Puisi-puisi Kalina Maryadi

Tak Menyesal Meski Terluka

Cinta tumbuh di antara kita berdua
Tersimpan dalam lubuk hati terdalam
Tanpa pernah terungkapkan
Bahkan mungkin tak pernah terbalas
Hingga akhirnya Langit sendiri yang tunjukkan
Kita tak dapat sembunyikan lagi

Aku tau, aku bukanlah yang pertama bagimu
Baru ku tau ketika menjelang kepergianmu
Ku akui terluka cukup dalam
Namun ku tak menyesal mencintaimu
Meski ternyata cintamu tak cukup dalam untukku
Tapi cintaku padamu tak kan berubah

Kau membuatku mencintaimu seumur hidup
Kau membuatku terluka seumur hidup
Namun sedikit pun tak pernah terbesit benci padamu
Kendati begitu perih luka dan penderitaan ini
AKu sungguh tak menyesal
 
Aku Hanya Wanita Biasa

Aku tak seperti Cinderella
Yang bisa dengan mudah kau temukan
Asal cocok dengan sepatu kaca
Aku hanya wanita biasa
Hidup di antara wanita biasa lainnya
Tak perlu melarikan diri dari apapun pada pukul 12 malam

Aku tak secantik Cleopatra
Yang dengan mudah memikat pria
Dengan pesona dan kecantikan luar biasa
Aku hanya wanita biasa
Dengan wajah pas-pasan tanpa pesona

Aku bukan seperti putri salju atau putri tidur lainnya
Yang dengan mudah kau bangunkan lewat satu kecupan manis
Aku hanya wanita biasa
Tak butuh ciuman seperti itu..

Aku wanita biasa..
Inginkan kebahagiaan tanpa cela
Yang ingin dicintai dan mencintaimu
Harap kau menerimaku..
Apa adanya diriku
 
Seumur Hidupku

Cintaku tumbuh dan terus berkembang
Di dalam hati yang penuh kekalutan
Berharap tulus hidup bersamamu
Dengan penuh air mata di wajahku
Tapi kau akhirnya pergi tanpa berpaling padaku
Tanpa pernah kembali lagi
Membuatku menunggu seumur hidupku..

Aku tak kan menuntut apapun darimu
Juga sudah tak berharap kau kembali
Biarlah takdir yang memutuskan
Bagaimana sebaiknya akhir cintaku
Meski harus terluka seumur hidupku
Aku tak kan menyesal..

Aku ingin..
Suatu saat kau kan tau
Ada aku yang mencintaimu tanpa henti
Kau membuatku mencintaimu seumur hidupku
Membuatku merindukanmu seumur hidupku
Membuatku menunggumu seumur hidupku
Membuatku membenci diriku seumur hidupku
Tanpamu, tak kan pernah ku tau rasanya menderita seumur hidup hanya karena cinta
Aku ingin kau tau..
Bahwa aku pernah berseru pada Langit
Menyalahkan takdir
Mengapa pertemukan aku denganmu
Tapi tak pernah ku sesali pertemuan itu
Meski akhirnya terpisah juga
Tanpa pernah bertemu kembali..

Aku merindukanmu
Tapi tak berani berharap kau kembali
Bayanganmu dalam mimpi memang tak cukup untuk memenuhi kerinduan ini
Asal tak melupakanmu.. aku tak menyesal
Satu hal yang ku harapkan adalah
Tetap mencintaimu seumur hidupku
Hingga di tiap kehidupanku mendatang
Walau tak berjodoh..
Aku tak ingin berhenti mencintaimu..
Seumur hidupku..
 
