.
1656114_652287008166039_1444780200_n.jpg

"Ketika di Januari, beberapa komentar dari panelis menjelaskan kondisi cuacalah sebagai faktor yang mempengaruhi bisnis mereka di Februari," laporan ISM menyebutkan. "Komentar lainnya menunjukkan optimisme dalam hal permintaan dan pertumbuhan dalam waktu dekat."

Indeks aktifitas manufaktur ISM meningkat menjadi 53,2 pada Februari setelah tak terduga mengalami penurunan di angka 51,3 pada Januari.

Namun ada hal yang mengejutkan pada laporan ISM kali ini, yakni penurunan output produksi. Indeks produksi justru merosot ke angka 48,2 dari yang dilaporkan di Januari berada di angka 54,8 dan 61,7 di Desember. ISM pun mengamini, bahwa indeks di Februari ini meru[akan yang terendah sejak Mei 2009.

Sub indeks lainnya cukup menimbulkan optimis. Dengan indeks pesanan baru ISM naik menjadi 54,5 di bulan lalu dari 51,2 pada Januari. Indeks ekspor hanya turun ringan ke angka 53,5 dari 54,5. Permintaan akan tenaga kerja cukup stabil. Indeks pekerjaan ISM bertahan di angka 52,3. Indeks persediaan melonjak di Februari menjadi 52,5 dari angka 44,0 pada Januari. Indeks harga dibayar relatif stabil di angka 60.0, hanya turun tipis dari yang dulaporkan sebelumnya 60,5, ISM melengkapi.
 
RBA masih janjikan stabilitas suku bunga

RBA tegaskan akan kemungkinan perpanjangan stabilitas kebijakan pasca keputusan suku bunga

Bank sentral Australia menegaskan bahwa kemungkinan masih mempertahankan suku bunga di rekor rendah dan memperbaharui referensi ke kekuatan mata uang negara.
1797949_652481808146559_1701204728_n.jpg

Gubernur Glenn Stevens dan dewannya, pasca mempertahankan target ‘overnight rate’ di 2,5 persen, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa harga perumahan "telah meningkat secara signifikan" dan Aussie "masih cukup tinggi secara standar historis." Langkah Reserve Bank of Australia itu sudah diperkirakan oleh semua ekonom dalam sebuah survei.

Setelah penurunan suku bunga 2,25 persentase poin dari akhir 2011 sampai Agustus, ruang lingkup RBA untuk menambah stimulus pada perekonomian terbatas karena terjadi lonjakan harga rumah di Sydney. Pasar dan ekonom memprediksi Stevens akan mempertahankan suku bunga pada rekor rendah tahun ini untuk menghindari kesenjangan pertumbuhan setelah perusahaan pertambangan merencanakan untuk mengurangi proyek-proyek di tengah melambatnya pertumbuhan China, serta melemahnya pasar kerja.

"Pada indikasi ini, langkah yang paling bijaksana adalah mungkin memperpanjang stabilitas suku bunga", kata Stevens hari ini, mengulangi pernyataannya bulan lalu. "Permintaan untuk tenaga kerja masih lemah dan alhasil, tingkat pengangguran terus meninggi."
 
China akan kesulitan capai target pertumbuhan?

China akan kesulitan capai target pertumbuhan?
1794817_652998161428257_213248525_n.jpg

Mantan penasehat bank sentra, Li Daokui secara terbuka mengemukakan, bahwa Cina menemui target pertumbuhan sebesar 7, 5% pada tahun ini akan menghadapi tantangan, kecuali tidak diperlukannya paket stimulus. Ungkapnya seperti yang dilansir marketwatch.com.

Mr. Li, yang juga seorang guru besar di Universitas Tsinghua, berbicara menjelang sesi pembukaan parlemen Cina. Dia mengatakan, paket stimulus hanya diperlukan dalam kondisi ekstrim yang tak terduga.

Perdana Menteri Cina, Li Keqiang, mengatakan kepada legislatif bahwa pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan sekitar 7,5% tahun ini, menyusul ekspansi 7,7% pada tahun 2013. Li Daokui mengatakan Cina perlu untuk melaksanakan reformasi baik kebijakan ekonomi makro maupun mikro secara tandem.

Cina telah berusaha untuk meningkatkan peran konsumsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada ekspor dan investasi. Negara ini juga berusaha untuk menarik modal swasta untuk berinvestasi dalam perusahaan negara, yang keduanya guna mendorong kekuatan keuangan perusahaan dan berkembang secara efisien.
 
Tingkat Serapan tenaga Kerja AS masih di bawah ekspektasi, ADP

Tingkat Serapan tenaga Kerja AS masih di bawah ekspektasi, ADP
1920517_653280634733343_1255868996_n.jpg

Tingkat serapan tenaga kerja khususnya sektor swasta di AS memang menunjukkan peningkatan di bulan lalu, namun masih berada di laju yang tidak signifikan bahkan di bawah ekspektasi, hasil survei menunjukkan dalam sebuah rilisannya, Rabu.

Sektor swasta menciptakan sebanyak 139.000 lapangan kerja baru di Februari, ungkap laporan tenaga kerja yang disusun oleh perusahaan pengolah payroll, Automatic Data Processing Inc. (ADP) dan lembaga survei Moody's Analytics.

Sementara data ADP di Januari mengalami revisi penurunan cukup tajam menjadi 127.000 dari yang dilaporkan sebelumnya sebanyak 175.000 lapangan kerja baru yang tercipta. Laporan di Februari ini pun relatif jauh di bawah perkiraan para ekonom. Dalam survei yang dilakukan Wall Street Journal, para ekonom memperkirakan sebanyak 160.000 lapangan kerja tercipta di Februari.

Dalam laporan itu juga menyebutkan, lemahnya angka penerimaan di sejumlah industri menjadi salah satu faktor sehingga menjadikan data Februari ini merupakan catatan lemah lainnya.

Menurut ADP, perusahaan yang memperkirakan antara 1 hingga 49 karawayan merekrut sebanyak 59.000 tenaga kerja baru di bulan lalu. Perusahaan menengah, dengan karyawan antara 50 hingga 499 menerima sebanyak 35.000 karyawan baru. Sementara perusahaan besar dengan lebih dari 500 pekerja menerima sebanyak 44.000 karyawan baru.

Payroll di sektor jasa meningkat sebanyakn 120.000 posisi di bulan lalu, namun sektor pabrik hanya menambah 1.000 posisi. Dan sektor konstruksi menambah 14.000 posisi.

Seperti biasa, data ADP ini dirilis lebih dulu dari laporan Biro Statistik Tenaga Kerja yang akan baru dirilis Jumat pekan ini. Dengan ekonom memperkirakan sebanyak 152.000 serapan tenaga kerja di Februari, lebih besar dari kenaikan 113.000 di Januari.

Para pengamat juga memperkirakan tingkat pengangguran di Februari turun menjadi 6,5% dari laporan di Januari 6,6%. Jika benar demikian, tingkat pengangguran ini menjadi yang terendah sejak Oktober 2008.
 
Review: Perdagangan Kamis

Review: Dolar AS Melemah Jelang Data Payroll Non Pertanian

Pada Kamis 6 Maret, dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya karena antisipasi akan data Payroll Non Pertanian yang lemah, yang akan dirilis pada hari Jumat. Permintaan Pabrik AS juga tampil lebih buruk dari perkiraan. Euro menguat setelah rilis Notulen Rapat ECB dimana kebijakan keringanan moneter baru tidak diumumkan.
397519_654198691308204_1214281411_n.png

Dolar AS kehilangan 0,5% terhadap indeks dolar, setelah turun ke level terendahnya sejak Oktober 2013, menurut DX – jelang rilis data Payroll Non Pertanian pada hari Jumat. Data ini tampak lebih lemah dari perkiraan di level 150.000 lowongan pekerjaan baru – hal ini tersirat oleh petumbuhan Klaim Pengangguran mingguan rata-rata selama Febuari. Pertumbuhan terbesar terhadap dolar AS didemonstrasikan oleh dolar Australia yang menguatkan posisinya di tengah data statistik yang positif di Australia.

Klaim Awal AS minggu lalu turun 26.000 ke level terendahnya dalam tiga bulan terakhir di level 323.000 dari 349.000 pada minggu sebelumnya – hal ini tampak lebih baik dari perkiraan awal di 336.000. Klaim Awal rata-rata empat minggu melemah untuk minggu yang kedua berturut-turut menjadi 336.000 – dari 338.500 minggu lalu. Namun, Klaim Awal mingguan rata-rata Febuari naik sebesar 3.500 jika dibandingkan dengan Januari ketika tercipta hanya 113.000 lowongan pekerjaan baru.

Permintaan Pabrik AS juga tampil lebih buruk dari perkiraan – permintaan menurun pada Januari sebesar 0,7% dari perkiraan pelemahan sebesar 0,4%. Ini adalah satu data terbaru lainnya dari Indeks Manufaktur AS. Data pada bulan sebelumnya juga direvisi ke bawah – pelemahan Permintaan Pabrik Desember mencapai 2% m/m, bukan 1,5% seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Euro menguat tajam dan dibuka di atas $1,38 terhadap dolar untuk pertamakalinya sejak Oktober 2013 – setelah ECB mempertahankan tingkat suku bunga tidak berubah, walaupun inflasi terendah zona euro. Usaha keringanan kebijakan moneter baru tidak diumumkan. Menurut komentar Draghi, usaha yang agresif diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat. ECB menaikan perkiraan pertumbuhan ekonomi zona euro pada 2014 menjadi 1,2% dari Desember lalu di 1,1% - namun menurunkan perkiraan inflasi dari 1,1% menjadi 1%. Pada 2015, GDP zona euro diperkirakan akan naik 1,5% dan tingkat inflasi akan meningkat menjadi 1,3%, seperti telah diperkirakan pada bulan Desember. Pada 2016, pertumbuhan GDP akan mencapai 1,8%, sementara tingkat inflasi di 1,5%.

Poundsterlina sedikit memperkuat posisinya setelah keputusan Bank of England yang mempertahankan tingkat suku bunga dan program pembelian saham tetap tidak berubah. Data Bursa Perumahan mendukung poundsterling – menurut Halifax, Harga Rumah di Inggris menguat pada bulan Febuari sebesar 2,4%, dan menunjukan tingkat pertumbuhan tertingginya dalam lebih dari lima tahun terakhir. Namun, harga-harga masih 10% lebih rendah dari tingkat tertingginya pada Agustus 2007. Penguatan Harga Rumah berlangsung di tengah pemulihan ekonomi nasional Inggris yang mendukung permintaan akan real estate.

Yen melemah ke level terendahnya dalam lima minggu terakhir terhadap dolar AS setelah Grup Penasehat Jepang mengumumkan Kamis lalu, bahwa Dana Investasi Pensiun Pemerintah GPIF, tidak membutuhkan fokus investasi pada obligasi dengan mempertimbangkan kecepatan tingkat inflasi nasionalnya. GPIF harus mencari peluang investasi yang dapat memberikan keuntungan yang besar. Peningkatan investasi pada perusahaan asing dapat membawa pada pelemahan yen yang lebih jauh.

Dolar Australia menguat pada hari Kamis ke level tertingginya terhadap dolar AS dalam hampir tiga bulan terakhir – setelah rilis data statistik yang positif di Australia. Penjualan Ritel januari Australia naik sebesar 1,2% m/m, melampaui perkiraan pertumbuhan sebesar 0,5% dan mendemonstrasikan tingkat pertumbuhan bulanan tertinginya dalam hampir satu tahun terakhir. Surplus Neraca Perdagangan meningkat pada Januari menjadi 1,43 miliar AUD dari 0,59 miliar pada bulan Desember dari perkiraan akan pelemahan. Peningkatan surplus ini adalah peningkatan bulan ketiga berturut-turut, dan tampak sebagai yang tertinggi dalam lebih dari 2,5 tahun terakhir.
 
Serapan tenaga kerja tinggi, NFP lampaui ekspektasi

Serapan tenaga kerja tinggi, NFP lampaui ekspektasi
1798609_654247414636665_904672582_n.jpg

Pertumbuhan pasar tenaga kerja AS meningkat drastic bahkan melampaui perkiraan banyak analis di sepanjang Februari. Hasil ini diharapkan akan meredam kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi tiba-tiba dan membuat Federal Reserve meneruskan pengurangan stimulus moneter.

Serapan tenaga kerja di AS bertambah sebanyak 175.000 lapangan kerja di bulan lalu setelah pada Januari kemarin tercipta sebanyak 129.000 lapangan kerja baru, data dari Departemen Tenaga Kerja Jumat menunjukkan. Sementara itu, tingkat pengangguran justru mencatat kenaikan menjadi 6,7 persen dri level terendah lima tahun 6,6 persen.

Angka payroll kali ini di atas ekspektasi ekonom. Dalam jajak Reuters, para ekonom memperkirakan payroll non pertanian AS meningkat menjadi 149.000 dan tingkat pengangguran bertahan di 6,6 persen.

Cuaca dingin salju musim dingin yang tidak biasanya telah menghambat aktifitas ekonomi. Salju dan es tebal menutupi wilayah berpopulasi tinggi sepanjang pekan di saat para pekera di data untuk payroll di Februari. Sehingga, rata-rata masa kerja selama sepekan di Februari menurun tajam ke level terendahnya sejak Januari 2011.

Lingkup survei rumah tangga yang lebih kecil dari di mana tingkat pengangguran berasal menunjukkan angka 601.000 orang yang bekerja bertahan di rumah karena cuaca buruk. Dan ini merupakan angka tertinggi untuk bulan Februari sejak 2010.