Jodoh Abadi

Seperti angin dan pasir
Angin ke gunung
Pasir itu ke gunung
Ke mana pun kau pergi
Aku kan mengikutimu
Menjelajahi dunia kehidupan
Penuh cerita beraneka ragam

Seperti sungai dan lautan
Sungai mengalir ke laut
Lautan menerima sungai
Aku datang padamu
Kau memeluk hatiku

Tak kan mungkin pasir diam saja
Saat tertiup angin
Pasti ikut terbang
SKe mana pun angin membawanya
Dan ku tak kan mampu menahan diri
Bila kau kan membawaku mengarungi dunia ini

Sungai pun pasti mengalir ke lautan
Lautan tak kan mungkin menolak kedatangan sungai
Hatiku telah terikat oleh hatimu
Tak kan pernah bisa berpisah

Jodoh abadi antara kau dan aku
Bagaikan angin dan pasir
Bagaikan sungai dan lautan
Selalu bersama meski di ujung dunia..
 
Akhir Rindu Mendalam

Akhirnya aku melihat cahaya matahari
Aku merasakan kehangatannya
Menyentuh seluruh dingin dalam hatiku
Memeluk rindu mendalam yang tak terjangkau dasarnya
Menerangi kegelapan yang menyelimuti kedukaan hidupku

Kini kau di sini
bersamaku meluluhkan batu duka
Dengan ketulusan rindu dan cinta
Air mataku menetes di pipiku
Memandangmu dengan begitu bahagia
Meski hanya sesaat kebersamaan ini
Aku tak menyesal
Asal masih bisa memelukmu kembali di lain waktu
Aku mencintaimu

Kau datang padaku
Mengakhiri rindu mendalam
Bersama menyambut musim semi
Menunggu hari bahagia yang kan datang..
 
3 Hati

Mengapa ini harus terjadi
Dilemma melanda tiada henti
Ku pilih siapa pun pasti terluka semua
Kapankah ini semua kan berakhir

3 hati merana karena cinta
3 hati menderita karena cinta
3 hati hidup tak bahagia karena cinta
Ku sungguh dilemma

Aku.. kau.. dan dia..
3 hati telah terluka
Tak ada jalan untuk kembali
Waktu tak bisa berjalan mundur

Cintaku untukmu..
Untuknya juga ada
Tak mudah untuk ku putuskan
Siapa yang harus ku pilih
Yang telah terikat
Atau yang sudah usang
Keduanya pun sama-sama punya hati
Sama-sama bisa terluka
 
Aku Bahagia

Aku bahagia
Amat sangat bahagia
Ku lihat cahaya masa depanku
Hidup bersamamu
Hingga akhir hidupku
Selalu bersamamu
Terikat resmi dalam bingkai asmara
Aku sungguh bahagia
 
Aku Pun Mencintaimu

Aku pun mencintaimu
Maaf bila aku ucapkan
Salam perpisahan

Bukannya aku tak ingin di sampingmu
Aku tak pernah ingin jauh darimu
Hatiku t’lah terlanjur terluka

Sungguh aku tak mampu bicara
Tak mampu tuk berkata
Terlalu sedih
Tak mungkin ku lupakan dirimu
Tak akan pernah aku membencimu
Walau kau pernah melukaiku

Andai aku bisa jujur
Mengucap semua kata yang ada di hati
Aku kan berkata
Bahwa aku masih mencintaimu
 
Aku Tak Sanggup Lagi

Aku terlalu mencintaimu
Kau bagaikan nyawaku
Apa yang akan terjadi
Bila ku tak bernyawa lagi
Hidup tanpamu
Bukankah lebih baik mati

Setiap hari ku mencoba
Untuk tetap mempertahankamu
Meski ku terluka begitu dalam
Ku tak inginkehilanganmu
Tapi pada akhirnya
Ku tak sanggup mempertahankanmu
Maafkan aku..
Ku harus melepasmu..

Menjauhimu
Ku jadi rindu
Mengacuhkanmu
Ku masih peduil
Meninggalkanmu
Ku tak tau ke mana harus pergi
Cintaku yang mendalam padamu
Membuatku tak sanggup
Melakukan semua itu
Aku tak sanggup lagi
Karena ku terlalu mencintaimu
Tak mampu hidup tanpamu

Bagaimana harus ku jalani
Mahligai cinta kita
Seperti terombang-ambing di tengah lautan
Oh.. aku tak sanggup lagi
Hidup seperti ini
Kau disiku.. tapi memikirkannya..
 
Back
Top