Namun, cuaca buruk bukanlah factor satu-satunya dibalik buruknya aktifitas. Bisnis tengah berjibaku dengan tumpukan barang tidak terjual yang terakumulasi dalam paruh kedua 2013, yang berarti mereka tidak memiliki insentif untuk menempatkan pesanan baru dengan produsen. Selain itu, berakhirnya tunjangan pengangguran jangka panjang untuk satu juta orang lebih warga Amerika pada Desember dan pemotongan kupon makanan juga meredam belanja.

Meski demikian, faktor-faktor ini hanya bersifat sementara dan perekonomian diperkirakan akan kembali menunjukkan geliatnya di bulan-bulan mendatang.

Kenaikan angka serapan tenaga kerja di bulan lalu ini bersifat menyeluruh. Pada sektor swasta, terjadi peningkatan sebanyak 162.000 lapangan kerja baru, sementara pegawai pemerintahan bertambah sebanyak 13.000 lapangan kerja baru. Untuk sektor manufaktur terjadi peinngkatan untuk bulan ketujuh berturut-turut, meningkat sebanyak 6.000 lapangan kerja, angka yang sama dengan yang dilaporkan pada Januari. Sektor konstruksi yang pada Januari kemarin secara mengejutkan mencatat kenaikan besar, menambah sebanyak 15.000 lapangan kerja di bulan lalu.

Untuk rata-rata pendapatan perjamnya meningkat Sembilan sen di Februari. Masa kerja selama sepekan turun menjadi rata-rata 34,2 jam dari 34,3 jam, yang diyakini karena hantaman cuaca buruk di sepanjang bulan tersebut.
 
Peristiwa Penting Minggu Ini

Peristiwa Penting Minggu Ini
1979855_655622321165841_1740123748_n.png

Pada hari Jumat 7 Maret, dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya setelah rilis data Payroll Non Pertanian, namun penguatan ini bersifat moderat. Euro memperkuat posisinya setelah laporan Produksi Industri di Jerman yang melampaui perkiraan. Dolar Kanada melemah tajam setelah laporan bursa Tenaga Kerja yang lemah di Kanada.

Dolar AS memperkuat posisinya terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada perdagangan Jumat, kecuali euro dan franc Swiss – namun penguatan ini tidak terlalu besar, indeks dolar hanya menguat 0,1%. Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja Non Pertanian meningkat pada bulan Febuari sebanyak 175.000 dari revisi ke atas 129.000 pada bulan Januari, yang secara signifikan melampaui perkiraan di level 150.000. Revisi Neto Payroll Dua Bulan sebanyak 25.000 terealisasi.

Di saat yang sama, Tingkat Pengangguran naik menjadi 6,7% dari 6,6% pada bulan sebelumnya, sebelumnya diperkirakan tidak akan ada perubahan. Pendapatan Per Jam Rata-rata naik 0,4% m/m, melebihi perkiraan pertumbuhan sebesar 0,2%, sementara Rata-rata Jam Mingguan turun pada bulan Febuari menjadi 34,2 ja dari 34,3 jam pada Januari. Tingkat Partisipasi masih tidak berubah pada Febauri jika dibandingkan dengan bulan januari di level 63%. Tingkat Pengangguran – U6 turun dari 12,7% menjadi 12,6%.

Dolar Kanada secara tajam melemah setelah rilis laporan Bursa Tenaga Kerja yang lemah di Kanada. Tingkat Penyerapan Tenaga kerja Kanada pada bulan Febuari secara tiba-tiba turun 7.000 dari perkiraan pertumbuhan sebesar 15.000. Tingkat Pengangguran tidak berubah dan mencapai 7%. Euro memperkuat posisinya setelah laporan Produksi Industri Jerman yang naik +0,8%, lebih tinggi dari perkiraan kenaikan sebesar +0,7%. Euro menguat lebih dari $1,39 untuk pertamakalinya sejak Oktober 2011. Laporan yang dirilis Kamis lalu menunjukan Permintaan Pabrik Jerman naik 1,2% m/m, juga lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 0,7%.

Menurut hasil dari minggu sebelumnya, dolar AS melemah tipis pada indeks dolar dan turun 0,1%. Data Payroll Non Pertanian yang kuat pada akhir minggu lalu membantu dolar AS untuk memperoleh kembali pelemahannya. Dolar AS mendemonstrasikan dinamika dalam beberapa arah terhadap mata uang utama lainnya – dolar melemah terhadap dolar Australia, dolar Selandia baru, euro, dan franc Swiss – namun menguat terhadap yen, dolar Kanada, dan poundsterling. Dolar AS menguat terutama sekali terhadap yen, sementara AUD dan NZD mendemonstrasikan penguatan terbesar terhadap dolar AS.
Peristiwa Penting Minggu Ini
 
BOJ bertahan dengan kebijakan, namun ada satu kekhawatiran

BOJ bertahan dengan kebijakan, namun ada satu kekhawatiran
10006946_656081861119887_1701475821_n.jpg

Bank of Japan, (BoJ) pertahankan stimulus moneternya dengan pandangan bahwa ekonomi dan harga konsumen masih menunjukkan pertumbuhan, laporan dirilis Selasa. Namun, ada satu catatan penting, bank sentral jepang itu justru menurunkan perkiraan ekspor nya dengan sinyalemen permintaan dari luar negeri masih akan mengecewakan.

BOJ memang meng-upgrade tinjauannya terhadap belanja modalnya dan justru meyakini sektor produksi industrial, dan menujukkan kepercayaan paa permintaan dalam negeri sebelum kenaikan pajak penjualan yang dijadwalkan mulai 1 April.

Meski demikian, optimisme ini kemungkinan kemungkinan tidak akan meredam kecemasan kalau demand dalam negeri akan melemah setelah kenaikan pajak tadi dan ekspor tidak akan cukup kuat menopang pertumbuhan, yang justru akan meminta lebih banyak stimulus moneter.

Kepala Ekonom RBS Securities, Junko Nishioka beranggapan, ini bukanlah kondisi di mana BOJ akan dengan segera mengendurkan bahkan jika bank sentral menurunkan estimasi pertumbuhan di saat inti harga konsumen telah mendekati di kisaran yang lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

"Jika yen menguat tajam dan harga ekuitas anjlok karena resiko geopolitik, termasuk itu Ukraina, BOJ akan harus bertindak," imbuhnya.

Seperti yang sudah diperkirakan, Bank Sentral Jepang hari ini, Selasa, mempertahankan peningkatan modal dasar, parameter kebijakan moneter utamanya, pada tingkatan tahunan 60-70 triliun yen atau setara dengan $590 hingga $690 miliar).

Kembali ke belakang, BOJ telah meluncurkan stimulus pada April silam, seraya mengatakan akan menaikkan inflasi menjadi 2 persen dalam kurun waktu dua tahun melalui pembelian aset yang agresif guna mengakhiri deflasi selama 15 tahun.
 
Review: Perdagangan Senin

Dolar Australia Melemah Di Tengah Data Cina Yang Lemah
feb_ch_loans.png

Pada Senin 10 Maret, dolar AS menguat terhadap poundsterling, dolar Australia, dan dolar Kanada, sementara hampir tidak berubah terhadap mata uang utama lainnya di tengah absennya data makro statistik yang signifikan dari AS. Poundsterling melemah sebelum disampaikannya Laporan Inflasi yang akan dilangsungkan pada hari Selasa. Dolar Australia melemah di tengah data yang lemah di Cina. Dolar Kanada berada di bawah tekanan setelah jatuhnya harga-harga komoditas.

Dolar Australia melemah setelah rilis data yang lemah di Cina sepanjang minggu lalu dan pada hari Senin. Defisit Neraca Perdagangan Cina Febuari mencapai 423 miliar, sementara surplus neraca diharapkan akan berada di level $14,5 miliar.

Tingkat pertumbuhan tahunan Indeks Harga Konsumen Cina melemah pada bulan Febuari ke level terendahnya dalam 13 bulan terakhir di level 2% dari 2,5% pada bulan Januari, berlawanan dengan perkiraan pelemahan menjadi 2,1%, yang meningkatkan kekhawatiran mengenai melemahnya tingkat pertumbuhan ekonomi Republik Rakyat Cina. Pinjaman Baru di Cina pada bulan Febuari turun lebih banyak dari perkiraan dan, bahkan turun lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan pada bulan Januari. Pinjaman Yuan Baru turun menjadi 645 miliar dari 1.320 miliar pada Januari, sebelumnya pelemahan diperkirakan hanya akan mencapai 730 miliar yuan.

Yen menguat pada awal hari perdagangan di tengah data Jepang yang lemah dan turunnya bursa saham Jepang, namun kemudian menegasi seluruh kenaikann tersebut. Menurut data final, tingkat pertumbuhan GDP tahunan Jepang pada kuartal keempat turun menjadii 0,7%, meleset dari perkiraan awal sebesar 1% dan pertumbuhan 1,1% pada kuartal ketiga. Defisit neraca berjalan di Jepang pada bulan Januari mencapai rekor tertinggi di 1.589 triliun yuan. Impor menguat pada Januari sebesar 30,3% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, karena pertumbuhan harga impor energi yang juga diikuti oleh turunnya harga yen.
 
Ketegangan Crimea dan pasar lewatkan eleman penting, Euro melemah

Ketegangan Crimea dan pasar lewatkan eleman penting, Euro melemah
1924635_656278207766919_1292251507_n.jpg

Euro mencatat penurunan terhadap hampir semua mata uang yang menjadi pasangan perdagangannya setelah dua indeks volatilitas mata uang merosot ke level terendah di hampir 15 bulan di tengah kebuntuan antara Ukraina dan Russia mengenai wilayah Crimea.

Indeks harga merosot setelah Perdana Menteri Ukraina bersiap untuk menemui Presiden AS Barack Obama besok. Euro juga mencatat penurunan setelah Wakil Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Vitor Constancio mengatakan pasar tidak sepenuhnya paham komunikasi para pemangku kebijakan pasca pertemuan pekan lalu.

Indeks Volatilitas Mata uang Deutsche Bank AG, berdasarkan volatilitas selama tiga bulan atas sembilan pasangan mata uang mayoritas, turun 23 basis poin atau 0,23 persentase poin, menjadi 7,04 persen hingga tengah hari waktu New York, level terendah sejak Desember 2012. Sementara indeks yang dimiliki JPMorgan Chase & Co, G7 Volatility Index, turun menjadi 7,26 persen, juga yang terlemah sejak Desember 2012.

Euro turun sebesar 0,3 persen ke level $1,3834 sebelum diperdagangkan ke level $1,3869. Euro sebelumnya sempat sentuh level tertingginya sejak October 2011 di level $1,3915 pada 7 Maret lalu. Mata uang bersama itu turun terhadap yen sebesar 0,2 persen di level 142,95 yen, di mana yen menguat 0,2 persen ke level 103,08 per dollar.

Mata uang Eropa itu jatuh setelah Constancio pemberitaan oleh Market News International mengatakan komentar yang dibuat oleh Presiden ECB Mario Draghi pada pertemuan bank sentral 6 Maret lalu "tidak diambil sepenuhnya."

"Unsur lain dalam laporan presiden yang tidak dikutip oleh analis dan pasar" adalah "pernyataan bahwa memang petunjuk langkah maju kami mengenai tingkat menstabilkan atau menurunkan suku bunga dianggap sebagai pedoman yang melampaui peningkatan sederhana dalam situasi," mengutip seperti apa yang disebutkan Constancio.
 
Data buruk Cina, masalah Ukraina, Save Haven jadi idola

Data buruk Cina, masalah Ukraina, Save Haven jadi idola
1964918_656557401072333_316177768_n.jpg

Yen meneruskan penguatannya dari sesi kemarin terhadap sebagian besar pasangan mata uang mayoritas setelah indeks ekonomi Cina mengejutkan turun ke level terendah sembilan bulan, menggarisbawahi kekhawatiran tentang kemerosotan perekonomian Asia yang meyebabkan harga komoditas berjatuhan.

Yen naik untuk hari keempat terhadap dolar Australia pra-rilis data penjualan ritel Cina dan produksi pabrik besok. Permintaan untuk ‘aset lindung’ Jepang juga didukung oleh kebuntuan atas semenanjung Krimea Ukraina. Aussie melemah setelah sebuah laporan menunjukkan turunya kepercayaan konsumen, menyusul data yang menunjukkan penurunan sentimen bisnis kemarin.

Ekspor Cina secara tak terduga turun 18,1 persen pada Februari dari tahun sebelumnya , data bea cukai pada 8 Maret lalu menunjukkan, dibandingkan dengan perkiraan untuk kenaikan 7,5 persen dalam survei Bloomberg News . Impor naik 10,1 persen, meninggalkan defisit perdagangan sebesar $23 miliar. Cina merupakan konsumen logam terbesar di dunia dan merupakan mitra dagang terbesar Australia.

"Ketidakstabilan di Ukraina yang berkepanjangan, serta kekhawatiran di Cina, menyebabkan semakin menariknya ‘save haven’, yang berujung menguatkan yen," kata Yasuhiro Kaizaki , wakil presiden untuk pasar global Sumitomo Mitsui Trust Bank Ltd di New York. "Data Cina 13 Maret besok akan menarik perhatian pasar."
 
Review Perdagangan Rabu

Reserve Bank of New Zealand Adalah Bank Sentral Pertama Yang Menaikan Tingkat Suku Bunga Acuan
nz_rate.png

Pada Rabu 12 Maret, dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya sebelum dirilisnya laporan Penjualan Ritel pada hari Kamis. Dolar Selandia Baru terutama sekali menguat terhadap mata uang AS setelah the Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menaikan Tingkat Suku Bunga Kas Resmi (Offical Cash Rate) sebesar 0,25%.

Dolar Selandia Baru secara tajam menguat dan memperbarui level tertingginya tahun ini terhadap dolar AS setelah RBNZ menaikan Official Cash Rate (OCR) sebesar 0,25% menjadi 2,75%, sesuai perkiraan. Namun, nada dari pengumuman ini terkesan lebih ketat, dan perkiraan tingkat suku bunga bahkan lebih tinggi lagi. Gubernur RBNZ Wheeler menemukan tanda-tanda pertumbuhan ekonomi di Selandia Baru dan menguatnya tekanan inflasi, terutama pada tingginya harga-harga dan meledaknya bursa perumahan.

Peningkatan OCR lebih lanjut akan bergantung pada data dan inflasi. Walaupun RBNZ mengumumkan bahwa pergerakan dolar Selandia Baru dinilai terlalu tinggi, ia tidak menyebutkan jika tingkat pertumbuhan OCR akan diubah karena fakta ini. Wheeler memperkirakan bahwa tingkat suku bunga akan naik 1,00-1,25% pada tahun ini, dan sebesar 2,00% selama dua tahun ke depan. RBNZ adalah bank pertama di antara bank sentral negara berkembang lainnya yang telah menentukan jalur peningkatan tingkat suku bunganya. Tingkat suku bunga ini belum pernah dinaikan dalam hampir empat tahun terakhir, dan berada di level 2,50% dalam tiga tahun terakhir, ketika pada Maret 2011 RBNZ menurunkan tingkat suku bunga karena gempa bumi di Selandia Baru.

Penjualan dolar AS dilanjutkan pada hari Rabu pada sesi Amerika di tengah absennya data makro statistik yang signifikan diAS. Berdasarkan hasil pada perdagangan Rabu, indeks dolar kehilangan sedikit lebih banyak dari 0,2%. Euro kembali menguat di atas level $1,39 terhadap dolar, ketika mendekati akhir perdagangan minggu lalu.

Euro hampir tidak bereaksi terhadap data produksi Industrial zona euro, yang secara tak terduga melemah pada bulan Januari. Produksi industri melemah pada bulan Januari sebesar 0,2% m/m dari harapan pertumbuhan sebesar 0,2%. Data dari bulan sebelumnya direvisi ke atas. Di saat yang sama, data tahunan tampil lebih baik dengan data produksi industri naik 2,1% y/y, lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan sebesar 1,9%.

Tingkat Produksi Industri Zona Euro (Y/Y)


Euro memperoleh dukungan dari pernyataan dewan eksekutif ECB Coeure, yang mengumumkan bahwa tidak ada deflasi di zona euro dan, bahwa kebijakan stimulus aliran likuiditas tambahan kepada sistem perbankan tidaklah diperlukan. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble juga menekankan, Rabu lalu, bahwa tingkat suku bunga di zona euro terlalu rendah pada jangka menengah dan ia tidak menemukan deflasi pada zona euro.

Pertumbuhan tiga hari berturut-turut dolar Australia pada hari Rabu lalu tersendat, untuk kemudian kembali menguat sebelum rilis laporan Bursa Tenaga Kerja Australia yang diperkirakan akan menurun pada paruh pertama perdagangan Rabu, setelah rilis Sentimen Konsumen Australia yang melemah ke level terendahnya dalam 10 bulan berturut-turut. Pinjaman Perumahan dan Investasi Peminjaman juga tampil lebih buruk dari perkiraan. Dolar Australia meroket ke level tertingginya dalam empat hari terakhir terhadap dolar AS setelah rilis laporan Bursa Tenaga Kerja Australia pada hari Kamis. Penyerapan tenaga kerja di Australia pada bulan Febuari naik 47.300 dan tiga kali lipat lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan sebesar 15.000.
 
Last edited:
Ulasan Perdagangan Kamis

ECB Siap Mengambil Tindakan Drastis
mar_claims_2.png

Pada hari Kamis 13 Maret, dolar AS menguat terhadap euro, namun melemah terhadap yen dan mata uang komoditas lainnya di tengah data yang kuat dari AS. Euro melemah setelah komentar Draghi mengenai peluang usaha keringanan kebijakan moneter. Dolar Australia memperkuat posisinya setelah laporan Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja yang kuat di Australia. Dolar Selandia Baru memperkuat posisinya setelah RBNZ menaikan Tingkat Suku Bunga Kas Resminya. Yen menguat di tengah pelemahan bursa saham dan meningkatnya permintaan akan aset perlindungan.

Dolar AS melemah pada paruh pertama hari perdagangan, setelah memperbarui level terendahnya tahun ini terhadap indeks dolar, namun kemudian memperoleh kembali semua pelemahannya dan ditutup hampir tanpa perubahan – setelah rilis data yang kuat di AS. Klaim Pengangguran Awal As minggu lalu turun sebanyak 9.000 ke level terendahnya pada bulan November tahun lalu ke level 315.000 – sebelumnya diperkirakan klaim akan naik menjadi 330.000. Rata-rata Empat Minggu Klaim awal turun dari 336.750 menjadi 330.500 – level terendahnya dalam tiga bulan terakhir.

Penjualan Ritel AS juga tampil lebih baik dari perkiraan. Penjualan Ritel menguat pada Febuari sebesar 0,3% m/m setelah pelemahan dalam dua bulan terakhir – bertentangan dari perkiraan pertumbuhan sebesar 0,2%. Penjualan Ritel Tanpa Otomotif naik 0,3%, juga meleset dari perkiraan pertumbuhan sebesar 0,1%. Namun, data bulan Januari direvisi ke bawah. Laporan Penjualan Ritel adalah sebuah indikator yang penting mengenai Belanja Konsumen yang mencakup lebih dari 2/3 ekonomi AS. Harga impor Febuari juga menguat lebih tinggi dari perkiraan sebesar 0,9% m/m – melampaui perkiraan pertumbuhan sebesar 0,5%.

Euro memperbarui level terendahnya untuk tahun ini terhadap dolar selama sesi Asia. Mata uang Eropa ini juga tergelincir pada akhir hari perdagangan setelah Gubernur ECB Mario Draghi mengumumkan bahwa bank sentral tersebut telah mengatasi penguatan euro; dan ECB juga menyatakan harapannya agar euro melemah dalam waktu dekat. ECB tengah bersiap untuk mengambil langkah kebijakan moneter sub standar tambahan untuk menangani sirkulasi yang esktrim, dan juga bersiap untuk mengambil tindakan drastis lebihlanjut jika diperlukan – tambah Draghi.

Yen memperkuat posisinya lebih tinggi dari level tertinggi mingguanya terhadap dolar AS di tengah pelemahan bursa saham dan menguatnya permintaan akan aset perlindungan. Bursa saham melemah sementara data ekonomi Cina melemah dan terus memburuknya ketegangan di Ukraina. Data Produksi Industri Cina, Penjualan Ritel, dan Investasi Aset Tetap tampil lebih buruk dari perkiraan, yang mengakibatkan meningkatnya kekhawatiran terhadap ekonomi terbesar kedua dunia tersebut. DJIA melemah pada hari Kamis sebesar 1,4% (pelemahan skala terbesarnya sejak 3 Febuari). Nikkei 225 melemah 3%.

Permintaan Mesin Inti yang kuat di Jepang juga mendorong pertumbuhan yen. Indikator Investasi Utama – Permintaan Mesin Inti meroket pada Januari sebesar 13,4% m/m. Data ini menunjukan kepercayaan diri perusahaan-perusahaan terhadap ekonomi dalam menghadapi peningkatan pajak penjualan.

Dolar Australi memperkuat posisinya setelah laporan Bursa Kerja yang kuat di Australia. Penyerapan Tenaga Kerja Australi menguat sebesar 47.300, yang adalah tiga kali lebih tinggi dari harapan peningkatan sebesar 15.000. Di saat yang sama Tingkat Pengangguran masih berada di level 6,0%. Dolar Selandia Baru berada di level tertinginya dalam 11 bulan terakhir terhadap dolar AS setelah Selandia Baru menjadi negara maju pertama yang menaikan tingkat suku bunga acuannya. Dolar Kanada juga memperkuat posisinya pada hari Kamis setelah AUD dan NZD sementara indeks Harga Perumahan Baru Kanada bertumbuh, yang juga melampaui perkiraan.
 
Ulasan Perdagangan Jumat

Peristiwa Penting Minggu Ini
1979855_655622321165841_1740123748_n.png

Pada hari Jumat 7 Maret, dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya setelah rilis data Payroll Non Pertanian, namun penguatan ini bersifat moderat. Euro memperkuat posisinya setelah laporan Produksi Industri di Jerman yang melampaui perkiraan. Dolar Kanada melemah tajam setelah laporan bursa Tenaga Kerja yang lemah di Kanada.

Dolar AS memperkuat posisinya terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada perdagangan Jumat, kecuali euro dan franc Swiss – namun penguatan ini tidak terlalu besar, indeks dolar hanya menguat 0,1%. Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja Non Pertanian meningkat pada bulan Febuari sebanyak 175.000 dari revisi ke atas 129.000 pada bulan Januari, yang secara signifikan melampaui perkiraan di level 150.000. Revisi Neto Payroll Dua Bulan sebanyak 25.000 terealisasi.

Di saat yang sama, Tingkat Pengangguran naik menjadi 6,7% dari 6,6% pada bulan sebelumnya, sebelumnya diperkirakan tidak akan ada perubahan. Pendapatan Per Jam Rata-rata naik 0,4% m/m, melebihi perkiraan pertumbuhan sebesar 0,2%, sementara Rata-rata Jam Mingguan turun pada bulan Febuari menjadi 34,2 ja dari 34,3 jam pada Januari. Tingkat Partisipasi masih tidak berubah pada Febauri jika dibandingkan dengan bulan januari di level 63%. Tingkat Pengangguran – U6 turun dari 12,7% menjadi 12,6%.

Dolar Kanada secara tajam melemah setelah rilis laporan Bursa Tenaga Kerja yang lemah di Kanada. Tingkat Penyerapan Tenaga kerja Kanada pada bulan Febuari secara tiba-tiba turun 7.000 dari perkiraan pertumbuhan sebesar 15.000. Tingkat Pengangguran tidak berubah dan mencapai 7%. Euro memperkuat posisinya setelah laporan Produksi Industri Jerman yang naik +0,8%, lebih tinggi dari perkiraan kenaikan sebesar +0,7%. Euro menguat lebih dari $1,39 untuk pertamakalinya sejak Oktober 2011. Laporan yang dirilis Kamis lalu menunjukan Permintaan Pabrik Jerman naik 1,2% m/m, juga lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 0,7%.

Menurut hasil dari minggu sebelumnya, dolar AS melemah tipis pada indeks dolar dan turun 0,1%. Data Payroll Non Pertanian yang kuat pada akhir minggu lalu membantu dolar AS untuk memperoleh kembali pelemahannya. Dolar AS mendemonstrasikan dinamika dalam beberapa arah terhadap mata uang utama lainnya – dolar melemah terhadap dolar Australia, dolar Selandia baru, euro, dan franc Swiss – namun menguat terhadap yen, dolar Kanada, dan poundsterling. Dolar AS menguat terutama sekali terhadap yen, sementara AUD dan NZD mendemonstrasikan penguatan terbesar terhadap dolar AS.

Peristiwa Penting Minggu Ini
 
Deposit akun via kartu perbankan tanpa komisi

Peristiwa Penting Minggu Ini
1979855_655622321165841_1740123748_n.png

Pada hari Jumat 7 Maret, dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya setelah rilis data Payroll Non Pertanian, namun penguatan ini bersifat moderat. Euro memperkuat posisinya setelah laporan Produksi Industri di Jerman yang melampaui perkiraan. Dolar Kanada melemah tajam setelah laporan bursa Tenaga Kerja yang lemah di Kanada.

Dolar AS memperkuat posisinya terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada perdagangan Jumat, kecuali euro dan franc Swiss – namun penguatan ini tidak terlalu besar, indeks dolar hanya menguat 0,1%. Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja Non Pertanian meningkat pada bulan Febuari sebanyak 175.000 dari revisi ke atas 129.000 pada bulan Januari, yang secara signifikan melampaui perkiraan di level 150.000. Revisi Neto Payroll Dua Bulan sebanyak 25.000 terealisasi.

Di saat yang sama, Tingkat Pengangguran naik menjadi 6,7% dari 6,6% pada bulan sebelumnya, sebelumnya diperkirakan tidak akan ada perubahan. Pendapatan Per Jam Rata-rata naik 0,4% m/m, melebihi perkiraan pertumbuhan sebesar 0,2%, sementara Rata-rata Jam Mingguan turun pada bulan Febuari menjadi 34,2 ja dari 34,3 jam pada Januari. Tingkat Partisipasi masih tidak berubah pada Febauri jika dibandingkan dengan bulan januari di level 63%. Tingkat Pengangguran – U6 turun dari 12,7% menjadi 12,6%.

Dolar Kanada secara tajam melemah setelah rilis laporan Bursa Tenaga Kerja yang lemah di Kanada. Tingkat Penyerapan Tenaga kerja Kanada pada bulan Febuari secara tiba-tiba turun 7.000 dari perkiraan pertumbuhan sebesar 15.000. Tingkat Pengangguran tidak berubah dan mencapai 7%. Euro memperkuat posisinya setelah laporan Produksi Industri Jerman yang naik +0,8%, lebih tinggi dari perkiraan kenaikan sebesar +0,7%. Euro menguat lebih dari $1,39 untuk pertamakalinya sejak Oktober 2011. Laporan yang dirilis Kamis lalu menunjukan Permintaan Pabrik Jerman naik 1,2% m/m, juga lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 0,7%.

Menurut hasil dari minggu sebelumnya, dolar AS melemah tipis pada indeks dolar dan turun 0,1%. Data Payroll Non Pertanian yang kuat pada akhir minggu lalu membantu dolar AS untuk memperoleh kembali pelemahannya. Dolar AS mendemonstrasikan dinamika dalam beberapa arah terhadap mata uang utama lainnya – dolar melemah terhadap dolar Australia, dolar Selandia baru, euro, dan franc Swiss – namun menguat terhadap yen, dolar Kanada, dan poundsterling. Dolar AS menguat terutama sekali terhadap yen, sementara AUD dan NZD mendemonstrasikan penguatan terbesar terhadap dolar AS.

Peristiwa Penting Minggu Ini
 
Ulasan Perdagangan Senin

Sentimen Konsumen Selandia Baru Ke Level Tertinggi 9 Tahun Terakhir

Pada Senin 17 Maret, dolar AS diperdagangkan beragam di tengah statistik yang kontroversial di AS. Dolar AS menguat terhadap yen namun melemah terhadap mata uang komoditas, dan hanya sedikit bergerak terhadap euro dan pound. Data Bursa Perumahan dan Manufaktur Empire State tampil lebih buruk dari perkiraan, sementara data Produksi Industri terlihat lebih baik.
1391686_659474660780607_1833593786_n.png

Data ekonomi AS masih menunjukan pemulihan yang lemah. Indeks Manufaktur Empire State sedikit menguat pada bulan Maret ke 5,61 poin dari 4,48 poin pada Febuari, sebelumnya pertumbuhan diperkirakan akan mencapai 6 poin. Data Bursa Kerja dan Penerimaan Harga melemah secara signifikan. Indeks untuk enam bulan ke depan juga turun.

Peningkatan Indeks Bursa Perumahan NAHB bulan Maret lebih kecil dari perkiraan, menjadi 47 poin dari 46 poin pada Febuari sebelumnya, sebelumnya pertumbuhan diharapkan akan mencapai 50 poin. NAHB menunjukan bahwa para pengembang masih berhati-hati dalam Bursa Perumahan; mereka menduga masalah pemulihan tidak hanya terkait kondisi cuaca yang buruk.

Di saat yang sama, data Produksi Industri AS secara signifikan melampaui perkiraan. Produksi Industri menguat pada bulan Febuari sebesar 0,6%, tiga kali lipat lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan sebesar 0,2%. Selain itu, Produksi Manufaktur (75% volume Produksi Industri AS) menguatkan posisinya sebesar 0,8% m/m dan menunjukan peningkatan terbesarnya sejak Agustus. Utilisasi Kapasitas menguat 0,3% menjadi 78,8%, juga lebih tinggi dari perkiraan.

Pada hari Selasa, rapat dua hari Federal Open Market Committee (FOMC) akan dimulai. Rapat ini akan menjadi rapat pertama di bawah pimpinan Janet Yellen, hasil rapat akan diumumkan pada hari Rabu.

Posisi yen melemah pada hari Senin setelah penguatan empat hari terakhirnya di tengah meningkatnya minat terhadap aset beresiko dan menguatnya bursa saham setelah menurunnya ketegangan di Krimea. Bursa finansial memperkirakan hasil dari referendum mengenai bergabungnya Krimea dengan Rusia pada hari Minggu. Sanksi dari negara-negara barat terhadap Rusia tampak lebih lunak dari perkiraan dan lebih berkarakter politik. Namun, situasi geopolitik masih akan rumit.

Pidato dari Gubernur Bank of Japan Kuroda juga membantu pelemahan yen. Kuroda mengumumkan bahwa BoJ akan sudah siap untuk meringankan kebijakan politik jika ada sinyal masalah pada pencapaian target tingkat inflasi karena pelemahan ekonomi. Ia juga menekankan bahwa pemeriksaan usaha yang lebih lanjut akan direalisasikan pada tahap awal – tergantung pada reaksi ekonomi terhadap peningkatan pajak.

Penurunan ketegangan geopolitik pada hari Senin juga mendukung peningkatan permintaan yang wajar akan mata uang beresiko seperti AUD, NZD, dan CAD. Dolar Kanada memperkuat posisinya di tengah peningkatan Penjualan Rumah Bekas sebesar 0,3% m/m di Kanada, yang menguat untuk pertamakalinya setelah melemah dalam empat bulan terakhir.

Dolar Selandia baru menguat di tengah menguatnya Sentimen Konsumen di Selandia Baru ke level tertingginya dalam sembilan tahun terakhir. Sentimen Konsumen Westpac naik pada kuartal pertama 2014 menjadi 121,7 poin dari 120,1 poin pada kuartal keempat tahun lalu.
 
Pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan pertumbuhan

Klaim pengangguran turun lampaui ekspektasi; tingkat pengangguran stabil

Terjadi penurunan jumlah pengajuan klaim tunjangan pengangguran di Inggris pada Februari melampaui ekspektasi, sementara tingkat pengangguran masih bertahan pada level yang sama. Data resmi Rabu menunjukkan.
1475805_659926214068785_149307720_n.jpg

Biro Statistik Nasional Inggris (ONS) dalam laporannya menunjukkan klaim tunjangan pengangguran mengalami penurunan sebanyak 34.600 pengajuan pada bulan lalu. Hasil ini melampaui estimasi penurunan para ekonom dengan perkiraan penurunan sebanyak 25.000 orang. Hasil ini juga di atas laporan pada Januari dengan penurunan 33.900 orang yang sebelumnya dilaporkan penurunan 27.600.

Dalam laporan yang sama, ONS juga menunjukkan tingkat pengangguran di Inggris tidak mengalami perubahan di 7,2% pada Januari, hasil ini sama dengan yang diperkirakan para ekonom.

Masih dalam laporan yang sama, ONS juga melaporkan, indeks rata-rata pendapatan meningkat dengan penyesuaian musiman 1,4% di Januari, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 1,3%, setelah meningkat sebesar 1,2% pada bulan sebelumnya.

Laporan pengangguran ini memberi dampak yang cukup baik bagi pound. Pasca data ini dirilis, pound semakin memperkuat posisinya terhadap dolar AS, dengan GBP/USD mencatat kenaikan 0,27% diperdagangkan pada level 1,6635, sebelumnya sempat sentuh level 1,6624 sebelum data tersebut dirilis.
 
Ulasan Perdagangan Selasa

Sentimen Ekonomi Jerman Melemah Ke Level Terendah 7 Bulan

Pada Selasa 18 Maret, dolar AS diperdagangkan beragam sebelum diumumkannya hasil rapat dua hari FOMC pada hari Rabu. Dolar AS menguat terhadap poundsterling dan dolar Kanada, namun melemah terhadap yen, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru – hampir tidak berubah terhadap euro dan indeks dolar. Dolar Kanada melemah setelah pidato Gubernur BoC Poloz. Poundsterling melemah setelah rilis data impor Inggris pada hari Rabu.
1382142_659963164065090_1420858407_n.png

Pada hari Rabu, pasar menantikan usainya rapat FOMC pertama di bawah kepemimpinan Janet Yellen. Diperkirakan FOMC akan mengurangi program pembelian aset bulanan untuk kali ketiga sebesar $10 miliar, menurunkannya menjadi $55 miliar – peluang diubahnya pernyataan final tidak disertakan. Pada hari Rabu, menurut hasil rapat, Gubernur Fed Janet Yellen akan mengadakan konferensi pres. Perkiraan bank sentral mengenai tingkat suku bunga dan inflasi akan menjadi pusat perhatian.

Data statistik yang kontroversial di AS tidak menimbulkan pengaruh yang berarti pada hari Selasa. Ijin Membangun di AS naik ke level tertingginya dalam empat bulan terakhir, sementara Dimulainya Pembangunan Rumah baru turun dan melemah ke level terendahnya dalam empat bulan terakhir. Ijin Membangun naik pada Febuari sebesar 7,7% menjadi 1.018.000 dari 950.000 pada bulan sebelumnya, hal ini melampaui perkiraan secara signifikan – ini merupakan tingkat pertumbuhan tertingginya sejak Oktober 2013.

Di saatt yang sama, Dimulainya Pembangunan Rumah pada bulan sebelumnya turun 0,2% menjadi 907.000 rumah – meleset dari perkiraan pertumbuhan menjadi 910.000. Indeks Harga Konsumen tampak sesuai perkiraan, namun tingkat pertumbuhan inflasi tahunan melemah pada Febuari ke level terendahnya dalam empat bulan terakhir di level 1,1% dari 1,6% pada Januari, yang lebih rendah dari perkiraan 1,2%.

Yen memperkuat posisinya walaupun minat akan aset beresiko bertumbuh – bursa saham menguat setelah Presiden Rusia Putin mengumumkan bahwa Rusia tidak menginginkan perpecahan Ukraina. Menurut Putin, Rusia tidak menduduki Krimea, melainkan hanya mewujudkan penyatuannya berdasarkan kesepakatan internasional. Presiden Rusia Putin telah menandatangani undang-undang untuk menyatukan semenanjung Krimea dengan Rusia walaupun usaha yang dilakukan oleh AS dan Eropa.

Euro diperdagangkan ke bawah di tengah pelemahan tajam Sentimen Ekonomi Jerman ke level terendahnya dalam tujuh bulan terakhir, namun pada akhir hari perdagangan euro berhasil memperoleh kembali pelemahannya. Sentimen Ekonomi Jerman ZEW melemah pada bulan Maret untuk bulan yang ketiga berturut-turut – menjadi 46,6 dari 55,7 pada Febuari, dan secara signifikan melampaui perkiraan penurunan menjadi 53. Penurunan sentimen ini disebabkan oleh kekhawatiran mengenai situasi di Cina dan masih tidak pastinya situasi di sekitar Rusia dan Ukraina. Di saat yang sama, Peniliana Berjalan menguat pada bulan Maret menjadi 51,3 dari 50,0 pada Febuari, menyentuh level tertingginya sejak Agustus 2011.
 
Ulasan Perdagangan Kamis

Dolar AS Lanjutkan Penguatannya
1932338_660786160649457_950308488_n.png

Pada Kamis 20 Maret, dolar AS diperdagangkan dalam tren penguatan terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya, berkat dukungan dari hasil pertemuan FOMC, dimana Gubernur Fed Janet Yellen mengumumkan peluang dinaikannya tingkat suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan. Rilis data ekonomi AS yang positif juga mendukung dolar AS.

Dolar AS menguat terhadap euro, poundsterling, dan franc Swiss, namun hampir tidak berubah terhadap yen dan mata uang komoditas lain – dolar AS juga menguat 0,3% pada indeks dolar. Aktifitas Manufaktur, Bursa Tenaga kerja, dan Indeks Utama tampil lebih baik dari perkiraan. Indeks Manufaktur Fed Philadelphia secara tajam menguat pada bulan Maret menjadi 9 poin dari -6,3 poin pada Febuari, melampaui perkiraan pertumbuhan menjadi 4 poin. Indeks Pengiriman dan Permintaan Baru menguat secara signifikan. Perusahaan-perusahaan masih optimis terhadap pertumbuhan aktifitas manufaktur secara keseluruhan untuk enam bulan ke depan.

Laporan Klaim Pengangguran tampil lebih baik dari perkiraan, klaim ini meningkat lebih sedikit dari perkiraan. Klaim Pengangguran Awal di AS minggu lalu naik 5.000 menjadi 320.000 – sebelumnya diperkirakan akan naik 10.000 menjadi 325.000. Klim Awal Rata-rata Empat Minggu terus menurun sebesar 3.500, dari 330.500 menjadi 327.000 – ini adalah angka perolehan terendahnya sejak akhir Oktober 2013.

Indeks Utama CB naik pada bulan Febuari sebesar 0,5%, secara signifikan melampaui perkiraan pertumbuhan sebesar 0,2%. Peningkatan Ijin Membangun dipengarhi oleh pertumbuhan indeks. Pertumbuhan yang tajam indeks menunjukan, bahwa pengaruh kondisi cuaca yang buruk tidak berpengaruh dalam jangka panjang dan perbaikan ekonomi akan melanjutkan relinya.

Penjualan Rumah Bekas AS turun pada bulan Febuari sebesar 0,4% menjadi 4,60 juta yang bertepatan dengan perkiraan sebelumnya. Penjualan selama Febuari terus bertahan di level terendahnya sejak Juli 2012. Penjualan Rumah Bekas yang mencakup 90% dari total penjualan di AS telah melemah dalam lima bulan terakhir berturut-turut, dalam enam bulan terakhir. Pelemahan ini disebabkan oleh cuaca yang sangat dingin dan turunnya ketersediaan perumahan.
Dolar AS Lanjutkan Penguatannya
 
Peristiwa Penting Minggu Ini

Peristiwa Penting Minggu Ini
1379536_662276977167042_131423413_n.png

Pada hari Jumt 21 Maret, dolar AS diperdagangkan dengan sedikit pelemahan terhadap mata uang utama lainnya dan melemah sekitar 0,1% terhadap indeks dolar di tengah absennya data makro statistik yang signifikan di AS. Dolar Kanada memperkuat posisinya setelah rilis data Inflasi dan Penjualan Ritel yang positif di Kanada. Euro sedikit menguat di tengah kuatnya Akun Berjalan dan Kepercayaan Konsumen zona euro.

Euro mengakhiri pelemahannya dalam dua hari terakhir dan sedikit menguatkan posisinya di tengah kuatnya data Akun Berjalan dan Kepercayaan Konsumen zona euro. Surplus Akun Berjalan zona euro menguat pada bulan Januari ke level tertingginya dalam 10 bulan terakhir, ke level €25,3 miliar dari €20,0 miliar pada bulan Desember dari perkiraan akan terjadinya pelemahan. Kepercayaan Konsumen Flash zona euro melampaui perkiraan pada bulan Maret dan memperkuat posisinya menjadi -9,3 dari -12,7 pada Febuari, yang tampak sebagai angka perolehan tertingginya sejak November 2007.

Peristiwa Penting Minggu Ini
 
Back
Top